BOJONEGORO –Batara.news|| Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menorehkan tinta emas di panggung nasional. Di tengah berbagai tantangan tata kelola pemerintahan, Bojonegoro justru tampil sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik melalui raihan penghargaan Prestasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dengan Status Kinerja Tinggi berdasarkan hasil Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Tahun 2025.
Penghargaan prestisius itu diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto kepada Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX di halaman Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Senin (27/4/2026).
Capaian tersebut sontak menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro sekaligus Ketua Komisi C DPRD Bojonegoro, Ahmad Supriyanto.
Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan penegasan bahwa roda pemerintahan di Bojonegoro bergerak pada jalur yang tepat—mengutamakan pelayanan publik, transparansi, serta keberpihakan kepada masyarakat.
“Kami dari Fraksi Golkar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Setyo Wahono beserta seluruh jajaran OPD. Status Kinerja Tinggi ini bukan hanya angka administratif, tetapi cerminan dari kerja nyata dan dedikasi dalam membangun pelayanan publik yang berkualitas,” tegas Ahmad Supriyanto.
Politisi senior Golkar itu menilai, penghargaan tersebut lahir dari konsistensi pemerintah daerah dalam membangun birokrasi yang sehat, responsif, dan berorientasi pada hasil.
Ia menyebut, sinergi antara eksekutif dan seluruh elemen pemerintahan hingga level desa menjadi fondasi utama keberhasilan itu.
Baginya, keberhasilan ini sejalan dengan semangat Hari Otonomi Daerah yang menekankan pentingnya kepemimpinan kuat, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dari akar rumput.
“Otonomi daerah bukan hanya soal kewenangan, tetapi soal kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi rakyat. Kami melihat Pemkab Bojonegoro berhasil menerjemahkan itu dengan baik. Ini adalah kebanggaan bersama,” ujarnya.
Sebagai Ketua Komisi C DPRD, Ahmad Supriyanto juga menegaskan bahwa pihak legislatif akan terus mengawal program-program pembangunan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat serta menjaga kualitas pelayanan publik yang telah dicapai.
“Prestasi ini harus menjadi standar baru, bukan titik akhir. Yang paling penting adalah bagaimana penghargaan ini benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. DPRD akan terus menjalankan fungsi pengawasan agar capaian ini tetap terjaga,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Setyo Wahono menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan buah dari kerja kolektif seluruh aparatur pemerintah, mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa.
Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi pelayanan publik yang lebih cepat, tepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Seluruh jajaran ASN sudah kita dorong untuk terus berinovasi. Fokus kami ke depan adalah memastikan bahwa prestasi ini berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara merata,” tutur Wahono.
Dengan capaian ini, Bojonegoro kembali menegaskan diri bukan hanya sebagai daerah penghasil migas, tetapi juga sebagai daerah yang mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang matang, modern, dan berorientasi pada masa depan rakyatnya.
Penulis:Alisugiono.












