SMPN 2 Gabus Bantah Dugaan Jual Seragam Sekolah: “Kami Justru Bagikan Gratis” Apakah Benar-benar Gratis? 

Pati, Batara.news – Pihak Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gabus, Kabupaten Pati, membantah adanya dugaan penjualan kain seragam sekolah melalui koperasi sekolah.

 

Wakil Kepala Sekolah SMPN 2 Gabus, Mashadi, menegaskan bahwa sekolah justru memberikan seragam gratis kepada siswa baru. Bantuan tersebut sudah berlangsung sejak 2018, bersumber dari iuran para guru yang telah menerima sertifikasi.

 

“Sejak tahun 2018, kami tidak pernah membebani orang tua. Seragam itu hasil iuran guru-guru. Untuk tahun ajaran 2025/2026, sekitar 150 siswa baru mendapatkan dua stel seragam gratis, yakni putih biru dan pramuka,” jelas Mashadi, Senin (25/8/2025).

 

Terkait beredarnya kwitansi pembelian seragam dari Koperasi SMPN 2 Gabus, Mashadi menyebut hal itu hanya sebatas penawaran. “Kami tidak pernah mewajibkan orang tua membeli di koperasi. Koperasi hanya menyediakan, jika memang ada orang tua yang menginginkan,” ujarnya.

 

Mengenai isu perubahan harga seragam dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta, Mashadi menegaskan pihak sekolah tidak mengetahui hal tersebut. “Itu ranah koperasi, bukan sekolah. Kami hanya fokus pada penerimaan siswa baru,” tambahnya.

 

Sebagai informasi, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati sebelumnya telah mengeluarkan surat edaran bernomor T/154/400.3.5 tertanggal 12 Juni 2025 yang melarang penjualan seragam sekolah.

 

Sementara itu, koperasi sekolah berada di bawah bimbingan pihak sekolah. Koperasi ini didirikan di lingkungan sekolah dan umumnya dikelola siswa dengan pendampingan guru, khususnya pengampu mata pelajaran ekonomi atau koperasi.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Disdikbud Kabupaten Pati belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penjualan seragam maupun mekanisme distribusi seragam gratis bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026.

 

 

/red

 

 

Klarifikasi Dinas Pendidikan Bojonegoro Terkait Pengadaan Chromebook

Bojonegoro, – batara.news|| Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro memberikan klarifikasi terkait pengadaan Chromebook tahun 2024 yang sempat menuai sorotan publik.Senin(25/08/2025)

 

Melalui Kasi Sarpras, Zaenal Arifin, Dinas Pendidikan Bojonegoro menegaskan bahwa pengadaan Chromebook tipe C4321-1Y bukan sebanyak 60 unit, melainkan 68 unit. “Pengadaan Chromebook ini dilakukan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN dan semuanya sudah sesuai dengan harga di bawah kontrak payung LKPP untuk pengadaan tahun 2024,” jelas Zaenal.

 

Ia menambahkan, untuk pengadaan tahun 2025 pihaknya belum dapat memberikan keterangan. “Terkait pengadaan tahun 2025, itu wewenang Kabid Zamroni. Saya hanya menyampaikan data sesuai realisasi tahun 2024,” ujarnya.

 

Kabid Sarpras Dinas Pendidikan Bojonegoro, Zainal Arifin, menjelaskan bahwa pengadaan Chromebook tahun 2024 mencapai nilai Rp7,8 miliar, dengan total 1.560 unit yang disalurkan ke 104 satuan pendidikan. Dari jumlah tersebut, 100 sekolah mendapat bantuan dari APBD masing-masing 15 unit, sementara 4 sekolah lainnya menerima dari APBN dengan jumlah 17 unit.

 

“Awalnya semua sekolah direncanakan mendapat 15 unit. Namun, karena ada sisa anggaran, daripada dikembalikan, kami gunakan untuk menambah 2 unit di empat sekolah. Jadi totalnya 17 unit. Ini bukan banyak, hanya 4 sekolah saja yang dapat tambahan,” jelas Zainal.

