KONI Dan Kominfo Pati Membuat Kecewa Banyak Kalangan, Termasuk Sesama KONI Dari Luar Daerah 

 

Pati, Batara.news | Membuat Pengunjung banyak yang kecewa saat menghadiri pembukaan “Opening Ceremony Proprov” di Stadion Joyokusomo, Kabupaten Pati, KONI Dan Kominfo Pati disinyalir belum “becus” bekerja maksimal, hingga sesama KONI bisa terlantar diluar, Sabtu (5/8/2023) malam.

 

Pengunjung  diantaranya termasuk ada sejumlah berapa awak media, dan juga para Humas KONI pun merasa kecewa dengan kegiatan ini. Lantaran masuk di lokasi banyak aturan.

 

Mbak-mbak yang merupakan panitia kegiatan menjelaskan, bahwa yang bisa masuk harus memakai gelang, dan untuk media sendiri sudah di list dan itu pilihan dari Kominfo Jateng, untuk media lokal (yang tidak ada namanya) kami sudah menyediakan tiket. Namun ditempatkan bersama penonton dan itu semua kebijakan Koni,” ucapnya.

 

Lanjut panitia koordinator menyampaikan, yang bisa masuk sudah ada nama-namanya pilihan dari Koni dan Kominfo,” tambah Keci panitia

 

Salah satu anggota KONI yang berasal dari Kabupaten Demak mengatakan, ia merasa kecewa. Pasalnya, ini sangat tidak baik, karena menurutnya peraturannya banyak.

 

“Dirinya juga mengaku, karena banyak tamu undangan yang berasal dari luar kota, apalagi jika ia mengajak keluarga namun tidak bisa masuk, hanya tertentu saja,” ungkapnya.

 

Selain KONI Demak, ada juga dari Kabupaten Brebes mengalami hal yang sama, dirinya juga mengaku kecewa dan mengeluhkannya, sebab sebagai Humas memiliki tugas untuk mengambil gambar.

 

“Untuk itu, jika tidak diperbolehkan masuk terus bagaimana cara mengambil gambar dalam rangkaian kegiatan tersebut,” keluhnya.

 

(Red)

Bisa Geleng-geleng kepala Setelah Tau Profil Sosok Gus Yang Ketangkap Basah Dengan Istri Sah Orang Lain, Astaghfirullah,,,,,,,!!!!!

 

PATI, Batara.news |Publik dibuat geleng-geleng kepala setelah tau profil Gus “RKM” dari Desa di kecamatan Sukolilo, kabupaten Pati, Jawa Tengah yang kedapatan berselingkuh dan tinggal satu atap dengan oknum Ustadzah berinisial DP ternyata bukan orang sembarangan.

 

Dilansir dari Koranpagionline.com, Gus “RKM” bergabung dengan Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1 Agustus 2022 pasca didaulat jadi Ketua Wilayah Partai UKM Indonesia yang berlangsung di Kalibata City, Jakarta Selatan.

 

Selain itu, Gus “RKM” juga siap maju sebagai bakal calon kandidat DPR RI Dapil lll Jawa Tengah meliputi kabupaten Pati, kabupaten Rembang, kabupaten Blora dan kabupaten Grobogan.

 

Pria kelahiran Juni 1981 lalu merupakan Tokoh muda nasional yang sudah malang melintang dalam dunia pergerakan dari mulai Badan Eksekutif Mahasiswa, PMII, IPNU, Ansor, Pagar Nusa, Brikom LIRA, dan KNPI. Dan KNPI ini sudah siapkan diri turun gunung untuk blusukan dengan konsep satu desa satu pengusaha atau satu desa satu UKM.

 

Kisah asmara terselubung mereka berdua akhirnya tercium sang suami, Gus R dan DP di grebeg suami sah DP bersama kerabatnya yang di saksikan perngkat desa setempat dan Babinkamtibnas Polsek Pati Kota di salah satu rumah lantai 2 di Desa Kemiri, Pati pada Rabu (26/7/2023) dini hari sekitar pukul 01,25 WIB yang di duga tidur sekamar.

 

Di ketahui, Oknum Ustadzah DP lahir di Desa Kayen, Pati pada September 1985. 𝚂ekitar 17 tahun yang lalu, DP menikah dengan MANH yang merupakan warga kabupaten Kendal, dari pernikahan tersebut, mereka di karuniai 3 orang anak, satu perempuan dan 2 laki-laki. Sebagai Ustadzah, DP dikenal tegas terhadap anak didiknya saat mengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) di Kendal.

 

/Red

Begini Alur Cerita Hilangnya BB Pengangkut Solar Subsidi Di Polresta Pati 

 

Pati, Batara.news | Begini Misteri hilangnya Barang bukti Mobil Elf bermuatan solar subsidi yang tiba-tiba raib saat terparkir di halaman kantor Polresta Pati, ternyata berpindah tempat parkir di belakang kantor Reskrim Polresta Pati.

 

Dijelaskan melalui Kasatreskrim Polresta Pati Ongko Seno G. Sukahar S.H.., S.KI.K., saat dikonfirmasi awak media 28/7/23, dikarenakan barang bukti tersebut berisikan BBM jenis solar dikategorikan berbahaya maka unit tersebut diamankan ditempat yang sesuai, yakni di pindah dibelakang kantor satreskrim Polresta Pati yang diperkirakan jauh lebih aman.

 

Kronologi tertangkapnya barang bukti tersebut berawal dari laporan informasi Warga kepada kepolisian bahwa ada kegiatan yang melanggar hukum, pengangsu solar subsidi di SPBU wilayah kecamatan Juwana, sehingga aparat kepolisian dari Polresta Pati segera ke TKP dan menemukan barang bukti tersebut.

 

Dari hasil pengamanan barang bukti sudah diamankan oleh pihak kepolisian polresta Pati kemudian dari pihak Sopir yang mengangkut barang bukti sudah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian polresta Pati,

 

“Saat ini masih dalam proses penanganan dan pengembangan, dan posisi kendaraan kami amankan di ruang tertutup, karena disitu ada BBM-nya harus diamankan ditempat yang tidak pantas”, imbuh Kasatreskrim Polresta Pati.

 

Sementara pihak kepolisian polresta Pati akan tetap menangani kasus tersebut dan diproses sesuai aturan hukum negara, yang mana kepolisian sebagai penegak hukum dan pengayom masyarakat.

 

 

/Red

Gelar Sebutan “Gus” Pria ini Tinggal Serumah Dengan Istri Orang Dan Tertangkap Basah Oleh Suami Sah

 

Pati, Batara.news | ketangkap basah simpan istri orang selama 3 Minggu, laki-laki bergelar Gus Inisial “RHM” Pimpinan Relawan Ronggo Sakti asal Desa Baleyadi kecamatan Sukolilo Pati, melakukan perbuatan yang tak terpuji terdapat bersamaan selama 3 Minggu bersama istri orang bahkan tinggal sekamar bersama.

 

Bermula dari kecurigaan sang suami Inisial “ARP” asal Kendal, tiga Minggu lalu ia yang tengah mengantar istrinya pulang ke Pati dan dijemput oleh keluarganya di tengah jalan, namun setelah berjalanya waktu sang suami mendapat kabar bahwa istrinya tidak pulang sampai di rumah mertuanya di Desa Kayen ia sangat terkejut, terlebih lagi di susul dengan undangan gugatan cerai secara tiba-tiba yang dilalukan oleh istrinya inisial “DPS” asal Desa Kayen.

 

ARP yang sontak dibuat curiga dengan kelakuan sang istri kemudian mengirim meminta tolong untuk mencari keberadaan istrinya secara diam-diam, alhasil pencarian mendapatkan petunjuk yang akurat, ironisnya sang istri berada di Desa Kemiri bersama RKM selama meng hilang tanpa kabar.

 

Tak butuh waktu lama kemudian ARP bergegas dari Kendal ke pati untuk memastikan kabar tersebut, sesampai di TKP Desa Kemiri Selasa pukul 01:25 malam hari 26/7/23 bersama RT setempat dan Keamanan dari Babinkamtibmas setempat mendatangi rumah target, sangat mengejutkan kebenaran di tempat kejadian Istri ARP benar-benar satu rumah dengan panggilan Gus Inisial RKM.

 

Untuk menjaga kondusifitas setempat kemudian RKM beserta Istri ARP di bawa di Polsek Pati Kota untuk diberikan ruang mediasi secara kekeluwargaan, namun tak menuai hasil titik terang ARP berencana akan melaporkan perkara tersebut di Unit PPA Polresta Pati atau di Unit PPA Polres Kendal.

 

Meskipun ARP kecewa dengan kenyataan yang ada, Istrinya tinggal serumah bersama RKM selama 3 Minggu ini, namun ia merasa lega bahwa selama ini yang digugatkan dirinya di Pengadilan Agama Pati tidak sesuai dengan isi gugatannya, sangat berbalik 100% dengan segala yang dituduhkan kepadanya,

 

“Selama ini saya sudah memberikan kewajiban saya sebagai suami secara lahir dan batin kepada istri saya, dengan tanggung jawab penuh, namun ini sangat menjadi fitnah didalam gugatan yang dibalikkan fakta seolah saya semua yang bersalah”, ucap ARP.

 

Sementara sampai berita ini diterbitkan Pendamping Hukum dari pihak istri inisial DPS tidak berkenan untuk dimintai konfirmasi wawancara terkait masalah tersebut, dengan alasan permintaan kleyenya.

 

/DN

Aldi Hilang Terseret Arus Sungai Silugonggo Juwana, Begini Kronologinya 

 

Batara.news || Lengah menjadi insiden Naas, seorang anggota pekerja Nelayan bermain hp di atas kapal yang hendak berangkat berlayar mencari ikan terjatuh dan korban sampai saat ini belum di temukan.

 

Menurut informasi laporan kegiatan Satpol Airud Polresta Pati, kejadian Hari Minggu 09 Juli 2023 di sungai Silugonggo Juwana kabupaten Pati, bermula korban terjatuh di ketahui atas nama Aldi 19 tahun, Laki-laki Warga dukuh jamberoso RT 1 RW 3 DS Tambahrejo Kecamatan Bandar Kabupaten Batang ini sedang asik bermain hp di Dek atas kapal KM. SURYA KARTIKA SAKTI 1 berniat hendak berangkat melaut,

 

 

Namun tiba-tiba beberapa rekanya mendengar suara orang minta tolong maka bergegaslah beberapa rekanya memastikan darimana asal suara minta tolong tersebut, setelah melihat sumber jelas taklain adalah Aldi rekan kerja mereka sendiri yang sedang terseret arus sungai Kali Siluonggo, namun sayang dengan posisi tempat kejadian yang begitu gelap saat malam hari, sekitar pukul 20:30 WIB rekan-rekan Aldi kesulitan menolongnya.

 

Akhirnya peristiwa tersebut di laporkan di Satpol Airud Polresta Pati, kemudia di tindak lanjuti di tempat kejadian meminta keterangan dari saksi-saksi yang mengetahui dan segera berkoordinasi dengan Basarnas untuk di lakukanya pencarian korban terjatuh yang masih belum ditemukan.

 

Adapun ciri-ciri korban mengenakan kaos lengan pendek dengan warna merah dan memakai celana jeans hitam.

 

/Red

 

Lagi-lagi Longsor Galian C Sukolilo Timbulkan Korban Jiwa

 

Pati, Batara.news || Longsor galian C menimpa Truck Dum yang antri memuat material Padas kapor, tragis sang supir meninggal dunia di tempat kejadian, diduga pengelola lahan galian mengabaikan standart keselamatan kerja.

