Bojonegoro, — Batara.news||
Hari pertama masuk sekolah di Madrasah Aliyah (MA) Al-Abror Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, terasa berbeda. Bukan hanya suasana ceria menyambut kembalinya para siswa ke ruang kelas, tetapi juga semangat baru untuk membangun budaya belajar yang lebih tertib, nyaman, dan bermakna.
Di awal semester genap tahun ajaran 2026/2027 ini, pihak madrasah meluncurkan program Gerakan Disiplin Positif, sebuah inisiatif yang menempatkan kedisiplinan bukan sebagai alat hukuman, melainkan sebagai kebiasaan baik yang ditanamkan secara sadar.
Kepala MA Al-Abror Sukosewu, Muhibbin Aziz Rohmatulloh, mengatakan bahwa disiplin adalah bekal penting agar siswa siap belajar, siap berkembang, dan siap menghadapi masa depan.
“Kami ingin anak-anak datang ke sekolah dengan perasaan aman, tertib, dan fokus. Disiplin bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk menolong mereka menemukan ritme belajar yang sehat,” ujarnya, Senin (5/1/2026).
Berbeda dengan pendekatan lama yang identik dengan sanksi, MA Al-Abror mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif.
Guru dan wali kelas aktif memberi teladan, mengingatkan dengan dialog, serta mengajak siswa memahami makna di balik aturan.
Program ini meliputi pembiasaan hadir tepat waktu, berpakaian rapi sesuai tata tertib, menjaga etika belajar di kelas, serta menyelesaikan tugas tepat waktu.
Seorang siswa kelas XI, Zinda (16), mengaku merasakan suasana yang lebih nyaman dengan pendekatan baru ini.
“Guru-guru sekarang lebih sering mengajak ngobrol kalau ada yang melanggar. Jadi kami merasa dihargai dan lebih sadar mengapa aturan itu penting untuk kebaikan kami sendiri,” tutur Zinda.
Menurut pihak madrasah, tujuan utama dari gerakan ini adalah menumbuhkan karakter tanggung jawab, kejujuran, dan kemandirian — nilai-nilai yang sama pentingnya dengan prestasi akademik.
“Kami ingin lulusan kami tidak hanya pintar, tapi juga bisa dipercaya, bisa bekerja sama, dan bisa membawa nilai kebaikan di mana pun mereka berada,” tambah Muhibbin.
Dengan lingkungan belajar yang semakin tertib dan suportif, MA Al-Abror Sukosewu berharap para siswa dapat berkembang secara utuh — cerdas secara intelektual, matang secara emosional, dan kuat secara moral.
Semester baru pun bukan sekadar pergantian kalender, melainkan momentum menumbuhkan kebiasaan baik yang kelak akan menjadi bekal sepanjang hayat.
Penulis: Alisugiono
