Bojonegoro — Batara.news||Tradisi sakral menjelang akhir Ramadan kembali terasa di wilayah Sukosewu. Hingga Selasa (10/3/2026), Kantor Urusan Agama Sukosewu mencatat sedikitnya 18 pasangan calon pengantin telah mendaftarkan diri untuk melangsungkan akad nikah pada malam ke-29 Ramadan atau yang dikenal masyarakat sebagai “malem songo.”
Informasi tersebut disampaikan oleh penghulu KUA Sukosewu, Djumari, mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KUA Sukosewu, Sudirman. Menurutnya, tradisi akad nikah di malam songo masih menjadi pilihan banyak pasangan di wilayah tersebut.
“Per tanggal 10 Maret ini sudah tercatat 18 pasangan yang mendaftar untuk melaksanakan ijab qabul pada malam 29 Ramadan,” ujar Djumari.
Di kalangan masyarakat pedesaan Bojonegoro, malam songo diyakini sebagai waktu yang penuh keberkahan. Karena itu, banyak pasangan memilih mengikat janji suci pernikahan pada malam tersebut, dengan harapan rumah tangga yang dibangun kelak dipenuhi berkah dan keberkahan hidup.
Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap tahun. Menjelang akhir Ramadan, aktivitas di KUA biasanya meningkat tajam karena banyak pasangan memadukan momentum religius dengan peristiwa sakral pernikahan.
Pihak KUA Sukosewu pun telah menyiapkan pelayanan maksimal untuk memastikan prosesi akad nikah berjalan lancar. Para penghulu dijadwalkan bergantian mendampingi prosesi ijab qabul di berbagai desa di wilayah Kecamatan Sukosewu.
Bagi masyarakat, malam songo bukan sekadar angka dalam kalender Ramadan. Ia adalah momentum spiritual—ketika doa-doa dipanjatkan lebih khusyuk, ketika harapan masa depan rumah tangga digantungkan pada keberkahan malam-malam terakhir bulan suci.
Penulis:Alisugiono.