 

Galian C yang berlokasi tepat di Desa Wegil kecamatan Sukolilo 2/7/23 menjadi insiden tragis super Truck Dum dari desa Geyer Grobokan Jawa tengah menjadi hari Naasnya, kejadian sekitar pukul 11:30 WIB.

 

Terpisah, Kades Wegil Heri Priyanto, membenarkan adanya peristiwa longsornya galian C yang menimbulkan kobar meninggal dunia, menurut keteranganya korban meninggal dunia di ketahui adalah warga Geyer Grobogan,

 

 

“Ya yang meninggal Sugiyono orang Geyer Grobogan kurang lebih umur 30 tahun, namun penyebab longsornya apa saya kurang tau informasinya mas”, ucap kades Wegil.

 

Sementara dari pihak kepolisian Polsek Sukolilo baru sampai di tempat kejadian belum dapat di mintai informasi lebih lanjut apa yang menjadi penyebab Longsornya Galian tersebut,

 

AKP Sahlan menjelaskan saat di konfirmasi lewat telefon WA, ” iya mas,, nanti saya kabari lagi ini saya baru sampai di TKP karena akses masuk kelokasi agak kesulitan”, Tegas Kapolsek Sukolilo.

 

/Red

 

 

Ketua Asosiasi Nelayan Jaring Cumi Angkat Bicara: Kenapa Pelaku Pembakaran Kapal Di Kalbar Masih Belum Di Proses Hukum, Pelaku Sudah mengakui Perbuatanya

 

Pati Batara.news || Jelas-jelas sudah ada pengakuan tertulis pelaku pembakaran kapal KM AJB I dan KM WAHANA NILAM IV, Nelayan Juwana dan Rambang di Perairan Datu Kalimantan Barat, yang terjadi pada tanggal 21 Juni 2023, pelaku tersebut belum terproses hukum seperti kebal hukum diduga ada aktor besar sebagai dalang diperistiwa pembakaran Kapal tersebut.

 

Dengan adanya kasus serupa sampai kelima kalinya ini jangan sampai menjadi peristiwa yang berkepanjangan dan berulang-ulang, pasalnya kedua kapal yang dibakar tersebut sudah sesuai secara sistim kerjanya dan sesuai Dokumentasi kapalnya dan bukan kapal jenis Cantrang.

 

Haji Utomo mewakili HNSI Pati (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) dan juga mewakili sebagai ketua Nelayan Kapal Cumi angkat bicara saat dikonfirmasi awak media Batara.news di kediamannya Rabo 28/6/23, ia menjelaskan bahwa sebenarnya para pelaku pembakaran kapal diperairan Datu Kalimantan Barat sudah ada pengakuan secara tertulis di kantor Posal Sungai Kakap, namun entah mengapa mereka tidak terproses hukum hingga saat ini,

 

 

“Makanya saya berharap supaya pelakunya ini supaya di proses hukum, padahal pelakunya ini sudah membuat pernyataan di Pos TNI Angkatan Laut, pernyataan tertulis tapi kenapa kok nggak di proses, dan jangan hanya pelakunya aja yang di proses nanti, tapi aktor intelektualnya juga harus dicari,, dia ini di suruh bosnya atau pihak lain”, ucap Haji Utomo.

 

Menurutnya jika tidak diproses hukum akan menjadikan konflik Horisontal dengan adanya kejadian seperti ini, dan ini bukan kejadian yang pertama kalinya, berkaca kejadian yang sama di kepulauan Masolembu, kemudian dilaporkan di Kepolisian Polda Jatim ahirnya di proses secara hukum dan sampai saat ini disana sudah aman dan kondusif tidak pernah lagi ada kejadian seperti itu.

 

Harapannya kejadian di Perairan Datu Kalimantan Barat ini Juga dapat diproses secara hukum, sementara Upaya tempuh jalur Hukum kasus tersebut telah diadukan di DPRI seminggu yang lalu setelah itu juga sudah membuat laporan di Mabes Bareskrim dan sudah disposisikan.

