Sayap Jembatan Ambrol,...

Sayap Jembatan Ambrol, Warga Wotsongo Jatirogo Tuban Waswas Keselamatan

Ukuran Teks:

TUBAN—Batara.news||

Belum genap usia perbaikan menua oleh waktu, sayap Jembatan Jantingan di Desa Wotsongo–Jantingan, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, kembali menunjukkan luka serius. Aspal yang masih hitam pekat kini terbelah, sementara tanah penyangga di sisi jembatan ambrol, menyisakan ancaman nyata bagi keselamatan warga.

Mirisnya, kerusakan ini muncul di tengah proyek perbaikan yang terbilang masih baru. Lapisan aspal seolah hanya menjadi penutup kosmetik, tak mampu menyembunyikan lemahnya struktur di bawahnya. Warga bahkan menduga pembesian jembatan tidak sesuai spesifikasi teknis, memperparah kecurigaan atas kualitas pekerjaan.

Tak hanya itu, proyek perbaikan jembatan tersebut juga disorot karena minim transparansi. Warga mengaku tidak menemukan papan proyek, serta tidak disediakan jalur alternatif selama proses perbaikan berlangsung—sebuah kelalaian yang dinilai mengabaikan keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ambrolnya sayap jembatan ini terekam dalam video kiriman warga dan ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak jelas bagian samping jembatan amblas, seolah tak sanggup menahan beban struktur dan aliran air di bawahnya.

“Baru diperbaiki, tapi sudah rusak lagi. Ini sangat berbahaya,” ujar salah satu warga setempat, Jumat (16/1/2026).

Jembatan Jantingan bukan sekadar bentang beton. Ia adalah urat nadi aktivitas warga, jalur utama menuju sawah, sekolah, dan pusat ekonomi desa. Setiap hari, anak-anak sekolah, petani, hingga pedagang melintas di atasnya. Kini, aktivitas itu dijalani dengan rasa waswas.

Warga menilai ambrolnya sayap jembatan menjadi indikator lemahnya konstruksi dan dugaan kurangnya penguatan struktur penahan tanah. Jika dibiarkan tanpa penanganan serius, kerusakan dikhawatirkan meluas hingga badan jembatan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.

“Kami minta segera ditangani serius, bukan sekadar ditambal. Ini menyangkut keselamatan banyak orang,” tegas warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab ambrolnya sayap jembatan maupun rencana penanganan lanjutan. Sikap diam ini justru menambah kegelisahan warga yang setiap hari harus bertaruh keselamatan saat melintas.

Warga mendesak pemerintah daerah dan instansi teknis segera turun tangan, melakukan evaluasi menyeluruh, membuka dokumen proyek, serta memastikan perbaikan dilakukan sesuai standar keamanan dan spesifikasi teknis, bukan asal jadi.

Di Wotsongo, jembatan bukan sekadar infrastruktur.

Ia adalah janji negara—yang seharusnya kokoh menopang kehidupan, bukan rapuh dan runtuh di balik aspal baru.

 

Penulis: Alisugiono

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan