Wau ! Roti Buatan Napi Lapas Pati Ternyata Enak Rasanya, Murah Harganya.

 

Pati, BATARA.NEWS – Dalam rangka menciptakan mutu dan kwalitas warga binaan agar menjadi sosok manusia yang lebih baik ketika kelak kembali kemasyarakat, Punggawa Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Pati, gembeng Narapidana dibidang tata boga pembuatan roti.

 

Bahkan, produk roti bimbingan kerja karya para warga binaan permasyarakatan yang mendekam di Lapas Pati itu terbilang high class dan berkuwalitas bakery.

 

“Ada 4 jenis roti yang dibuat, yaitu, Pisang Coklat, Boy, Kompyang, dan Danis.” ujar Karji, pemuka warga binaan yang berkegiatan dibidang pembuatan roti.

 

Dituturkan Kalapas Pati Febie Dwi Hartanto, melalui Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan dan Giat Kerja (Binadik dan Giatja) Eko Budi, warga binaan yang terlibat dalam proses pembuatan roti sebelumnya mengikuti pelatihan bersama petugas Balai Latian Kerja Pati.

 

“Selain mengedepankan mutu dan kwalitas, proses pembuatan roti ini dilakukan secara teliti. Seperti ukuran, pembuatan adonan, hingga proses pencetakan, pengovenan, selalu diawasi terkait kebersihannya. Supaya hasilnya benar-benat higienis.” tuturnya,

 

Selain itu roti produk Lapas Pati, lanjutnya, dibuat tanpa bahan pengawet dan tahan hingga 4 hari.

 

“Dari 4 jenis roti kita pasarkan Rp 3000 perbiji.” imbuhnya,

 

Dengan memberikan pelatihan dibidang pembutan roti tersebut, Kasi Binadik dan Giatja kelahiran Kudus itu berharap, Warga Binaan Lapas Pati sudah bebas dari masa hukuman dapat menjadi sosok manusia yang lebih baik dan tidak mengulangi lagi perbuatannya.

 

“Dengan pelatihan ini kami berharap dapat dijadikan bekal kemandirian mereka kelak kalau sudah kembali ke masyarakat.” pungkasnya.

 

/Red

Lapas Pati Rutin Gelar Test Urin, Kalapas Sebut Wujud Konsisten Perang Terhadap Narkoba

 

PATI, BATARA.NEWS – Wujud eksistensi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Pati, Jawa Tengah, dalam memerangi peredaran narkotika diimplementasikan dengan menggelar test urine yang dilaksanakan seminggu sekali.

 

Setidaknya dalam kurun waktu satu bulan ini petugas Lapas Pati berhasil melakukan tes urin terhadap kurang lebih 80 persen warga binaan yang terjerat perkara narkoba.

 

Dikatakan Febie Dwi Hartanto, A Md. IP., SH Kalapas Pati, dalam rangka melaksanakan peran pembinaan, pihaknya juga telah berkomitment untuk menyatakan perang terhadap peredaran narkoba.

 

“Ada 60 hingga 75 warga binaan yang berperkara dengan narkotika sudah dilakukan tes urin. Dan alhamdulillah hasilnya negatif, tidak ada yang potif.” tuturnya, Jumat, 30 juni 2023.

 

Lantaran peredaran barang haram tersebut tak mengenal tempat dan lokasi, orang nomer satu di Lapas Pati itu juga teleh mengintruksikan kepada jajaran petugas keamanan agar lebih waspada serta memperketat penjagaan.

 

“Selain memperketat penjagaan dan memastikan kalau Lapas Pati bebas dari narkoba, seminggu sekali setidaknya ada sekitar 15 warga binaan dengan perkara narkoba yang ditest urine.”terangnya,

 

Mereka para warga binaan dengan perkara nakotika, lanjutnya, harus ditangani dan dibina dengan baik supaya kelak ketika bebes dapat bebar-benar bisa sembuh dari jerat narkoba.

 

”Kalau mereka keluar dari sini kami berharap dapat sembuh dari narkoba dan menjadi manusia yang lebih baik dimasyarakat.” tandas Kalapas.

 

Sementara Febie menjelaskan, masih sekira 20 persen lagi warga binaan dengan perkara narkoba di Lapas Pati yang belum dilakukan test urine.

 

/Red

Warga Binaan LP Pati Sulap Mainsat Penjara Sebagai Wadah Kreatifitas

 

PATI, BATARA.NEWS – Nampaknya publik harus tau, bahwa mainsat Lembaga Pemasyarakat yang dikenal sebagian orang suatu tempat menyeramkan lantaran dihuni para penjahat kelas teri hingga kakap, ternyata hal tersebut sangatlah tidak benar.

 

Buktinya seperti di Lembaga Permasyarakatan Kelas II B Kabupaten Pati, Jawa Tengah ini, puluhan terpidana dari berbagai persoalan pelanggaran hukum justru digembleng menjadi sosok manusia yang mandiri dan humanis.

 

Prilaku budi pekerti luhur serta andap asor dan sopan santun ketika berinteraksi dengan sesama selalu diajarkan para petugas Lapas Pati dengan pelecut semangat supaya eks Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) kelak ketika sudah selesai menjalani masa hukuman dapat menjadi sosok manusia yang lebih baik dimasyarakat.

 

Selain memberikan pembinaan norma-norma kesopanan dan keagamaan, petugas Lapas Pati juga mengasah kereatifitas WBP dengan berbagai masam kegiatan positif dibidang sosial kemasyarakatan, seperti membuat roti, paving, pengolahan kopi lokal (jolong), perikanan, peternakan, dan pembuatan pernak pernik hiasan rumah.