Baca juga : Kapal Juwana Yang Di Bakar Di Perairan Kalbar Bukan Kapal Jenis Cantrang, APH Harus Mengusut Tuntas https://batara.news/2023/06/24/kapal-juwana-yang-di-bakar-di-perairan-kalbar-bukan-kapal-jenis-cangkrang-aph-harus-mengusut-tuntas/

 

/DN

Demo Di Pendopo Kabupaten Pati: Ganjar Di Nilai Salah Memilih Penjabat Sementara Kabupaten Pati

 

Pati,Batara.news | Pendopo Kabupaten Pati digruduk ribuan masa dari persatuan RT /RW dan Paradenusantara, FKDI (Forum Kepala Desa Indonesia) Suarakan Aspirasi Hak RT dan RW 22/6/23, pemKab Pati Berikan sambutan tidak nyaman dengan pendemo pendemo menilai .

 

Sangat disayangkan aksi Demo hari ini takmembuahkan hasil seperti yang diharapkan, menaikkan anggaran Insentif untuk RT dan RW di Kabupaten Pati yang saat ini dinilai sangat rendah hanya 500 ribu pertahun, yang di harapkan oleh para pendemo, pemerintah dapat menaikkan anggaran Insentif RT/RW menjadi 500 ribu perbulan, contoh seperti yang sudah berjalan di wilayah kabupaten Lainya seperti di Kudus, Jepara dan lainya yang sudah menerima hak RT/RW yang sesuai.

 

Sementara itu Ketua FKDI DPD Kabupaten Pati, Sutrisno S,H menilai tidak menjadi alasan yang tepat jika Pemerintah kabupaten Pati beralasan tidak dapat merailisasinkan karena tidak adanya anggaran Daerah saat ini, Sealin itu tanggapan dari Penjabat Bupati Pati Henggar Budi Anggoro terkesan tidak bisa bijak dan lebih sopan menerima tamu Demontran hari ini,

 

 

“Saya rasa pak Ganjar ini salah menunjuk orang menjadikan penjabat sementara di Kabupaten Pati Ini”, ucap Sutrisno Ketua FKDI.

 

Senada di sampaikan oleh Kepala Desa Ngagel kecamatan Dukuhseti Suwardi, untuk saat ini belum mendapatkan hasil atau jawaban yang maksimal oleh pemerintah kabupaten Pati,

 

” Jika memang nanti tidak direalisai maka kami akan kembali menggelar Demo yang lebih besar lagi”, ucap kades Desa Ngagel.

 

Tidak menutup kemungkinan Demo jilid 2 akan kembali digelar dengan alasan karena Pemerintah kabupaten Pati saat ini masih belum memberikan jawaban pasti diterimanya Aspirasi anggaran Insentif untuk RT dan RW di kabupaten Pati.

 

 

/Red

 

Geger warga Desa Puri Temukan Mayat Di Dalam Sumur Tua Keadaan Sudah Mulai membusuk

 

Pati, Batara.news | Geger penemuan mayat Laki-laki di Desa Puri RT 4 RW 4 tepat di belakang Sekolahan TK Puri, jasat ditemukan sudah membusuk dan mengeluarkan bau tak sedap menyengat kemana-mana diduga mayat sudah meninggal kurang lebih satu Minggu.

 

Bermula diketahuinya penemuan mayat didalam sumur tua yang tak pernah terpakai di pekarangan salah satu warga Desa Puri, dari salah satu pekerja semprot obat buah keliling warga Jepara yang kebetulan menyemprot buah tebasanya, di lingkungan sekitar tempat kejadian,

 

kemudian mencium bau busuk yang sangat menyengat dari sumur tua tersebut, menjawab rasa penasaran segera melihat apa yang menjadi penyebab bau menyengat itu, setelah dilihat sangat mengejutkan, ternyata bau busuk menyengat adalah jasad orang meninggal,

 

Setelah mengetahui terdapat jasat orang meninggal didalam sumur tersebut penyemprot buah bergegas mendatangi kepala desa Puri dan warga setempat agar segera mengambil tindakan evaluasi jasad tersebut.

