Semangat Hari Kartini, MA Al Abror Sukosewu Tanamkan Filosofi Keluarga “Naik Tangga Kehidupan” Lewat Ujian Praktik Pernikahan

https://batara.news/wp-content/uploads/2026/03/

BOJONEGORO – Peringatan Hari Kartini dimaknai berbeda oleh siswa-siswi MA Al Abror Sukosewu. Selain melaksanakan ujian praktik pernikahan, lembaga ini juga menanamkan nilai pendidikan keluarga melalui filosofi “rumah sebagai tangga kehidupan” bagi siswa kelas XII, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan yang digelar di halaman gedung sekolah tersebut diikuti siswa kelas XII dan disaksikan oleh seluruh siswa kelas X dan XI, serta para guru pembimbing dan pengajar.

Tidak sekadar praktik seremonial, kegiatan ini menjadi sarana edukasi yang mengajarkan bahwa membangun rumah tangga bukan hanya soal akad, tetapi proses panjang yang harus dilalui dengan kesiapan mental, ilmu, dan tanggung jawab.

Dalam sambutannya, Kepala MA Al Abror Sukosewu, Muhibbin Aziz Rohmatulloh, menekankan pentingnya pemahaman berkeluarga secara utuh bagi generasi muda.

“Rumah tangga itu seperti menaiki tangga. Tidak bisa langsung ke atas, tetapi harus bertahap—dimulai dari niat, saling menghargai, komunikasi, hingga mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya kelak,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam keluarga tidak ada konsep saling mendominasi, melainkan saling membangun dan tumbuh bersama.

“Suami dan istri itu adalah mitra. Keduanya harus saling belajar, saling menguatkan, dan bersama-sama mendidik anak dengan contoh yang baik,” tambahnya.

Lebih lanjut, momentum Hari Kartini dijadikan refleksi akan pentingnya peran perempuan dalam keluarga dan masyarakat, sebagai sosok yang tidak hanya mendampingi, tetapi juga berperan aktif dalam membangun generasi.

Menariknya, lokasi MA Al Abror Sukosewu yang berdekatan dengan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat memberikan nilai tambah tersendiri.

Para siswa mendapatkan bimbingan langsung dari pihak KUA, sehingga praktik pernikahan yang dilakukan sesuai dengan ketentuan agama dan administrasi resmi.

Dengan mengusung pendekatan edukatif dan filosofis, kegiatan ini diharapkan mampu membekali siswa tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam menghadapi kehidupan berumah tangga di masa depan.

Kegiatan pun berlangsung khidmat dan penuh antusias, menjadi pengalaman berharga sekaligus pembelajaran nyata bagi seluruh siswa yang terlibat.

 

Penulis:Alisugiono.