Polresta Pati Selidiki Kasus Penganiayaan Korban Meninggal di Jalan Desa Prawoto Sukolilo

 

Pati, Batara.news ||  Polresta Pati masih melakukan menyelidikan dengan meminta keterangan saksi terkait kasus penganiayaan yang menyebabkan satu korban meninggal dunia, di Jalan Sukolilo – Prawoto Dukuh Gesik Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, pada Sabtu (07/06/2024) dini hari.

 

Menurut Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kapolsek Sukolilo AKP Sahlan, korban meninggal dunia adalah Wiring Galih Aji (22) warga Desa Wegil Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati, sedangkan 2 temannya Rajib Suganda (18) dan Muhammad Derren (17) mengalami luka-luka.

 

“Kami memeriksa tujuh saksi dan mengamankan barang bukti berupa empat Senjata tajam jenis Celurit,” kata AKP Sahlan.

 

Menurutnya, kasus penganiayaan tersebut terjadi sekitar pukul 00.30 WIB. Korban bersama 7 orang temannya perjalanan pulang dengan mengendarai Sepeda motor dengan berboncengan dari Gor Kudus, pada saat perjalanan pulang sampai di depan warung mengetahui sedang di buntuti sekitar 5 Sepeda motor dengan pelaku kurang lebih 10 orang sesampai Di TKP korban di aniaya oleh sekelompok pelaku menggunakan Sajam Celurit.

 

“Korban penganiayaan sudah dalam keadaan meninggal dunia sesampai puskesmas Sukolilo 2,” kata Kapolsek.

 

Lebih lanjut Kapolsek menambahkan Untuk penyidikan lebih lanjut ditangani Unit Reskrim Polresta Pati dan telah di laksanakan olah TKP oleh Tim Inafis Polresta Pati.

 

“Kami setelah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian perkara, dan mendalami dengan meminta keterangan saksi-saksi. Kami berharap kasus ini, segera terungkap,” pungkasnya.

 

*/Red/(Humas Resta Pati)

Sukolilo Pati: Satu nyawa Melayang Terkena Bacokan Antar Segerombolan Perkumpulan Antar Pelajar

 

Pati, Batara.news || Lagi-lagi Insiden berdarah di Pati Jawa Tengah kembali terjadi satu nyawa melayang, setelah kejadian pembunuhan calon pengantin di Desa Ronggo kecamatan Jaken, kedua diduga insiden dugaan pencurian mobil yang menghilangkan dua nyawa di sukolilo,

kini satu nyawa melayang akibat brutalnya anak-anak muda yang masih berstatus pelajar yang diduga ikut dalam gerombolan Gankster.

 

 

Dijelaskan oleh Kepala Desa (Kades) Wegil Heri Priyanto mengatakan, pemuda yang menjadi korban pembacokan tersebut bernama Wiring Galih Aji (20) warga Desa Wegil RT 04 RW 01.

 

“Semalam sekitar jam 1.00 WIB kejadiannya, awalnya bertikai di media sosial Instagram terus ketemu di perbatasan Wegil dan Prawoto dan akhirnya berkelahi,” ujarnya melalui sambungan seluler.

 

Dikatakannya, korban terkena tusukan benda tajam di bagian punggung dan tembus ke dada saat bertikai dengan pelaku.

 

Naasnya, korban tidak bisa diselamatkan dan menghembuskan nafas terakhir saat masih di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

“Korban terkena satu tusukan benda tajam di bagian punggung tapi tembus ke dada, dan korbannya meninggal dunia,” tegas Heri.

 

“Saat di bawa ke Puskesmas 2 itu keadaanya sudah meninggal, kemungkinan meninggal di lokasi atau pas dalam perjalanan,” sambungnya.

 

Heri mengatakan, saat ini pihak keluarga sedang berupaya menempuh jalur hukum supaya mendapat kejelasan terkait kasus kematian anaknya.

 

“Ini saya mendampingi orang tua korban membuat laporan di Polsek Sukolilo, biar proses ini selesai terang dan diketahui siapa pelakunya,” Pungkasnya.

 

Sementara Kapolsek Kecamatan Sukolilo IPTU SAHLAN SH.MM. belum dapat menjelaskan secara detail kejadian tersebut, dikarenakan masih sibuk di lapangan menangani perkara tersebut dan masih mencari siapa pelakunya.

 

” Sementara kami juga membuka CCtv barang kali kami ada petunjuk siapa pelakunya”,. Tegas Kapolsek Sukolilo.

 

 

/Red

 

Niat Hati Bantu Kawan, Warga Bojonegoro Ini Hendak Jadi Tumbal Grombolan Mafia 378

 

Bojonegoro,-Batara.news||

Nasib apes yang dialami oleh Sadi, Warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, sangat tepat jika dijadikan refrensi pembelajaran edukatif bagi masyarakat.

 

Pasalnya, niat hati ingin membantu kawan agar tak jerat lilitan hutang, malah berujung pemanggilan ke Kantor Polisi dengan tuduhan penggelapan.

 

Usut punya usut, setelah ditelusuri ternyata Sadi telah menolong orang yang salah.

 

Dikisahkan Sadi, peristiwa itu bermula dari keluhan seorang warga nama Dian yang sedang membutuhkan uang untuk memenuhi kebutuhanya.

 

“Dian hendak meminjam uang kepada saya, karena tidak kenal kemudian Dian meminta Kasim untuk menjadi perantara.” ujarnya, Jumat, 07 Juni 2024

 

“Karena hubungan saya dan Kasim ini sangat dekat sudah seperti saudara akhirnya saya pinjami uang.” imbuhnya,

 

Dengan rasa percaya, lanjut Sadi, ia memberikan pinjaman uang kepada Dian dengan sepengetahuan Kasim. Dan sebagai bentuk upaya menjaga tali kepercayaan, kemudian Dian menitipkan aset dalam wujud mobil kepada Sadi.

 

“Seiring berjalan waktu sesuai kesepakatan pinjam meminjam uang, Dian menghendaki untuk mengambil dan meminta mobil yang dititipkanya kepada saya. Karena uang yang dipinjamkanya itu belum dikembalikan tentunya saya mempertahankan untuk tidak menyerahkan mobil tersebut.” bebernya,

 

Atas kemelut itu kemudian Kasim menawarkan solusi. Yakni, mobil yang sebelumnya dititipkan diganti dengan mobil milik Kasim.

 

“Kasim memberikan solusi, dengan menyerahkan aset mobilnya kepada saya, dengan tujuan agar Mobil Dian dapat diserahkan” ungkapnya,

 

Permasalahan tak selesai disitu, ternyata seiring berjalannya waktu, Kasim berusaha meminta dan mengambil aset unit mobilnya yang dititipkan kepada Sadi. Namun Sadi bersikukuh mempertahankan, karena uang yang dipinjam Dian atas sepengetahuan Kasim belum dikembalikan.

 

“Anehnya justru Kasim berusaha melaporkan saya ke Polisi dengan tuduhan telah menggelapkan kendaraan tersebut. Padahal jelas akad awal saya meminjamkan karena ingin membantu Dian guna menutup bank atas pengetahuan Kasim.” Kata Sadi bercerita dengan nada jengkel.

 

Merasa dituduh menggelapkan kendaraan mobil, kemudian Sadi langsung naik pitam, dengan memenuhi panggilan Penyidik Polres Bojonegoro.

 

“saya telah rugi uang dan waktu, ditambah waktu saya juga tersita karena harus hadir di polres dan diperiksa. Atas tuduhan ini tentunya saya merasa beban moral di lingkungan, oleh sebab kita lihat perkembangan perkara lebih lanjut.” pungkas Sadi saat keluar dari ruang penyelidik.

 

Sementara itu, berdasarkan sumber lain ternyata Kasim ini diduga memiliki grombolan atau komplotan yang biasa memainkan konspirasi tipu-tipu dibidang permobilan.(Al)

 

 

Reporter :Al

Mengurangi Spesifikasi Proyek Demi Meraup Untung Besar, Rabat Beton Desa Karangkonang

 

Pati, Batara.news || Pembangunan Rehabilitasi Jalan Rabat Beton di Desa Karangkonang RT 06/ RW 01, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati terlihat belum sesuai spesifikasi, diduga proyek tersebut dimanfaatkan untuk meraup keuntungan yang berlebihan oleh oknum pemborong.