 

Menurutnya, langkah optimalisasi anggaran ini dilakukan agar tidak ada dana yang terbuang sia-sia dan benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan. “Intinya, anggaran dimaksimalkan untuk kebutuhan sekolah agar berdampak langsung pada kualitas pembelajaran,” tambahnya.

 

Meski sempat muncul dugaan selisih harga, pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa semua proses pengadaan sudah sesuai aturan. “Harga yang kami gunakan berada di bawah kontrak payung tahun 2024. Dugaan adanya kelebihan anggaran masih perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru,” tegas Zaenal.

 

Zainal Arifin menekankan, Dinas Pendidikan Bojonegoro berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam setiap penggunaan anggaran. Lebih dari itu, program pengadaan Chromebook diharapkan mampu mempercepat transformasi digital di sekolah-sekolah Bojonegoro.

 

“Dengan Chromebook ini, guru dan siswa bisa lebih mudah beradaptasi dengan teknologi, mengakses materi digital, hingga mendukung asesmen berbasis komputer. Harapannya mutu pendidikan di Bojonegoro terus meningkat dan mampu bersaing di era digital,” pungkasnya.

 

Penulis:Alisugiono

Kasdim 0813 Bojonegoro Pimpin Upacara Pemakaman Jenazah Babinsa Koramil Ngraho

BOJONEGORO, – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suswandono, memimpin upacara pemakaman jenazah anggota Babinsa Koramil 0813-15/Ngraho, Almarhum Sertu Aripin di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Sumberejo Kecamatan Margomulyo, Minggu (24/8/2025).

 

Upacara pemakaman jenazah secara militer yang diikuti oleh para Perwira dan anggota jajaran Kodim 0813 Bojonegoro, serta anggota Koramil 15/Ngraho dan Posramil 15/Margomulyo ini untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum atas jasa, dan pengabdian selama almarhum bertugas.

 

Dalam sambutannya, Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suswandono, menyampaikan bahwa upacara kebesaran ini dilaksanakan sebagai penghormatan dan penghargaan pemerintah atas jasa, dharma bhakti dan pengabdian almarhum kepada negara dan bangsa semasa hidupnya.

 

Kepergian almarhum sungguh sangat mengejutkan, dan menimbulkan kesedihan yang mendalam bagi kita semua khususnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Namun sebagai umat beragama yang percaya kepada kekuasaan-Nya, kita harus dapat menerima secara ikhlas karena kepergian almarhum sudah keputusan dan kehendak-Nya.

 

“Saya selaku Inspektur Upacara dan selaku pribadi menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhum, seraya memanjatkan doa semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan ketabahan, kesabaran dan bimbingan serta perlindungannya kepada seluruh keluarga yang ditinggalkannya,” ujarnya.

 

Dengan kepergian almarhum, kita semua telah kehilangan seorang anak bangsa terbaik yang selalu memegang teguh setiap prinsip-prinsip perjuangan, setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia dan telah bekerja keras dalam mengemban setiap tugas negara yang menjadi tanggung jawabnya.

 

“Tentu semua yang dilakukan almarhum semasa hidupnya, saat beliau mengemban tugas dengan penuh semangat dan keikhlasan, sangat bermanfaat untuk dicontoh menjadi suri tauladan bagi kita semua yang masih hidup dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Kasdim 0813 Bojonegoro Mayor Inf Marwoko Suswando.

 

Disisi lain kami menyadari bahwa almarhum sebagai manusia biasa, semasa hidupnua juga tidak luput dari segala kekhilafan dan kealpaan. Untuk itu saya mengajak para hadirin, sudilah kiranya melapangkan dada untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

 

“Akhirnya, marilah kita semua mendoakan almarhum, semoga kesalahan dan kekhilafan, serta dosa yang ada pada almarhum diampuni, dan arwahnya diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa…Aamiin,” pungkasnya.

 

Almarhum Sertu Aripin, masuk pendidikan militer pada tahun 2006, dan menjabat sebagai Babinsa Koramil 15/Ngraho Kodim 0813 Bojonegoro. Tanda Jasa yang dimiliki almarhum yakni Satya Lencana Kesetiaan VIII, dan XVI tahun.

 

/Al

“Virus” Cinta Damai Menyebar, Emak-Emak Pati Utara Bagikan Ribuan Nasi Kotak

Pati, Batara.news – Virus cinta kedamaian menyebar ke berbagai penjuru Kabupaten Pati hingga wilayah Pati utara, pasca terjadinya kerusuhan yang terjadi pada 13 Agustus 2025 lalu.

 

Puluhan masyarakat yang mengatasnamakan Gerakan Emak-Emak Pati Utara Cinta Damai melakukan aksi berbagi ribuan nasi kotak di alun-alun Tayu, Minggu (24/8/2025). Sebelumnya, aksi yang sama juga berlangsung di alun-alun Simpang Lima Pati.

 

Koordinator Gerakan Emak-Emak Pati Utara Cinta Damai Nisrina Maharani mengatakan, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan para emak-emak di Pati utara atas apa yang terjadi di Kabupaten Pati akhir-akhir ini.

 

“Kami emak-emak merasa prihatin dan miris melihat kondisi Pati belakangan ini. Melalui kegiatan ini kami ingin menyampaikan pesan agar masyarakat Pati menjunjung tinggi cinta damai dan siatuasai di tanah kelahiran kami selalu kondusif dan damai,” katanya di sela-sela pembagian nasi.

 

Ajak Masyarakat untuk Tidak Terprovokasi dan Ciptakan Suasana Damai serta Kondusif

 

Pihaknya menjelaskan, ada sekitar 2000 nasi kota yang disiapkan. Dengan kebersamaan dan penuh rasa cinta damai, emak-emak ini menyiapkan nasi kotak dan membagikan langsung kepada masyarakat yang melintas.

 

“Melalui kegiatan ini, kami berharap agar masyarakat bersatu dan solid bersama-sama menciptakan Kabupaten Pati yang cinta damai dan kondusif. Tidak terprovokasi dengan berita-berita yang tidak benar dan cenderung memecahbelah masyarakat Pati,” harapnya.

 

Dapat Respon Positif Warga

Aksi yang berlangsung tersebut mendapat respon positif masyarakat yang melintas di alun-alun Tayu. Mereka merasa senang dengan adanya kegiatan positif yang langsung menyentuh masyarakat kalangan bawah.

 

“Senang ada kegiatan seperti ini. Meski kegiatan sederhana, namun menggugah semangat masyarakat untuk bersatu dan menciptakan situasi kondusif. Semoga ke depan ada lagi. Mungkin ada pasar murah malah bagus banget. Karena benar-benar menyentuh kalangan masyarakat bawah,” harap salah satu warga yang melintas alun-alun Tayu, Sumarni.

 

(redaksi)

Istighosah dan Doa Bersama Masyarakat Sukolilo Gelar Aksi Damai, Dukung Pembangunan Berkelanjutan Bupati Sudewo

Pati, Batara.news – Ratusan warga dari 16 desa di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, menggelar aksi damai bertajuk “Pati Cinta Damai” pada Minggu (24/8/2025). Bertempat di Lapangan Desa Gadudero, masyarakat menyerukan dukungan terhadap keberlanjutan pembangunan yang saat ini tengah digencarkan oleh Bupati Sudewo.

 

Dengan membawa spanduk dukungan, warga menyatakan sikap agar Sudewo tetap melanjutkan kepemimpinannya, meski sebelumnya sempat mendapat aksi penolakan.

 

Supriyono, koordinator aksi, menegaskan bahwa masyarakat Sukolilo merasakan langsung hasil pembangunan dalam enam bulan kepemimpinan Sudewo.

