Infrastruktur Publik Bojonegoro Disinyalir Digarap Asal Jadi, Bengini Kata Aksivis Kota Ledre 

Berita Daerah418 Dilihat

 

BOJONEGORO, BATARA.NEWS – Aktivis pengamat transparansi publik Bojonegoro, Jatim, soroti sejumlah pembangunan infrastruktur jalan di Kota Ledre yang terkesan ada skandal kong kali kong untuk ajang bisnis.

 

Misalnya seperti proyek rigid beton di jalan penghubung Desa Sendang Harjo Kolong, Kecamatan Ngasem ini, kegiatan pembangunan fasilitas publik yang dibiayai oleh duwit rakyat Bojonegoro melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2023 sebanyak Rp.14.904.139.820.45,- tersebut, setelah dicermati secara teknis dan akademis ternyata diduga ada pengurangan spesifikasi atau kwalitas.

 

Dikatakan aktivis transparanis publik kelahiran Bojonegoro, Mufidi muzayyin, proyek pembangunan jalan penghubung Desa Sendang Harjo Kolong, disinyalir sengaja digarap tidak sesuai spesifikasi dan patut dicurigai ada indikasi dugaan konspirasi licik yang dimainkan oleh pihak rekanan dan oknum pengawas teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro.

 

“Material besi strous yang kurang memenuhi spesifikasi kedalamannya sehingga tampak panjang sisa ruasnya ke pucuk sehingga di asumsikan muncul dugaan pengurangan volume beton konkrit yang dituang dalam lobang strouss.” terangnya, senin 26 juni 2023.

 

Dirinya juga mengajak seluruh warga masyarakat Bojonegoro untuk turut mengawasi pembangunan proyek rigid beton yang dikerjakan oleh PT. Alba Jaya Construction dengan alamat JL Monginsidi 84 Bojonegoro itu.

 

“Yang digunakan untuk membangun itu uang rakyat, tak ada salahnya jika rakyat minta kwalitas bangunan yang baik. Jangan sampai uang rakyat yang dikelola menjadi APBD hanya dijadikan ajang bisnis oleh orang-orang yang bisa bermain konspirasi bersama oknum birokrat.” serunya,

 

Pria yang paham tengang teknis kontruksi itu menyebutkan, pemasangan strouss akan menjadi penguat ikatan pada konstruksi rigid beton.

 

“Jika kedalamannya kurang juga dapat mengurangi qualitas kekuatan cor beton, bahkan bisa terjadi keretakan pada segmen ruas kanan dan kiri jalan, yang dapat mengakibatkan renggang dan longgar.” pungkasnya.

 

Santernya kritikan pedas yang dilontarkan publik ihwal carut marut kwalitas pembangunan infrastruktur tersebut, tak membuat orang nomer satu di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Binas Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro itu untuk berenjak berdiri dari kusri empuknya.

 

Justru ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut Kepala Dinas yang membidangi soal urusan pembangunan di Kabupaten Bojonegoro itu terkesan cuwek-cuwek bebek dan tak mau ambil pusing.

 

/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *