Saat hujan turun tanpa jeda dan cuaca ekstrem menjadi isyarat alam, kemanunggalan TNI dan rakyat kembali menemukan maknanya. Di Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, Kota Ledre ini, jajaran Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 01/Bojonegoro Kodim 0813 Bojonegoro bersama warga menggelar karya bakti pembersihan Sungai Avur dan lingkungan sekitarnya, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan personel Kodim 0813 Bojonegoro, Koramil 01/Bojonegoro, Bhabinkamtibmas, Kepala Desa beserta perangkat, Linmas, hingga masyarakat setempat.
akibat itu nyata—tumpukan sampah dan sedimentasi yang menghambat aliran sungai dinilai berpotensi memicu banjir di tengah tingginya curah hujan.
Komandan Koramil 0813-01/Bojonegoro, Kapten Inf Suko Maulono, menegaskan bahwa karya bakti ini merupakan langkah mitigasi dini bencana.
Sampah yang menggenang di badan sungai dibersihkan agar aliran air kembali lancar dan tidak meluap ke permukiman warga. Menurutnya, upaya ini juga bagian dari meningkatkan kesiapsiagaan wilayah menghadapi cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi.
“Selain pencegahan banjir, kegiatan ini memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat dalam menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan. Kami berharap ke depan ada normalisasi Sungai Avur oleh dinas terkait agar kapasitas tampung air lebih maksimal,” ujar Kapten Inf Suko Maulono.
Sementara itu, Kepala Desa Sukorejo, Meyke Lelyanasari, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif jajaran TNI. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat—bukan sekadar slogan, tetapi kerja bersama di lapangan.
sesungguhnya tanggung jawab menjaga sungai bukan hanya milik TNI atau pemerintah desa, melainkan seluruh masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke sungai. Di tengah cuaca ekstrem ini, pembersihan sungai menjadi salah satu ikhtiar nyata meminimalisir bencana banjir,” tegasnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui dinas terkait segera melakukan normalisasi Sungai Avur. Sebab, sungai yang terawat bukan hanya soal estetika, tetapi soal keselamatan warga. Di Kota Ledre ini, gotong royong menjadi penyangga terakhir saat alam menguji kesiapan manusia.
Penulis:Alisugiono.