 

“Kami menilai Pak Sudewo sebagai bupati pembangunan. Baru enam bulan menjabat saja, sudah banyak jalan yang diperbaiki. Mulai dari Sukolilo–Prawoto, Tompegunung, Misik–Porangparing hingga Pakem sudah dibangun,” jelasnya.

Ia menambahkan, aksi ini lahir murni dari inisiatif warga tanpa dukungan dana pihak manapun.

 

“Kegiatan ini tidak ada penggalangan dana sama sekali. Semata-mata murni aspirasi warga Sukolilo yang ingin Bupati Sudewo melanjutkan pembangunan untuk Pati yang lebih baik di periode 2025–2030,” tambahnya.

 

Di penghujung kegiatan, warga menggelar doa bersama dan istigasah sebagai wujud kepedulian serta harapan agar situasi di Kabupaten Pati tetap kondusif dan penuh kedamaian.

 

 

/Red

 

Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, Bojonegoro Susun Tim RKP 2026

Bojonegoro,-Batara.news||

Pemerintah Desa Mejuwet Kecamatan Sumberrejo kabupaten Bojonegoro menggelar rapat tim penyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa Mejuwet tahun 2026 kades Muhadi bersama perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), RT/RW, lembaga desa, dan tokoh masyarakat desa Mejuwet pada Jum’at,(22 Agustus 2025).

 

Dalam sambutannya,Muhadi, Kepala Desa Mejuwet menyampaikan bahwa RKP tahun 2026 akan difokuskan pada peningkatan kualitas infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi desa. “Kami berharap dengan adanya RKP yang baik, desa Mejuwet dapat menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujarnya.

 

Kades yang hoby sepak bola ini juga menambahkan bahwa RKP tahun 2026 akan disusun dengan memperhatikan kebutuhan dan aspirasi masyarakat desa Mejuwet. “Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa Mejuwet dengan memanfaatkan sumber daya yang ada,” tambahnya.

 

Dengan adanya RKP yang baik, diharapkan desa Mejuwet dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Sumberrejo dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. “Kami berharap RKP tahun 2026 dapat tercapai

Target kami pembenahan infrastruktur lingkungan dan jalan poros desa

Sehingga

menjadi acuan bagi kami dalam melaksanakan pembangunan desa Mejuwet,”Pungkasnya.

 

Rapat tim penyusun RKP Desa Mejuwet tahun 2026 diharapkan dapat menghasilkan rencana kerja yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa Mejuwet.

 

Penulis:Alisugiono

Nyaris Dihajar Massa, Pelaku Pencurian di Pati Diamankan Polisi

Pati, Batara.news – Seorang pria berinisial EAP, 28 Tahun warga Desa Suguharjo , nyaris babak belur dihajar massa setelah tertangkap tangan melakukan pencurian di Desa Gempolsari, Kecamatan Gabus, pada Sabtu (23/8/2025).

 

EAP diduga sudah lama meresahkan warga karena kerap melancarkan aksi pencurian, tidak hanya di Desa Gempolsari, tetapi juga di beberapa desa sekitar.

 

Kejadian bermula ketika seorang warga Desa Sokopuluhan kehilangan telepon genggam. Korban kemudian melihat EAP membawa HP miliknya. Saat pelaku dihentikan di Desa Gempolsari, benar saja, HP korban ditemukan berada di tangannya. Temuan itu memicu amarah warga hingga nyaris berujung main hakim sendiri.

 

Seorang warga yang enggan disebut namanya mengaku, EAP memang sudah lama dicurigai sebagai pelaku pencurian yang marak terjadi di desa tersebut.

 

“Yang dicuri macam-macam, seperti HP, uang, kalau warung ya rokok, tabung gas. Pokoknya kalau ada kesempatan, ya langsung disikat,” ujarnya.

 

Beruntung, situasi segera terkendali setelah aparat Polsek Gabus tiba di lokasi. Pelaku langsung diamankan untuk diproses hukum lebih lanjut.

 

/red

 

 

 

Pemerintah Pusat Mencanangkan Petani Modern untuk Generasi Z, Apa Kabar Bojonegoro?

Bojonegoro,-Batara.news||

Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menegaskan arah kebijakan nasional dengan mendorong transformasi menuju petani modern, menyasar kalangan Generasi Z.

 

Langkah ini lahir dari kekhawatiran atas dominasi petani berusia lanjut, rata-rata di atas 50 tahun. Tanpa regenerasi yang serius, Indonesia menghadapi ancaman krisis petani sekaligus krisis pangan dalam dua dekade mendatang. Konsep petani modern tidak lagi sekadar menanam dan memanen, melainkan mengadopsi teknologi digital, mekanisasi, hingga pengelolaan usaha tani yang efisien dan berdaya saing global.

 

Landasan hukumnya pun sudah jelas. Antara lain, Permentan No. 3 Tahun 2024 tentang Pengembangan Kawasan Pertanian, Perpres No. 192 Tahun 2024 mengenai pembentukan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BrMP), serta Permentan No. 120 Tahun 2014 yang mengatur pelatihan dan sertifikasi kompetensi petani. Ditambah regulasi pendukung seperti UU No. 19 Tahun 2014 tentang Pangan, PP No. 22 Tahun 2020 tentang RTRWN, dan Permen ATR/BPN No. 10 Tahun 2019 terkait perizinan usaha berbasis resiko.

 

Regulasi tersebut menjadi pijakan lahirnya petani modern yang melek digital, menguasai manajemen, dan mampu menembus pasar global. Namun, pertanyaan penting muncul: Apakah Bojonegoro siap menyambut agenda besar ini? Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan Jawa Timur ini memiliki sawah luas, irigasi dari bengawan dan embung, serta potensi hortikultura dan perkebunan yang besar. Sayangnya, wajah pertaniannya masih jauh dari gambaran ideal yang dicanangkan pemerintah pusat.

 

Memang, mekanisasi mulai hadir di sebagian kelompok tani, dari traktor modern, combine harvester, hingga pompa otomatis. Tetapi penyebarannya belum merata. Petani kecil masih bergantung pada cangkul dan irigasi manual yang rawan gagal ketika musim kering. Program Kartu Tani dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian pun belum sepenuhnya efektif, hanya dinikmati sebagian kelompok.

 

Regenerasi menjadi masalah krusial. Data BPS menunjukkan lebih dari separuh petani Indonesia berusia di atas 50 tahun. Kondisi serupa terjadi di Bojonegoro, di mana banyak anak muda desa memilih bekerja di sektor lain atau merantau. Profesi petani dianggap kurang bergengsi, padahal jika ditopang teknologi dan pasar modern, pertanian bisa menjelma menjadi ladang usaha yang menjanjikan.

 

Untuk itu, pemerintah daerah tidak boleh sekadar menunggu arahan pusat. Transformasi harus dibumikan hingga ke desa. Upaya yang perlu dilakukan antara lain: pelatihan generasi muda desa sesuai amanat Permentan No. 120/2014, penguatan akses permodalan lewat KUR dan BUMDes, percepatan mekanisasi dengan bantuan alat pertanian tepat sasaran, serta mendorong hilirisasi agar petani muda tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.

 

Generasi Z Bojonegoro perlu diyakinkan bahwa bertani adalah profesi masa depan. Dunia sudah berubah, petani muda di negara lain mengoperasikan drone, memakai aplikasi prediksi cuaca, hingga menjual hasil panen di marketplace digital. Pertanyaannya kini, apakah Bojonegoro siap ikut arus pertanian modern, atau justru tertinggal dalam pola lama? Masa depan pangan tidak bisa ditunda. Menjadikan Generasi Z sebagai motor penggerak pertanian modern bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

 

/Al

TMMD 125 Bojonegoro di Desa Soko Resmi Berakhir

BOJONEGORO, – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 125 di Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, resmi berakhir. Hal ini ditandai dengan Upacara Penutupan dengan Inspektur Upacara (Irup) Kasdam V Brawijaya, Brigjen TNI Terry Tresna Purnama, S.I.Kom., M.M., dilapangan desa setempat, Kamis (21/8/2025).

 

Dalam pelaksanaanya, kegiatan program terpadu dan lintas sektoral TMMD ke- 125 di Desa Soko ini mengerjakan 6 (enam) sasaran fisik yakni pembangunan jalan cor beton, rehabilitasi check dam, peningkatan kualitas atap, lantai dan dinding rumah tinggal layak huni, pembangunan sumur bor, serta pembangunan pagar dan Musholla sekolah.

 

Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., dalam amanatnya yang dibacakan oleh Inspektur Upacara, menyampaikan, selaku Penanggung jawab Keberhasilan Operasional TMMD mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada pemerintah daerah, seluruh prajurit dan elemen masyarakat serta semua pihak yang telah membantu baik secara moril maupun materiil, sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

 

Program TMMD diselenggarakan 4 kali secara periodik, yang dilaksanakan selama 30 hari, dengan obyek sasaran daerah pedesaan khususnya daerah yang tergolong tertinggal/miskin, terisolasi/terpencil, daerah perbatasan dan daerah kumuh perkotaan serta daerah lain akibat bencana.

 

Kegiatan TMMD ke- 125 tahun ini dilaksanakan terhitung mulai tanggal 23 Juli sampai dengan 21 Agustus 2025 dengan obyek sasaran diwilayah Kodim 0803 Madiun, 0813 Bojonegoro, 0814 Jombang, Kodim 0825 Banyuwangi dan Kodim 0826 Pamekasan.

 

Selain itu, dalam TMMD ke- 125 ini juga melaksanakan sasaran tambahan program unggulan Kasad yaitu TNI AD Manunggal Air Bersih (TMAB), Ketahanan Pangan, Rehab RTLH, Pembangunan MCK, Penurunan Angka Stunting, Penanaman Pohon dan Pembersihan Lingkungan.

 

Hal ini merupakan bukti nyata keseriusan TNI bersama pemerintah dalam rangka mengatasi segala kesulitan masyarakat di daerah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah.

 

“Saya berharap pencapaian yang telah diraih saat ini, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat dan harus terus dirawat, sehingga selalu dapat membantu peningkatan kesejahteraan serta bisa di jadikan tolok ukur keberhasilan yang akan datang,” kata Pangdam V Brawijaya, Rudy Saladin, M.A., dalam amanatnya.

 

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan apresiasinya atas kontribusi TNI melalui kegiatan program TMMD ke- 125 yang dinilai sangat membantu masyarakat, khususnya bagi warga di Desa Soko Kecamatan Temayang.

 

Hari ini, menurut Wabup Bojonegoro, menjadi sejarah bagi warga Desa Soko, ada percepatan pembangunan yang luar biasa. Konektivitas antar desa semakin terbuka, dan ini tentu membawa dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

 

“Sehingga dengan selesainya TMMD ke- 125, masyarakat Desa Soko kini memiliki akses jalan yang lebih mudah, rumah yang lebih layak, serta fasilitas umum yang mendukung kehidupan sehari-hari. Program ini pun membuktikan bahwa sinergi antara TNI dan pemerintah daerah mampu mewujudkan pembangunan merata hingga ke pelosok desa,” ucap Nurul Azizah.

 

Sementara itu Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Czi Arief Rochman Hakim, SE., MM., menjelaskan 6 sasaran fisik pembangunan program TMMD ke- 125 tahun 2025 tersebut telah disambut dengan baik oleh masyarakat. Warga sangat terbantu dengan adanya pembangunan tersebut. Terutama pembangunan jalan cor beton sepanjang 1.372 meter yang sangat bermanfaat untuk mempermudah akses warga desa.

 

Selain program fisik, TMMD ke- 125 di Desa Soko ini juga melaksanakan kegiatan non fisik yang diantaranya penyuluhan kesehatan, penyuluhan pertanian, dan pelatihan UMKM, kegiatan non fisik ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Desa Soko.

 

Program TMMD ke- 125 tahun 2025 di Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro telah berjalan dengan lancar dan sukses, program ini telah memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Desa Soko.

 

Dandim 0813 Bojonegoro mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan TMMD ke- 125 di Desa Soko, program tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun desa.

 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan program TMMD ke- 125 tahun 2025 di Desa Soko Kecamatan Temayang, semoga sinergitas ini dapat terus terjalin untuk membangun desa dan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Letkol Czi Arief Rochman Hakim, SE., MM.

 

/Al

Desa Binaan Imigrasi Jadi Inspirasi di Forum Internasional DGICM 2025

BANDAR SERI BEGAWAN – Indonesia menegaskan perannya dalam memimpin upaya pencegahan penyelundupan manusia di kawasan ASEAN melalui partisipasi aktif pada The 28th ASEAN Directors-General of Immigration Departments and Heads of Consular Affairs Divisions of the Ministries of Foreign Affairs (DGICM) dan pertemuan terkait yang berlangsung pada Selasa (12/8/2025) di Rizqun International Hotel, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam.

Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, memimpin langsung delegasi Indonesia yang terdiri dari perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Luar Negeri, dan KBRI Bandar Seri Begawan, bersama seluruh Kepala Imigrasi negara anggota ASEAN, Timor Leste, dan Sekretariat ASEAN.

 

Dalam kesempatan tersebut, Indonesia memaparkan keberhasilan mengungkap rute penyelundupan manusia melalui kerja sama efektif antara aparat penegak hukum nasional dan internasional.

 

Keberhasilan ini menjadi salah satu best practice yang diharapkan dapat direplikasi di negara-negara anggota lainnya. Selain membahas penanganan penyelundupan manusia, forum ini juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan di Tempat Pemeriksaan Imigrasi utama.

 

Indonesia menawarkan model transformasi strategis melalui pemanfaatan teknologi canggih seperti autogate dan kecerdasan buatan (AI) untuk mempercepat pemeriksaan sekaligus memperkuat pengawasan. Usulan kerja sama yang diajukan mencakup Border Crossing Agreement, operasi maritim bersama, serta program pelatihan terpadu bagi petugas keimigrasian.

Di forum intelijen keimigrasian, Indonesia memaparkan inisiatif Desa Binaan Imigrasi sebagai langkah preemtif untuk mengedukasi masyarakat sekaligus mencegah praktik penyelundupan

manusia dan tindak pidana perdagangan orang. Langkah ini mendapat perhatian positif dari peserta forum karena memadukan pendekatan teknologi dengan pemberdayaan masyarakat.

 

Pertemuan hari pertama DGICM 2025 menggarisbawahi komitmen bersama seluruh negara anggota ASEAN dan Timor Leste untuk memperkuat kerja sama lintas batas, memerangi penyelundupan manusia, dan meningkatkan keamanan kawasan.

 

“DGICM merupakan forum strategis untuk membangun sinergi antarnegara dalam menjaga keamanan perbatasan, mencegah kejahatan lintas negara, serta meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian,” ujar Yudi Yusman

 

Menutup pernyataannya, Yuldi menegaskan, “Indonesia mendorong kerja sama yang lebih erat di kawasan, baik melalui pertukaran informasi, peningkatan kapasitas, maupun pemanfaatan teknologi mutakhir. Kami percaya, dengan kolaborasi yang solid, kawasan ASEAN dapat

menjadi lebih aman dan tangguh dalam menghadapi tantangan keimigrasian.”tutupnya.

 

/Red

 

 

 

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.