 

Pantauan media di lapangan, Proyek dengan pagu anggaran Rp 150.000.000 yang bersumber dari anggaran Bantuan Keuangan Provinsi tahun 2024 dengan Volume Panjang 1: 69,00 meter, panjang 2: 18,00 meter, Lebar 1: 5,00 meter, Lebar 2: 6,00 meter, Tinggi 16 Cm, di duga tingginya tidak sesuai dengan RAB.

 

Pasalnya, bangunan rabat beton yang ada di Desa Karangkonang yang baru selesai dikerjakan dengan pengadaan swakelola ketinggiannya tidak sesuai dengan yang ada di papan kegiatan. Pada faktanya sebagian ketebalan hanya bekisar 14 Cm. Dan di duga bisa jadi tengahnya ketinggiannya lebih rendah jika dibandingkan dari bagian pinggir.

 

Sementara, Anton Tri Prasetyo, Kades Karangkonang saat di konfirmasi melalui via chat whatshaap terkait ketebalan yang tidak sesuai dengan yang ada di papan kegiatan dia menyampaikan tolong konfirmasi sama pak carik kebolampang pak.

 

“Tolong konfirmasi sama pak carik kebolampang pak,” singkatnya.

 

Sebelumnya, Agus, Sekdes kebolampang saat di konfirmasi terkait bangunan yang ketinggiannya tidak sesuai dia mengakui kalau ketebalannya memang ada yang lebih dan juga ada yang kurang dari RAB.

 

“Ketebalannya juga ada yang lebih dari RAB mas, nek dicek Monggo di cek bareng semuanya, sebagian memang ada yg kurang tapi juga ada yang lebih dan larinya juga ke penambahan volume panjang mas,” jelasnya.

 

Disinggung soal itu aspirasi dari siapa, yang bersangkutan hanya menjawab ya intinya Banprov (bantuan provinsi) dan saya yang bertanggung jawab.

 

Sampai berita ini di terbitkan dari pihak redaksi belum konfirmasi sama pihak instansi terkait (Dispermades) dikarenakan Kepala Penjabat Dispermades masih sibuk banyak kegiatan.

 

*/Red

 Tragedi Desa Ronggo Kec. jaken: Dekat Hari Pernikahan Calon Pengantin Wanita Di Bunuh Mantanya Sendiri 

 

Pati, Batara.news || Seorang pria berinisial U warga Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati tega menghabisi nyawa mantan pacarnya berinisial D pada Selasa 4 Juni 2024. U diduga kesal karena akan ditinggal nikah oleh korban pada pekan depan.

 

Asti, salah warga di lokasi kejadian menjelaskan, kronologi bermula ketika korban iming-iming oleh tersangka sebuah HP. Tersangka kemudian meminta korban untuk datang kerumahnya guna mengambil HP yang kebetulan masih satu desa.

 

Tanpa ada rasa curiga, korban datang sendirian ke rumah U dalam kondisi sepi. Sesampainya korban di dalam rumah (Tempat Kejadian Perkara), tersangka langsung tanpa ampun membacok korban hingga akhirnya tewas.

 

“Pukul 05.30 WIB korban pamit ke ibunya, bilang mau ke rumah mantannya , mau ambil HP. Karena tidak pulang-pulang kemudian disusul pamannya ke rumah pelaku (U). Sesampainya di lokasi, pelaku bilang kalau D sudah dibunuh,” jelasnya.

 

Keluarga korban dan warga sekitar yang kaget langsung melapor ke Mapolsek Jaken untuk ditindaklanjuti. Tak butuh waktu lama, tersangka langsung diamankan polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

 

Sayangnya, Kapolsek Jaken Iptu Sukahar belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden ini.

 

*/Red

KSH Pati Gelar Acara Safari KB Dengan Tema l Born To Love, Keluarga Berencana Itu Indah

 

Pati, Batara.news || Rumah Sakit Keluarga Sehat Hospital Pati (KSH) Gelar acara Dengan tajuk I Born To Love, CSR Rs Keluarga Sehat Safari KB, Selasa 04 Juni 2024, dalam konteks menuju keluarga Berencana itu indah.

 

Acara tersebut digelar masih dalam suasana HUT KSH Ke-18, di gelar di halaman Hall KSH Pati, dihadiri oleh dr. Kevin kurniawan ,M.Kes, Direktur Rs Keluarga Sehat Pati beserta jajarannya, dari Dinsos P3AKB Indrianto SH. MMI. dan para undangan dari puluhan warga yang akan mengikuti Program acara tersebut.

Gambar acara safari KB RS KSH Pati
Gambar acara safari KB RS KSH Pati

dr. Kevin kurniawan ,M.Kes, menjelaskan bagaimana pentingnya merencanakan keluarga berencana dan manfaat besar dengan program kontrasepsi dengan metode IUD, Implant dan MOW yang mana metode ini di yakini mampu memutus angka kehamilan setelah berumah tangga mempunyai anak dua atau tiga anak dan berminat untuk tidak lagi bertambah momongan.

 

” Dalam tema hari ini masih dalam nuansa Hari HUT KSH Ke-18 kita namakan I Born To Love, yang mana kita hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, dengan Metode kontrasepsi ini diyakini sangat mampu memutus jaringan pembuahan kehamilan sangat maksimal hasilnya, sehingga tidak hawatir lagi akan mengalami kebobolan” tegas Dr. Kevin

 

Di tempat acara yang sama Indriarto juga mendukung dengan adanya program tersebut, selain mempunyai target hidup bahagia dengan konsep keluarga berencana, juga hal tersebut dapat mengurangi tingginya angka Setanting.

 

“Inilah bentuk kerjasama kami dengan KSH yang mana kedepanya melalui program ini mampu membantu pemerintah dalam mewujudkan konsep keluarga berencana dan menurunkan angka Stanting di Indonesia” tegasnya.

 

Harapannya KSH Pati dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat luas, khususnya warga Pati, KSH menjadi kepercayaan masyarakat dalam bidang penanganan kesehatan.

 

/Ali /Red.

 

Kemelut Perkara Mobil Siaga Desa Di Bojonegoro, Kades Tumbal Kebijakan Yang Dipaksakan

 

Bojonegoro, -Batara.news|| Selain mbulet dan lamban, penanganan perkara dugaan skandal mega korupsi pengadaan mobil siaga Desa oleh Kejaksaan Negeri Bojonegoro, Jawa Timur, nampaknya hanya masih berkutat pada pemeriksaan pihak penyedia jasa dan Kepala Desa selaku pengguna anggaran saja.

 

Cuitan pedas itu sudah mulai dilontarkan para aktivis informasi dan pemerhati kebijakan publik yang sejak awal mengikuti proses penanganan perkara pengadaan mobil siaga Desa di Bojonegoro.

 

Bahkan menurut salah satu Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Kedungadem, yang meminta agar namanya untuk disembunyikan dalam materi pemberitaan mengungkapkan, proses pengadaan mobil siaga tersebut terkesan dipaksaan.

 

“Dalam waktu hanya 2 minggu Kades disuruh melaksanakan progam itu. Jadi saya melihat Kades ini korban dari kebijakan. Kalau dilihat dari uraiannya, siapa yang menikmati uang sebanyak itu ? Sangat mungkin Bupati !!! Kenapa, dialah pembuat Perbupnya (Peraturan Bupati), Juklak (petunjuk pelaksanaan) dan Juknis (petunjuk teknis). Jangan – jangan Juklak Juknis itu pesanan dari UMC (red- salah satu nama penyedia barang dan jasa) kita juga gak tau.” ungkapnya, senin, 03 juni 2024.

 

Lantaran pihak Desa sudah tidak bisa menentukan pilihan, lanjutnya, sehingga biaya pengadaan mobil siaga Desa itu yang menentukan pihak Dealer.

 

“Saya katakan Desa itu jadi korban. Jadi harga Rp 241 juta itu ditentukan oleh Dealer, ketika Desa menawar juga gak bisa gitu lho, meskipun pada akhirnya rinciannya gak sampai segitu. Makanya sekarang pertanyaannya kemana ini sisa 79 atau 80 juta itu, ini siapa ?

 

 

Jangan-jangan saya katakan, Perbup yang mengarah ke mobil APV itu adalah bentuk kerjasama antara UMC dengan tanda kutip (Bupati Ana) misalnya, itukan bisa jadi. Jadi speknya sudah diatur, jadi konspirasi itu sudah ada sejak awal.” Bebernya,

 

Sosok Kades yang dikenal kritis itu juga bercerita, terkait uang pengembalian atau Cashback yang diberikan pihak Dealer kepada Kepala Desa juga tidak sama alias bervariatif.

 

“Celakanya kades -kades itu mendapat Rp 15 juta, itupun Cashback 15 juta tidak semua sama mendapat segitu. Ada yang tidak mendapat sama sekali karena tidak dikasihkan oleh kordinator Kecamatan, ada yang dikasih 6 juta, ada yang 14 juta. Yaitulah ketahuan ada oknum Kades yang bermain.” jelasnya,

 

Bahkan dikatakan pula, hingga sampai saat ini ada beberapa desa yang belum mempunyai dan menyetorkan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) atas penggunaan uang rakyat itu kepada pihak Penyelenggara Negara. Contohnya seperti di Wilayah Kecamatan Sumberrejo.

 

“Sampai sekarang ada beberapa Desa yang belum punya SPJ, karena SPJ itu yang buat Dealer. Sumberrejo ada 2 Desa, mobil sudah ada, BPKB sudah ada, tapi belum punya SPJ.” katanya.

 

Atas dinamika persoalan pengadaan mobil siaga Desa, dirinya menegaskan kalau ada praktik ajang bisnis dibalik progam tersebut.

 

“Itu bisa dilihat dari keterangan jaksa beberapa waktu yang lalu, yang mengatakan, harganya sekian bla bla bla itu. Kalau memang lebih dari standar harga itukan artinya ada yang Mark Up, atau setidaknya memang sengaja di Mark Up oleh pihak Dealer karena untuk komisi seseorang, misalnya seperti itu.” Pungkasnya.

 

Perlu diketahui, pengadaan mobil siaga Desa bermasalah tersebut bersumber biayanya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2022 yang diserap kedalam progam unggulan mantan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah yang diberi nama progam Bantuan Keuangan Khusus Desa.

 

(Al)

Publik Bojonegoro Berharap Mantan Bupati Turut Diperiksa Atas Perkara Mobil Siaga Desa

 

Juni 03, 2024

Bojonegoro,-Batara.news||,

Viralnya kabar ihwal dugaan skandal mega korupsi pengadaan Mobil Siaga Desa di Kabupaten bertajuk Kota Ledree atau bumi Angkeling dharma semakin hari kian santer dibicarakan masyarakat Bojonegoro, Jawa Timur.

 

Apalagi setelah perkara tersebut bergulir di atas meja Kantor Kejaksaan Negeri Bojonegoro, justru baru-baru ini malah tersiar informasi terkait adanya upaya para Kepala Desa yang ingin mengembalikan bantuan mobil siaga itu kepada pihak Pemerintah Daerah.

 

Histori itu tentunya membuat publik semakin penasaran, hingga mengaitkan persoalan pengadaan mobil siaga Desa tersebut ada campur tangan mantan Bupati Bojonegoro, Anna Mu’Awanah.

 

Bukan tanpa alasan, menurut penuturan Koh Akhsin, salah satu aktivis informasi keterbukaan publik wilayah Jawa Timur, sorotan publik kepada sosok mantan orang nomer satu di Kabupaten Bojonegoro itu merupakan hal yang wajar dalam dinamika birokrasi.

 

Pasalnya, program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) tahun 2022 yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) itu diketahui publik merupakan progam unggulan Anna Mu’awanah semasa masih menjabat Bupati.

