Sukosewu bersemangat rayakan HUT kemerdekaan ke 80

Bojonegoro,- Batara.news|| Ribuan warga Sukosewu, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, mengikuti jalan sehat dalam rangka HUT Kemerdekaan ke-80.

 

Acara ini digelar pada Sabtu pagi (30/08/2025) dan disambut dengan antusias dan kemeriahan yang luar biasa oleh masyarakat setempat.

 

Kades Suwarno dalam sambutanya mengatakan,”Kegiatan Jalan Sehat ini bukan hanya untuk memeriahkan HUT RI, akan tetapi juga sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Suwarno, Kepala Desa Sukosewu, dalam sambutannya.

 

Suwarno juga menambahkan, “Saya berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa persatuan dan kebersamaan di kalangan masyarakat Desa Sukosewu.”

 

Acara jalan sehat ini dimeriahkan dengan musik dangdut sepanjang jalan dan pengundian hadiah yang menarik. Pembagian doorprize berupa peralatan rumah tangga, sepeda listrik, mesin cuci, sepeda gunung, dan hadiah hiburan lainnya menambah kemeriahan acara ini. Semua peserta terlihat sangat antusias dan berharap bisa menjadi pemenang.

 

Dengan semangat kemerdekaan yang menggelora, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa persatuan, kebersamaan, dan cinta tanah air di kalangan masyarakat Desa Sukosewu. Acara ini diikuti oleh 28 RT, mulai dari anak-anak, pemuda hingga orang dewasa, dan berjalan dengan lancar dan meriah.

 

(Al)

596 Karyawan PT Rukun Jaya Makmur Terkena PHK Akibat Penurunan Produksi

Bojonegoro,-Batara.news||

PT Rukun Jaya Makmur di Kecamatan Padangan, Bojonegoro, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 596 karyawannya.kamis(28/08/2025)

 

Langkah ini diambil sebagai upaya efisiensi perusahaan akibat penurunan produksi yang signifikan.

 

Fachrudin Fathoni, mediator hubungan industrial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro, menjelaskan bahwa PHK tersebut dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Untuk karyawan kontrak telah diberikan kompensasi. Perlu dipahami, kompensasi berbeda dengan pesangon. Kompensasi itu mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021, berupa uang dengan rumus masa kerja (bulan) dibagi 12 lalu dikalikan 4.

 

Sementara untuk karyawan tetap, mereka menerima pesangon sesuai ketentuan,” jelasnya.

 

Rincian Karyawan yang Terkena PHK

Pekerja magang

340 orang

Pekerja kontrak 112 orang

Pekerja tetap 144 orang

 

Fachrudin menambahkan bahwa jumlah karyawan PT Rukun Jaya Makmur sebelumnya mencapai 2.221 orang.

 

Namun, setelah proses efisiensi, kini tersisa hanya 1.616 pekerja.

 

Adapun Penyebab Penurunan Produksi,

Menurut Fachrudin, penurunan produksi disebabkan oleh lesunya ekonomi, lemahnya pemasaran, dan perubahan pola konsumsi masyarakat dari rokok premium ke rokok dengan harga lebih murah. “Perubahan pola konsumsi masyarakat dari rokok premium ke rokok dengan harga lebih murah juga menjadi faktor yang ikut memengaruhi,” ungkapnya.

 

Fachrudin juga menyebutkan bahwa kemungkinan PHK bisa terjadi di perusahaan rokok lain jika penurunan produksi terus berlanjut. “Bisa juga. Itu bisa terjadi pada perusahaan lain, karena perusahaan lain juga akan terdampak apabila ada penurunan produksi lagi,” ujarnya.

 

Lalu Peran Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja.

Pihak Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Bojonegoro hanya dapat mendampingi dan memberikan pelatihan keterampilan lain kepada karyawan yang dirumahkan.

 

“Setiap perusahaan punya kebijakan lain-lain, kita tidak bisa ikut campur dalam hal tersebut,” pungkas Fachrudin.

 

/Al

Panjat Pinang Di Atas Air Meriahkan HUT RI Ke-80 Didesa Rukem

Rembang, Batara.News- Pemuda desa rukem, kecamatan sulang, kabupaten Rembang menggelar lomba panjat pinang unik di atas air embung pada jumat (29/8/2025).

 

Lomba ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Keunikan lomba terlihat karena batang bambu dipasang dalam kondisi miring di atas air Hal ini membuat banyak peserta kesulitan memanjat hingga menimbulkan gelak tawa penonton yang memadati lokasi.

 

Salah satu peserta jayani mengaku senang bisa ikut meriahkan acara panjat pinang di atas air, meskipun cukup sulit baginya.

 

Panitia kegiatan Udi bersama panitia lainnya menjelaskan bahwa kegiatan ini diadakan bertujuan memeriahkan HUT RI ke-80

 

“Udi menjelaskan ada 9 tim, masing-masing beranggotakan 3 orang, yang ikut panjat pinang di atas air.

 

Hadiah yang disiapkan senilai Rp 3000.000 dan bagi peserta yang kalah tetap mendapatkan uang walaupun tidak besar, tujuan utama kan untuk memeriahkan peringatan HUT RI ke-80 jadi masalah nominal hadiah hanyalah penyemangat biar tambah seru, ucapnya

 

Menurutnya, kegiatan semacam ini menjadi sarana kebersamaan warga sekaligus untuk mengenang perjuangan para pahlawan.

 

“Harapan kami dengan perlombaan ini warga bisa makin kompak, solid, dan tidak lupa bagaimana beratnya perjuangan meraih kemerdekaan,” tegas Udi.

 

Sementara itu, khaula fatiyah salah satu penonton, menilai kegiatan panjat pinang di atas air ini sangat menghibur.

 

“Lucu sih, keren, karena baru tahun ini juga terasa lebih meriah. Kegiatannya bisa bikin warga makin akrab,” katanya.

 

Dengan keunikan dan antusiasme warga, lomba panjat pinang di desa rukem tahun ini menjadi tontonan sekaligus ajang silaturahmi yang penuh kegembiraan.

 

 

/Mul

Ribuan Warga Kecamatan Kayen Serukan Aksi Damai, Gelar Istighotsah Dan Doa Bersama Dukungan Untuk Bupati Sadewo

Pati, Batara.news – Ribuan warga Kecamatan Kayen memadati lapangan Desa Kayen pada Kamis (28/8/2025). Mereka menggelar istigosah dan doa bersama sebagai wujud dukungan terhadap Bupati Pati, Sudewo, yang tengah menghadapi hak angket DPRD serta penyelidikan dugaan kasus korupsi oleh KPK.

 

Kegiatan ini diprakarsai oleh Aliansi Masyarakat Kecamatan Kayen sebagai bentuk dukungan moral. Koordinator aksi, Suko Pranoto, menyampaikan terima kasih kepada warga Kayen yang kompak hadir dalam kegiatan tersebut.

 

“Kami di sini hadir untuk mendukung Pak Sudewo melanjutkan program-program kerjanya yang nyata bagi kepentingan rakyat Pati. Terima kasih kepada seluruh warga dan relawan, berkat kekompakan kita acara istigosah berjalan aman, sukses, dan damai,” ujarnya.

 

Suko menegaskan, aksi warga Kayen ini murni gerakan sukarela tanpa tendensi politik. Dukungan diwujudkan dengan doa, partisipasi warga, hingga sumbangan sederhana berupa air mineral. Meski cuaca mendung, suasana kegiatan tetap khidmat.

 

Warga Kayen juga sepakat menjuluki Sudewo sebagai “Bapak Pembangunan”. Dalam enam bulan kepemimpinannya, sejumlah infrastruktur jalan mulai diperbaiki, di samping program bedah rumah dan pembangunan sanitasi yang sudah dirasakan manfaatnya masyarakat luas.

 

“Selama Pak Dewo menjabat di DPR, beliau sudah membantu banyak bedah rumah, bukan hanya di Kayen tapi di seluruh Pati. Sekarang sebagai bupati, usulan-usulan pembangunan jalan antar kecamatan bisa diwujudkan. Itu bukti nyata keberpihakan beliau kepada rakyat,” imbuh Suko.

 

Melalui doa bersama, warga Kayen berharap Sudewo tetap diberi kekuatan untuk memimpin Kabupaten Pati hingga periode 2025–2030.

 

 

/red

RS Onkologi Tinggal Nama — Perencanaan Tergesa, SDM Absen, Anggaran Menggantung

Bojonegoro,-Batara.news||

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali memamerkan mimpi besarnya di bidang kesehatan: membangun rumah sakit khusus onkologi. Namun, hasil video conference antara Kepala Dinas Kesehatan dengan Kementerian Kesehatan justru menyingkap kenyataan pahit: rencana itu dikecilkan. RSUD Kalitidu yang semula digadang sebagai rumah sakit spesialis kanker, kini hanya akan menjadi rumah sakit tipe D/C dengan layanan unggulan onkologi.

 

Perubahan arah ini menimbulkan pertanyaan: apakah sejak awal rencana RS onkologi hanyalah jargon ambisius tanpa perhitungan matang? Ataukah pemerintah baru menyadari bahwa membangun rumah sakit spesialis tidak cukup hanya menggelontorkan anggaran, tetapi juga menyiapkan SDM yang kompeten serta fasilitas berstandar tinggi?

 

Ironisnya, Pemkab Bojonegoro tampak punya dana untuk membangun gedung, tetapi belum mampu menghadirkan dokter onkologi, perawat terlatih, maupun tenaga medis pendukung. Dalam dunia kesehatan, bangunan tanpa SDM hanyalah panggung megah tanpa pemain: mustahil ada pertunjukan.

 

Mengecilkan skala rumah sakit onkologi menjadi tipe D/C mungkin tampak realistis di atas kertas. Namun, bagi masyarakat yang sudah menaruh harapan, ini seperti menjanjikan gedung teater lalu hanya membuka warung kopi di dalamnya. Publik merasa dikhianati ketika mimpi yang dijual ternyata hanya setengah hati.

 

Jika pola ini terus berulang—membuat proyek besar lalu menguranginya di tengah jalan—Bojonegoro hanya akan dikenal sebagai daerah yang pandai bermimpi, tapi gagap mengeksekusi. Lebih baik sejak awal merancang sesuai kapasitas nyata daripada membangun ekspektasi tinggi yang pada akhirnya runtuh di lapangan.

 

Kami memahami, tantangan terbesar memang ada pada sumber daya manusia. Kepala Dinas Kesehatan sendiri mengakui bahwa penyiapan SDM, pelatihan, dan pengembangan kompetensi medis menjadi hambatan besar. Tidak heran jika Kemenkes mendorong prioritas ke RSUD Temayang, yang SDM-nya lebih siap, sementara RSUD Kalitidu diposisikan di urutan kedua.

 

Namun, apakah jawaban “SDM sulit dipersiapkan” cukup untuk menutup mimpi onkologi warga Bojonegoro? Bukankah justru di situlah tantangan sesungguhnya: berani menyiapkan tenaga ahli, berinvestasi pada pendidikan dokter spesialis, dan tidak sekadar bangga dengan bangunan fisik?

 

Sangat disayangkan, rumah sakit khusus onkologi kini tinggal nama. Harapan warga untuk memiliki fasilitas kesehatan kanker yang representatif harus kembali disimpan dalam laci mimpi.

 

Bojonegoro butuh perencanaan yang matang, bukan sekadar jargon. Butuh keberanian mengakui keterbatasan, sekaligus konsistensi membangun kesehatan berbasis SDM, bukan hanya beton dan tembok.

 

(Penulis: Alisugiono

 

 

Bojonegoro Menghadapi Tantangan Pengelolaan Limbah B3 yang Mendesak

Bojonegoro,-Batara.news||

Kabupaten Bojonegoro dihadapkan pada persoalan serius terkait pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Rabo(27/08/2025)

 

Menurut data Dinas Lingkungan Hidup (DLH), timbulan limbah B3 di Bojonegoro mencapai 22.365,99 ton per tahun, yang berasal dari berbagai sektor seperti industri pengolahan, migas, fasilitas kesehatan, dan lain-lain.

 

Namun

Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu Belum Tergarap

Dengan asumsi biaya jasa pengolahan Rp10.000 per kilogram, total biaya yang harus dikeluarkan pelaku usaha untuk mengelola limbah tersebut mencapai sekitar Rp223,6 miliar per tahun. Namun, biaya besar ini terserap keluar daerah karena Bojonegoro belum memiliki fasilitas pengolahan B3 sendiri. Jika pemerintah daerah respek dan serius membangun fasilitas pengolahan limbah, potensi dana tersebut bisa dialihkan menjadi sumber PAD sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

 

Adapun

Manfaat Pembangunan Fasilitas Pengolahan Limbah B3 itu juga bisa

Memperpendek Rantai Pengelolaan. Dengan adanya fasilitas pengolahan limbah B3 di Bojonegoro, rantai pengelolaan limbah dapat diperpendek sehingga lebih efisien.