 

Menurut keterangan Jumait Sudarsono  Kepala Desa Puri saat di konfirmasi awak media 17/6/23, membenarkan adanya kejadian tersebut bahwa jasad laki-laki yang di temukan di dalam sumur tua adalah warganya sendiri kurang lebih berumur 30 an, ” saya lupa namanya kalau gak salah namanya Tono, yang kemarin adik laki-lakinya baru menikah sekitar lima bulan yang lalu”, ucap Jumait Suharsono Kades Desa Puri.

 

Sementara mayat didalam sumur tua sudah di evaluasi oleh tim Basarnas kabupaten Pati, namun penyebab meninggalnya warga Puri tersebut belum di ketahui secara jelas, menunggu hasil autopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

 

/Red

Warga Miskin Desa Buaran Mayong Gruduk Balai Desa, Ada Yang Tidak Kuat Makan Dan Tidak Dapatkan Bantuan

 

Jepara, Batara.news | Dinilai tak adil dalam memberikan bantuan sosial kepada Masyarakatnya Pemerintah Desa Buaran di Gruduk Ratusan Warganya Sendiri, rata-rata yang ikut menggeruduk Balai Desa kalangan emak-emak dan Lansia yang merasa tidak pernah menerima bansos di Desanya meskipun banyaknya bantuan yang turun dari pemerintah pusat, dan Daerah.

 

Kejadian di Gruduknya Pemerintah Desa Buaran kecamatan Mayong kabupaten Jepara 29/5/23 semerta-merta bukan tanpa Alasan, namun mereka sudah merasa jenuh dengan adanya perlakuan yang tidak adil oleh pemerintah Desa Buaran, justru yang menerima bansos kebanyakan orang mampu dan orang terdekat pemerintah Desa Buaran sendiri yang mendapatkan bansos dari pemerintah.

 

Jelas itu menjadi kecemburuan sosial di masyarakat Desa Buaran sendiri dan menjadi konflik saat ini, sedangkan upaya pemerintah Desa setempat sepertinya hanya berdiam dan tutup mata saja tidak ada kroscek kembali atau merefisi ulang data warga miskin lagi, apakah sudah layak atau tidak yang mendapatkan bansos saat ini.

 

Moh. Soleh salah satu warga juga menyampaikan secara langsung keluhannya bahwa ia juga tidak mendapatkan bansos dari pemerintah bahkan saat ini dirumahnya tidak ada beras sama sekali,

 

“Iki mau pak aku gak mangan,,,iku anakku donok njobo,,, Ono opo kok nganti balai desa rame Ono polisi Yo Ono seng nakone aku,, aku neng ndi,, aku menggok pak,, wong ndek ingi Dino Jum’at wae aku njalok beras ora di keni buku,,, lha nek bukune ora didomno aku njikok Karo opo pak maksute niku ngoten,,”, ucap Moh Soleh menggunakan bahasa Jawa.

 

Selain itu juga sebagian warga yang mendapatkan bantuan masih ada saja yang sengaja memotong bantuan senilai 25 ribu rupiah perorang oleh salah satu oknum pemerintah desa Buaran,

 

Tak hanya itu dengan adanya uang iuran guna menyelenggarakan Sedekah Bumi yang akan di laksanakan di bulan-bulan ini menurut informasinya warga yang mendapat bansos tidak dapat mengambil jatahnya sebelum melunasi iuran sedekah bumi.

 

Dengan adanya banyaknya keluhan dari masalah bansos dan di tuntut transparansinya Pemdes selama ini dari masyarakatnya secara langsung mau tidak mau Pemerintah Desa Buaran harus mau memberikan alasan dan menanggapi keluhan masyarakatnya.

 

/Dn

 

 

 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.