 

“Kabarnya saat pembahasan penyerapan APBD tahun 2022 di Kantor DPRD Bojonegoro dulu, anggaran untuk pengadaan Mobil Siaga Desa itu tidak disetujui, namun menjelang pertengahan tahun, anggaran untuk pengadaan mobil siaga Desa itu muncul dan setujui pada APBD Perubahan.” ucapnya, Senin, 03 Juni 2024.

 

Sementara menanggapi apakah mantan Bupati Bojonegoro ada kaitannya dengan pengadaan mobil siaga Desa yang saat ini dilakukan pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Bojonegoro ? dirinya menilai tidak ada salahnya jika turut dimintai keterangan.

 

“Saya rasa gak ada salahnya jika mantan bupati dimintai keterangan, karena permasalahan ini perlu diungkap secara terang benderang kepada publik.”imbuhnya,

 

Menurutnya, mantan Bupati Bojonegoro beserta jajaran stackeholder terkait selaku pihak yang berperan sebagai evaluasi teknis saat proses permohonan hingga penerima laporan pertanggungjawaban anggaran yang digunakan pemerintah Desa harus dimintai keterangan juga oleh Kejaksaan Negeri Bojonegoro.

 

“Terlepas terlibat atau tidak, yang pasti anggaran APBD untuk pengadaan mobil siaga Desa masuk ke rekening Desa atas dasar kebijakan Bupati yang sebelumnya dilakukan monitoring dan evaluasi oleh pihak Dinas terkait.” jelasnya,

 

Meski pengguna dan penanggungjawab anggaran itu Kepala Desa, Koh Akhsin berharap jangan sampai persoalan tersebut berlarut berakhir dengan mengembalikan kerugian negara, kemudian para pelaku lolos dari jerat pidana.

 

“Kejaksaan Bojonegoro saat ini sedang diuji kwalitas dan eksistensinya dalam penegakan hukum, apakah berani mengedepankan asas perilaku dan perbuatan, serta menjadikan hukum sebagai panglima tertinggi di negara ini ? Kita pantau bersama-sama saja.” katanya,

 

Lebih lanjut dirinya menguraikan, kalau melihat dinamika penanganan perkara, upaya untuk RJ (red- Restoratif Justice atau damai dimuka hukum) sudah tercipta sejak penanganan perkara tersebut mencuat ke publik.

 

“Adanya pengembalian cashback mobil siaga yang dilakukan para Kepala Desa ke kantor kejaksaan itu sudah bentuk ancang-ancang RJ, karena dalam hal ini peran Kades sebagai pengguna dan penanggung jawab anggaran sangat terancam.” bebernya,

 

Lantaran perkara pengadaan mobil siaga Desa sudah bergulir liar bagai bola panas, Koh Akhsin berharap Kejaksaan Negeri Bojonegoro dapat bersikap tegas terhadap para terduga pelaku yang terlibat tanpa memandang unsur sengaja atau tidak.

 

“Karena ini menyangkut uang rakyat, saya rasa publik berharap dalam perkara ini ada yang ditetapkan tersangka.” tandasnya.

 

(Al).

Kompak, Babinsa Koramil Tambakrejo Bojonegoro dan Warga Dusun Dolok Bersih Bersih Sampah Sungai

 

BOJONEGORO, – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih, bebas dari sampah, jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 14/Tambakrejo Kodim 0813 Bojonegoro, bersama warga Dusun Dolok dan Perangkat Desa Napis Kecamatan Tambakrejo, melaksanakan karya bakti pembersihan sampah di sungai desa setempat.

 

Terlihat, puluhan anggota Babinsa Koramil 0813-14/Tambakrejo dan warga ini ada yang turun ke sungai untuk membersihkan sampah kayu dan plastik yang ada dibantaran sungai, ada yang merapikan rumput, juga ada yang memangkas pohon bambu agar terlihat rapih dan bersih.

 

Selaku Babinsa Desa Napis, Sertu Wahyu Widodo, mengatakan bahwa tujuan dilaksanakanya kegiatan karya bakti pembersihan sampah di sungai tersebut untuk memperlancar aliran sungai. Jika ada sampah, ranting-ranting kayu dan rumput liar yang tumbuh di sungai tentunya akan menghambat air mengalir yang dapat menyebabkan banjir. Selain itu, kegiatan bersih-bersih sampah dilingkungan sungai ini juga untuk menghindari dari bau yang tidak sedap akibat sampah yang menumpuk.

 

“Kami bersama warga bergotong royong, bersama-sama membersihkan sungai dari sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan mencegah munculnya wabah penyakit,” ucapnya saat dikonfirmasi, Senin (3/6/2024).

 

Masih menurut Sertu Wahyu Widodo, kegiatan karya bakti bersama yang dilakukan tersebut merupakan salah satu metode dalam Pembinaan Teritorial (Binter) diwilayah binaan guna terwujudnya kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin kokoh. “Sekaligus juga sebagai sarana untuk meningkatkan silaturahim dan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat, sehingga terwujud kemanunggalan TNI dan rakyat yang semakin kuat,” tambahnya.

 

Turut dalam kegiatan ini Kepala Desa Napis, Mulyono, mengucapkan terima kasih kepada jajaran Babinsa Koramil 0813-14/Tambakrejo dan warga masyarakat Dusun Dolok Desa Napis yang sudah ikut kerja bakti bersama membersihkan lingkungan sungai. Sampah, merupakan masalah sosial sehingga penanganya menjadi tanggung jawab bersama.

 

“Untuk itu, kami menghimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah disembarang tempat,” pungkasnya.

 

/Red

Polisi Kembalikan Motor yang Dicuri di Tayu Pati, Pemilik Langsung Semringah

 

Polresta Pati – Polda Jateng – Polsek Tayu Polresta Pati mengamankan sepeda motor yang dicuri dan mengembalikannya kepada para pemiliknya. Warga yang menjadi korban pun semringah karena motornya kembali.

 

Korban pencurian sepeda motor tersebut adalah Atik Jumiati (30) yang melaporkan kehilangan sepeda motor yang di parkir di depan rumahnya turut Desa Tayu Kulon RT 4 RW 2 Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.

 

Kapolresta Pati Kombes Pol Andhika Bayu Adhittama melalui Kapolsek Tayu Iptu Aris Pristianto mengungkapkan kronologis kejadian pada hari senin (27/05/2024) pukul 09.30 WIB, saat itu korban sedang jualan dipasar Kelet, Jepara, mendapat kabar bahwa sepeda motor Honda Vario dirumahnya hilang diambil orang.

 

“Menurut Keterangan saksi bahwa pelaku seorang perempuan dengan ciri-ciri baju abu-abu dan celana ungu terong. Sepeda motor Honda Vario milik korban di parkir di depan rumah dengan kontak aslinya menempel pada tempatnya sehingga memudahkan pelaku mengambil sepeda motor tersebut”, ungkapnya.

 

Kapolsek menuturkan setelah menerima laporan pihaknya melakukan penyelidikan dan mendapatkan Informasi dari masyarakat terduga pelaku mengendarai sepeda motor tersebut ke arah Jepara, selanjutnya didapatkan informasi ada sepeda motor yang ditinggal di SPBU Keling Jepara dengan ciri-ciri sesuai milik korban yang hilang.

 

“Unit Reskrim dari Polsek Tayu melakukan penyelidikan ke TKP di Keling Jepara, didapatkan bahwa benar sepeda motor yang ditinggal sesuai dengan milik korban yang hilang kemudian membawa sepeda motor tersebut ke Polsek Tayu”, lanjutnya.

 

Pemilik Sepeda motor berterima kasih kepada polisi yang dengan cepat berhasil mengamankan motornya. Dia mengatakan langkah kepolisian tersebut sangat membantu dirinya.

 

“Karena sudah ditemukan sama petugas jadi saya banyak-banyak terima kasih sama petugas polisi sudah menemukan motor saya,” ujar Atik Pemilik Motor.

 

Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Polsek Tayu yang telah menemukan dan mengembalikan sepeda motor miliknya.

 

(Humas Resta Pati)

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.