 

Meningkatkan Efisiensi Pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 dapat meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan limbah dan mengurangi biaya yang dikeluarkan.

Dan juga Membuka Lapangan Kerja Lokal.

 

Pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 juga dapat membuka lapangan kerja lokal bagi masyarakat Bojonegoro.

Memberi Rasa Aman terhadap Dampak Lingkungan Dengan pengelolaan limbah B3 yang tepat, masyarakat dapat merasa aman dari dampak lingkungan yang negatif.

 

Membuka Sektor Bisnis Baru Pembangunan fasilitas pengolahan limbah B3 juga dapat membuka sektor bisnis baru di bidang pengolahan limbah

 

 

Kunci keberhasilan program pengelolaan limbah B3 terletak pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Dibutuhkan regulasi yang kuat, pengawasan ketat, dan transparansi dalam pengelolaan agar proyek tidak berubah menjadi ladang bisnis segelintir pihak.

 

Dengan data yang ada, Bojonegoro sebenarnya memiliki modal besar untuk tampil sebagai pionir pengelolaan limbah B3 di Jawa Timur. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah konkret untuk mengelola limbah B3 dan memanfaatkan potensi PAD yang ada.

 

Penulis:Alisugiono.

Bea Cukai Musnahkan 8,51 Juta Batang Rokok Ilegal Senilai Rp12,65 Miliar

Bojonegoro,-Batara.news||

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPBC) Tipe Madya Pabean C Bojonegoro memusnahkan sebanyak 8,51 juta batang rokok ilegal dengan nilai taksiran mencapai Rp12,65 miliar.

 

Pemusnahan ini merupakan hasil dari 30 kali penindakan yang dilakukan Bea Cukai Bojonegoro sepanjang periode Januari hingga Juli 2025.

 

Kepala KPBC Bojonegoro menegaskan, kegiatan tersebut menjadi bukti komitmen Bea Cukai dalam menjaga penerimaan negara serta melindungi masyarakat dari peredaran barang kena cukai ilegal.

 

“Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) turut mendukung kegiatan penegakan hukum, termasuk pemberantasan rokok ilegal yang juga menjadi kewenangan pemerintah daerah,” jelasnya.

 

Bea Cukai mengimbau masyarakat untuk tidak membeli rokok ilegal serta berperan aktif melaporkan jika menemukan peredarannya. “Penindakan rokok ilegal memiliki kaitan erat dengan penerimaan negara dari sektor cukai hasil tembakau,” tambahnya.

 

Adapun pemusnahan dilaksanakan di dua lokasi, yakni di halaman KPBC Bojonegoro dan di fasilitas pengelolaan limbah PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tuban. Proses pemusnahan dilakukan dengan menerapkan prinsip go green yang ramah lingkungan.

 

(Red/Lis

 

 

DPRD Bojonegoro Soroti Praktik Migas Ilegal di Sumur Tua Wonocolo

Bojonegoro, – Batara.news ||

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro menyoroti aktivitas migas di wilayah sumur tua Wonocolo. Praktik pembelian dan pengolahan minyak mentah di luar jalur resmi dinilai merugikan daerah sekaligus membahayakan keselamatan warga. (Selasa, 26/08/2025).

 

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro, Sally Atyasasmi, menegaskan bahwa penyulingan di wilayah tersebut tidak terstandar dan mengabaikan aspek keselamatan.

 

> “Penyulingan di sana bukan penyulingan resmi. Sesuai aturan, yang berhak membeli hasil sumur tua hanya PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS). Jadi aktivitas pengolahan di luar itu jelas tidak memiliki izin,” ujarnya.

 

Sally menambahkan, aparat penegak hukum (APH) sebenarnya sudah mengumpulkan data terkait aktivitas ilegal tersebut, namun tindak lanjutnya perlu dibicarakan bersama.

 

> “Ranahnya bukan hanya perda, tapi bisa masuk ke ranah pidana,” jelasnya.

 

 

 

Menurutnya, jika seluruh hasil produksi masuk ke BBS sesuai kontrak, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan meningkat signifikan. Namun, praktik jual beli di luar mekanisme resmi justru lebih menguntungkan pengepul yang legalitasnya diragukan.

 

PT BBS Gagal Capai Target

 

Sebagai mitra resmi Pertamina, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS) disebut gagal mencapai target pendapatan. Hal itu lantaran minyak mentah hasil penambangan dijual ke pengepul dengan harga lebih tinggi dibandingkan ke BBS.

 

Selain merugikan daerah, praktik pengepulan ilegal ini juga dinilai membahayakan keselamatan warga karena proses pengolahan minyak dilakukan tanpa standar keamanan.

 

Langkah DPRD

 

Komisi B DPRD Bojonegoro berencana menggelar rapat koordinasi dengan penambang, BBS, Pertamina, serta Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindaklanjuti persoalan ini.

 

Fokus utama DPRD adalah memastikan tata kelola sumur tua berjalan sesuai aturan, sekaligus menutup celah kerugian daerah di masa mendatang.

 

> “DPRD akan memastikan pengelolaan migas hanya boleh dilakukan oleh koperasi, BUMDes, atau BUMD yang mengantongi izin resmi,” tegas Sally.

 

 

/Al

 

“Media dan Polres Bojonegoro Bersatu, Menjaga Keamanan dan Kemitraan”

Bojonegoro,-Batara.news||

Polres Bojonegoro menggelar kegiatan Cangkrukan Kamtibmas dan Piramida (Ngopi Bareng Awak Media) di Rumah Makan Coffee Gunung, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro.Selasa(26/08/2025)

 

 

Agenda ini bertujuan memperkuat silaturahmi dengan insan pers dan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

 

Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP Afrian Satya Permadi, “Pentingnya keterbukaan dan kerja sama berkesinambungan dengan jurnalis sebagai mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan informasi yang benar ke masyarakat.”ungkap Kapolres Pujakesuma itu

 

Sementara itu, perwakilan awak media, Sasmito Anggoro, menyampaikan apresiasi atas teladan yang ditunjukkan jajaran kepolisian. Ia menekankan “perbedaan mendasar antara wartawan dan pembuat konten media sosial.yang harus selalu berpedoman dengan kaedah jurnalistik yaitu 5w 1h dan mengedepankan konfirmasi sebagai azaz praduga tak bersalah,ibarat kata kita salah memberitakan diantara neraka dan jika benar memberitakan surga,”ungkapnya

 

Kegiatan ini dihadiri pejabat utama Polres Bojonegoro dan puluhan awak media dari berbagai organisasi dan redaksi lokal. Isu penting yang dibahas antara lain kasus debt collector yang nekat menarik kendaraan di jalanan dan maraknya kasus narkoba yang menjadi perhatian serius aparat kepolisian.

 

/red

Pengolahan Limbah B3: Peluang Baru bagi Bojonegoro

Bojonegoro,-Batara.news||

Bojonegoro memiliki potensi besar dalam mengelola limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dengan membangun fasilitas pengolahan sendiri.Selasa(26/08/2025)

 

Dengan demikian, biaya yang selama ini terserap keluar dapat dialihkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Adapun Manfaat Pembangunan Fasilitas Pengolahan B3

Dapat Memperpendek rantai pengelolaan,Meningkatkan efisiensi,Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal,Meningkatkan rasa aman bagi masyarakat,Membuka peluang bisnis baru

 

Di lain pihak ada

Peluang Ekonomi dan Lingkungan,Pembangunan fasilitas pengolahan B3 dapat menjadi sumber PAD baru yang berkelanjutan,Mengubah tantangan menjadi peluang ekonomi,Meningkatkan kesejahteraan masyarakat Bojonegoro

 

Perlu adanya Sinergi dan Dukungan dari

Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat perlu bersinergi mendukung rencana pembangunan fasilitas pengolahan B3

 

Dengan pengelolaan yang tepat, limbah B3 dapat menjadi sumber PAD baru yang berkelanjutan bagi Bojonegoro.

 

Dengan demikian, Bojonegoro dapat menjadi pionir pengelolaan B3 di Jawa Timur dan meningkatkan posisi sebagai daerah yang peduli keberlanjutan lingkungan.

 

Editorial:Redaksi.