Diduga Jadi Korban Hipnotis, Nenek 86 Tahun di Sukosewu Bojonegoro Kehilangan Emas 34 Gram Usai Dijanjikan Berangkat Haji

https://batara.news/wp-content/uploads/2026/03/

BOJONEGORO – Batara.news || Seorang nenek bernama Sukimah (86), warga RT 12 RW 3 Dukuh Sidomulyo, Desa Klepek, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, diduga menjadi korban penipuan bermodus hipnotis. Korban kehilangan perhiasan emas seberat kurang lebih 34 gram yang merupakan hasil tabungan dari kerja serabutan selama bertahun-tahun.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin sekitar pukul 12.00 WIB. senin 20/4/2026 Saat itu, korban yang tinggal seorang diri didatangi dua orang tak dikenal yang mengaku sebagai keluarga atau keponakan.

Pelaku memanfaatkan cerita lama bahwa korban pernah memiliki keponakan yang telah meninggal sekitar 20 tahun lalu. Dengan pendekatan yang meyakinkan, pelaku kemudian menjanjikan akan memberangkatkan korban untuk menunaikan ibadah haji.

Untuk meyakinkan korban, pelaku sempat membeli sembako di toko sekitar dan memberikannya kepada korban, bahkan menjanjikan bantuan uang sebesar Rp10 juta untuk acara syukuran.

Korban yang percaya kemudian menuruti permintaan pelaku dan menyerahkan seluruh perhiasan emas miliknya. Emas tersebut terdiri dari satu kalung seberat sekitar 20 gram dan dua gelang dengan total berat sekitar 14 gram.

Dalam pengakuannya, korban menuturkan, “Kulo diparani wong loro, emas kulo dijaluk arep dibudhalno haji,” katanya.selasa (21/4/2026)

Setelah kejadian, korban baru menyadari adanya kejanggalan pada dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, lantaran tidak mengetahui identitas kedua pelaku yang telah membawa seluruh emasnya.

Keesokan harinya, korban melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT. Selanjutnya, Ketua RT menghubungi Kepala Dusun (Kasun) setempat.

Menurut keterangan Kasun Dwi Puryanto saat dikonfirmasi, pihaknya membenarkan adanya kejadian tersebut. “Iyo bener, korban didatangi wong loro sing ngakune sedulure. Terus korban dikon nyerahno emas karo alesan arep dibudhalno haji. Saiki wis tak arahke ben lapor nang polisi,” ujarnya.

Diketahui, kondisi ekonomi korban tergolong kurang mampu. Rumah yang ditempati bahkan baru saja mendapatkan bantuan program bedah rumah dari pemerintah.

Kasus ini mencuat setelah video pengakuan korban beredar di media sosial. Modus penipuan dengan pendekatan emosional seperti ini kerap menyasar lansia, terutama yang tinggal sendirian.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus tersebut.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan tidak mudah percaya terhadap orang asing yang menawarkan bantuan atau janji yang tidak masuk akal.

Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat jika menemukan aktivitas mencurigakan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.

 

Penulis:Alisugiono.