Tanam Pohon, Tanam Har...

Tanam Pohon, Tanam Harapan Desa Pragelan Dorong Pertanian Lestari Lewat MPTS

Ukuran Teks:

BojonegoroBatara.news

Desa Pragelan, Kecamatan Gondang, tampil sebagai salah satu simpul penting dalam penguatan agenda pertanian berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. Melalui inisiatif Kelompok Tani Hutan (KTH) Dipo Makmur, digelar sosialisasi kemitraan sekaligus penanaman massal tanaman buah dan Multi Purpose Tree Species (MPTS), Selasa (13/1/2026).

Kegiatan ini tidak sekadar dimaknai sebagai program penghijauan, melainkan sebagai strategi ekologis-ekonomis untuk menjaga kelestarian hutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat desa.

Sinergi Lintas Sektor Dorong Pertanian Berkelanjutan

Urgensi kegiatan tercermin dari kehadiran berbagai pemangku kepentingan, antara lain:

– Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bojonegoro,

– Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah Bojonegoro,

– 26 Ketua KTH se-Kabupaten Bojonegoro,

– Unsur Forkopimcam Gondang,

– Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

Kehadiran para ketua KTH dari berbagai wilayah menegaskan bahwa praktik di Desa Pragelan diproyeksikan sebagai pilot project yang dapat direplikasi di desa-desa kawasan hutan lainnya.

Kepala DKPP Kabupaten Bojonegoro, Zaenal Fanani,S.Pi.,M.P. menegaskan pentingnya transformasi paradigma pertanian dari orientasi jangka pendek menuju keberlanjutan jangka panjang.

Menurutnya, sistem MPTS memungkinkan integrasi tanaman semusim seperti jagung dengan pohon buah dan tanaman kayu, sehingga fungsi produksi dan fungsi ekologis dapat berjalan beriringan.

“Pertanian ke depan tidak bisa hanya mengejar hasil cepat. Kita harus memikirkan kesuburan tanah, ketersediaan air, dan keberlanjutan ekonomi petani dalam jangka panjang,” tegas Zaenal.

Secara teknis, tanaman MPTS berperan menjaga stabilitas tanah, menekan erosi, meningkatkan daya serap air, sekaligus menyediakan sumber pendapatan alternatif bagi petani.

Sementara itu, Lulus Setiawan,S.H. Koordinator Rejo Semut Ireng yang membidangi pendampingan perhutanan sosial dan reforma agraria, memaknai kegiatan ini sebagai investasi sosial dan ekologis lintas generasi.

Ia menilai kemitraan antara pemerintah dan masyarakat merupakan fondasi utama keberhasilan program.

“Menanam pohon bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga tentang masa depan anak cucu kita. Jika alam terjaga, ekonomi masyarakat juga akan ikut terjaga,” ujarnya.

Melalui program ini, Desa Pragelan menegaskan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak harus mengorbankan lingkungan. Dengan pohon yang ditanam hari ini, masyarakat tengah membangun ketahanan pangan, ekologi, dan sosial untuk masa depan.

 

Penulis: Alisugiono

Editor: Redaksi Batara.news

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan