DPRD Turun Tangan: Keluhan Warga Terkait Manusia Punk di Kuta Ditindaklanjuti Penertiban

KUTA — Batara.news||

Keluhan masyarakat terkait keberadaan sejumlah manusia punk di kawasan wisata Kuta akhirnya mendapat respons langsung dari wakil rakyat. Anggota DPRD Bali, I Wayan Puspa Negara, turun langsung memantau kegiatan penertiban bersama aparat Satuan Polisi Pamong Praja yang mendapat bantuan kendali operasi (BKO) dari Satpol PP Kecamatan Kuta, pada Jumat (13/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda lapangan yang dilakukan sejak pagi hari untuk memastikan ketertiban dan kesiapan kawasan Kuta menjelang sejumlah agenda adat dan aktivitas wisata.

Sejak pukul 07.00 WITA, tim gabungan terlebih dahulu melaksanakan kegiatan rutin pembersihan pantai di kawasan Kuta.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan wisata yang setiap harinya menjadi tujuan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selanjutnya, sekitar pukul 11.30 WITA, dilakukan perompesan atau pemangkasan pohon di sejumlah titik jalur utama. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kelancaran rute pawai ogoh-ogoh yang akan digelar masyarakat dalam rangkaian perayaan menjelang Hari Raya Nyepi.

Memasuki pukul 13.30 WITA, tim juga meninjau dan menertibkan instalasi kabel yang dinilai semrawut di beberapa titik kawasan Kuta.

Penataan tersebut dilakukan guna memastikan keamanan serta estetika kawasan menjelang prosesi Melasti dan pawai ogoh-ogoh yang menjadi agenda penting masyarakat Bali.

Di sela rangkaian kegiatan tersebut, aparat juga melakukan penertiban terhadap sejumlah individu yang tergabung dalam komunitas manusia punk yang selama ini kerap terlihat di beberapa titik keramaian kawasan Kuta.Penertiban dilakukan menyusul laporan dan keluhan warga yang merasa terganggu dengan aktivitas kelompok tersebut.

Selain dianggap mengganggu ketertiban umum, keberadaan mereka juga dinilai berpotensi menimbulkan citra kurang baik bagi kawasan wisata yang selama ini menjadi salah satu etalase pariwisata Bali.

Dalam pelaksanaannya, aparat Satpol PP bersama tim gabungan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis. Sejumlah individu yang berada di lokasi dilakukan pendataan dan diminta untuk meninggalkan area yang selama ini menjadi titik berkumpul mereka.

Menurut I Wayan Puspa Negara, langkah penertiban tersebut bukan semata tindakan represif, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara ketertiban publik dan kenyamanan masyarakat serta wisatawan.

“Keluhan warga sudah disampaikan sejak cukup lama. Karena itu kami turun langsung memastikan penanganannya dilakukan secara humanis, namun tetap tegas demi menjaga ketertiban,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa kawasan wisata seperti Kuta harus senantiasa dijaga kondusivitasnya, mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu ikon utama pariwisata Bali yang setiap harinya dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Sementara itu, pihak Satpol PP menyatakan bahwa kegiatan penertiban akan terus dilakukan secara berkala. Selain langkah penertiban di lapangan, pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan pembinaan terhadap individu yang terjaring dalam kegiatan tersebut.

Warga setempat menyambut baik langkah cepat yang dilakukan pemerintah dan legislatif. Mereka berharap penertiban serupa dapat terus dilaksanakan secara konsisten agar lingkungan tetap aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

Penertiban ini sekaligus menjadi sinyal bahwa pemerintah daerah bersama DPRD tidak menutup mata terhadap keresahan masyarakat, khususnya di kawasan strategis yang menjadi wajah utama pariwisata Bali.

 

Penulis:Alisugiono.