 

Dikatakan Kepala Lapas Pati, melalui Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Eko Budi , H.A.Md.IP.SH.MM., selain pembuatan roti berkuwalitas bekri dan paving, ada kegiatan menarik karya WBP yang layak untuk dikabarkan kepada publik, yakni ihwal pembuatan pernak pernik hiasan rumah berbahan stik es dan bambu.

 

“Misalnya seperti miniatur motor harlay, kapal pesiar, patung ular naga dan lain sebagainya,” tuturnya, kamis, 15 juni 2023.

 

Selain kwalitas yang cantik dan eksotis, lanjutnya, harga jual kerajinan tangan tersebut dirasa juga tidak berat diongkos.

 

“Kalau ada yang minat, produk karya seni itu dipasarkan sesuai dengan tingkat keindahan dan kerumitannya. Dan semua hasil produk karya warga binaan Lapas Pati, ada di tampilkan pada gerai yang tersedia di ruko depan kantor ” tandasnya.

 

/Red

Antisipasi Penyakit Menular, 135 Warga Binaan LP Pati Disuntik Vaksin

 

PATI, BATARA.NEWS – Wujud keseriusan dalam penanganan wabah penyakit menular hingga sampai saat ini ternyata marsih dioptimalkan Pemerintah ditengah lapisan masyarakat.

 

Bahkan, tak hanya masyarakat umum saja yang menjadi sasaran utama progam kesehatan tersebut. Namun kali ini, setidaknya ada 135 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati, juga turut menjadi sasaran prioritas Pemerintah dalam mengantisipasi wabah penyakit menular seperti halnya wabah virus Covid 19.

 

Dituturkan Kepala Lembaga Permasyarakatan (Kalapas) Kelas IIB Pati, Febie Dwi Hartanto, A Md. IP., SH ., melalui Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan dan Kegiatan Kerja (Binadik dan Giatja) Eko Budi , H.A.Md.IP.SH.MM., kegiatan vaksinasi kali ini merupakan wujud implementasi progam Pemerintah terkait dengan penanggulangan wabah penyakit menular.

 

“Menindak lanjuti progam Pemerintah terkait dengan vaksin boster yang menuju ke warga binaan Lapas kelas IIB Pati. Untuk tahap vaksinya, dari yang sama sekali belum vaksin terus setelah vaksin yang kedua.” ujarnya, selasa, 23 mei 2023.

 

Progam vaksinasi yang disalurkan melalui Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia ( Kemenkumham RI ) itu, lanjutnya, juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pati.

 

“Yang ikut vaksinasi kurang lebih ada 135 warga binaan, dan selanjutnya akan dilakukan cek kesehatan setelah dilakukan vaksinasi secara berkala.” terangnya,

 

Lantaran progam vaksinasi tersebut juga menyasar kepada masyarakat umum, lebih lanjut Eko menjelaskan, saat ini sudah 50% warga binaan Lapas Kelas IIB Pati yang sudah divaksin.

 

“Target sudah 50%, karena jumlah vaksin dari Dinas Kesehatan juga menyasar masyarakat diluar dan warga binaan, jadi bertahap.” paparnya,

 

Sementara itu, kegiatan vaksinasi yang berlangsung di Lapas Kelas IIB Pati kali ini juga dibantu oleh tenaga medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Puskesmas Pati 1, dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

 

“Walau pun didalam tidak memberikan penyakit menular, jadi antisipasi kalau populasinya semua sehat, kedepannya pembinaan yang dilakukan di Lapas Pati juga berjalan dengan baik dan keamanan kondusif.” pungkas Eko.

 

/Red

Lapas Pati Panen LeLe 280 Kg, Keberhasilan SAE Lapas Kelas llB Pati

Batara.news

Pati, Batara.news | 10/09, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati pada hari Sabtu, tanggal 10 September 2022, Ikan lele seberat 280 Kg dipanen dari kolam SAE .
Kegiatan ini merupakan hasil program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah dilaksanakan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati.


Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang telah dilaksanakan sejak bulan Juli 2021 telah berkembang dengan baik, hal tersebut dibuktikan dengan bertambahnya jumlah kolam ikan lele yang semula berjumlah 4 kolam menjadi 11 kolam,

dan tidak menutup kemungkinan dalam waktu yang tidak terlalu lama, jumlah kolam lele akan bertambah lagi mengingat bahwa ikan lele budidaya WBP Lapas Pati sudah mempunyai pembeli tetap dan tiap saat bersedia membeli ikan lele dari Lapas Pati.


Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIB Pati, Iswanto kepada Humas Lapas Kelas IIB Pati menyampaikan bahwa keberhasilan budidaya pembesaran ikan lele di kolam Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Kelas IIB Pati merupakan hasil dukungan semua pihak terkait,

utamanya dukungan dari Kalapas Pati yang senantiasa memberikan dorongan dan semangat bagi keberhasilan Program Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE).


Selanjutnya Kasubsi Kegiatan Kerja juga menyampaikan bahwa akan menabur bibit ikan lele sekitar 30.000 ekor lagi diharapkan bisa panen setiap bulannya.


Dalam panen kali ini lele yang dipanen sekitar ± 280 Kg, itu juga belum semuanya karena yang layak di jual adalah lele yang telah dilakukan penyaringan (sortir) dan kemungkinan dalam waktu sebulan lagi ikan lele yang masih ada akan segera dipanen lagi.
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pati akan terus berinovasi dalam pengembangan pembinaan untuk Warga Binaan Pemasyatakatan.

/Red

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.