Pembangunan Gedung PAUD di Desa Bogo Mangkrak

Bojonegoro,- Batara.news || Pembangunan gedung PAUD di Desa Bogo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, yang bersumber dari Pokir (Pokok-Pokok Pikiran) tahun 2023, mangkrak dan belum selesai hingga saat ini.

 

Kepala Desa Bogo, Mursid, menyampaikan bahwa anggaran pembangunan gedung PAUD tersebut bersumber dari bantuan hibah Pokkir sebesar Rp 100 juta. Namun, anggaran sebesar itu tidak cukup untuk menyelesaikan pembangunan gedung PAUD.

 

“Bantuan hibah sebesar Rp 100 juta cukupnya segitu untuk menyelesaikan pembangunan gedung PAUD,” ungkap Mursid.

 

Bejo,nama samaran,warga desa yang biasa berjualan di sekolah sangat berharap gedung PAUD dapat segera dimanfaatkan sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas.kamis(21/08/2025)

 

Warga desa mempertanyakan pertanggungjawaban perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung PAUD yang tidak diselesaikan hingga tahun berikutnya, meskipun anggaran telah dicairkan.

 

“Bagaimana pertanggungjawaban perencanaan pelaksana pekerjaan hingga tahun berikutnya tidak diselesaikan dengan anggaran uang negara?” tanya warga desa.

 

Kabid PAUD Mustain Dinas Pendidikan mengatakan bahwa anggaran sebesar Rp 100 juta memang sudah sesuai dengan RAB. Namun, pengajuan awal dari desa sebesar Rp 200 juta, tetapi hanya Rp 100 juta yang disetujui dari Pokkir. Pihak desa kemudian berencana menambahkan anggaran dari desa di tahun 2023. Namun, bukannya diselesaikan, tetapi malah membangun PAUD/TK di sebelahnya di tahun 2024 yang sudah terselesaikan.

 

“Kalau pokir dari dinas sebesar Rp 100 juta memang sudah sesuai RAB. Pengajuan awal dari desa sebesar Rp 200 juta, tapi dari pokir diberi Rp 100 juta dan pihak desa kemudian akan menambahkan dari anggaran desa di tahun 2023. Namun, bukannya diselesaikan, tetapi malah membangun PAUD/TK di sebelahnya di tahun 2024 yang sudah terselesaikan,” terang Mustain.

 

 

Pembangunan gedung PAUD yang mangkrak ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pengelolaan anggaran dan perencanaan proyek pembangunan di Desa Bogo. Anggaran sebesar Rp 100 juta yang bersumber dari Pokkir seharusnya dapat digunakan untuk membangun gedung PAUD yang layak dan fungsional.

 

Namun, ironisnya, pembangunan gedung PAUD tahun 2023 belum terselesaikan. Kenyataannya, pembangunan gedung PAUD tidak dapat diselesaikan dengan anggaran yang tersedia. Hal ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan evaluasi dan perbaikan dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan di Desa Bogo, sehingga anggaran dapat digunakan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas pendidikan di desa.

 

(penulis:Alisugiono)

Komisi B DPRD Bojonegoro Sidak Sumur Tua, Tindaklanjuti Temuan Penyulingan Minyak Ilegal

Bojonegoro, Batara.news – Menindaklanjuti dugaan adanya aktivitas penyulingan minyak ilegal di wilayah penambangan sumur tua tradisional, Komisi B DPRD Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik sumur minyak tradisional, Rabu (20/8/2025).

 

Ketua Komisi B DPRD Bojonegoro menjelaskan, sidak dilakukan di wilayah Kecamatan Malo dan sekitarnya untuk melihat langsung aktivitas eksplorasi serta pengelolaan minyak dari sumur tua yang dikelola oleh PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS).

 

“Kunjungan ini merupakan tindak lanjut atas temuan aktivitas penyulingan minyak mentah yang diduga ilegal,” ungkap politisi Partai Gerindra tersebut.

 

Sidak dilakukan oleh seluruh anggota Komisi B DPRD Bojonegoro. Mereka ingin memastikan secara langsung kondisi di lapangan, termasuk dampaknya terhadap pengelolaan minyak sumur tua.

 

Anggota Komisi B, Lasuri, saat dikonfirmasi melalui telepon WhatsApp, menyebutkan sidak juga berkaitan dengan turunnya setoran dari PT BBS kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Karena ada penurunan setoran PAD, kami turun langsung untuk mencari tahu penyebabnya. Termasuk apakah ada aktivitas penyulingan minyak mentah menjadi solar yang diduga ilegal, sehingga berpengaruh pada hasil pengelolaan PT BBS,” jelas politisi Partai Amanat Nasional ini, Kamis (21/8/2025).

 

Menurut Lasuri, banyaknya sumur tua di Bojonegoro membuka potensi praktik ilegal yang perlu ditindaklanjuti serius. Bahkan, menurutnya, persoalan ini bisa dilaporkan langsung kepada Presiden RI sebagai bagian dari upaya penertiban.

 

“Setelah ini kami akan mengundang pihak-pihak terkait pengelolaan sumur minyak tradisional di Bojonegoro, sesuai arahan Presiden, untuk menentukan langkah penertiban dan pengelolaan yang lebih baik,” tegasnya.

 

Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Selasa malam (19/8/2025) menggelar rapat terbatas mendadak di kediaman pribadinya. Dalam rapat yang berlangsung sekitar 4 jam tersebut, Presiden meminta laporan terkait penertiban kawasan hutan dan tambang ilegal.

 

Sejumlah pejabat hadir dalam pertemuan itu, antara lain Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

 

 

/Al

 

Menguak Kebenaran di Balik Sumur Tua Wonocolo

Bojonegoro,-Batara.news||

Pertemuan mendadak Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga negara di kediamannya di Hambalang, Bogor, pada Selasa malam, 19 Agustus 2025, membawa angin segar bagi upaya pemberantasan tambang ilegal di Indonesia. Presiden menegaskan komitmennya untuk menghentikan praktik-praktik ilegal yang merugikan negara dan merusak lingkungan. Namun, di tengah semangat pemberantasan tambang ilegal itu, muncul pertanyaan penting tentang nasib sumur tua Wonocolo di Bojonegoro, Jawa Timur.

 

Laba BBS Merosot Drastis

PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola sumur tua Wonocolo, mengalami penurunan laba yang drastis dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK Perwakilan Jawa Timur tahun 2024, laba bersih BBS menyusut lebih dari Rp 4,6 miliar atau sekitar 82 persen. Penurunan paling tajam terjadi pada tahun 2023, ketika laba anjlok hingga -76,49 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Dugaan Aktivitas Pengolahan Minyak Liar

Penurunan laba BBS diduga karena minyak mentah dari sumur tua Wonocolo tidak seluruhnya masuk ke jalur resmi. Sebagian disinyalir dialihkan ke aktivitas pengolahan liar melalui “dapur-dapur” tradisional di sekitar lokasi. Minyak mentah itu dimasak, diolah, lalu dijual dalam bentuk produk turunan dengan harga lebih tinggi melalui jalur distribusi yang tidak terpantau pemerintah. Akibatnya, BBS hanya mendapat bagian kecil, sementara keuntungan besar diduga mengalir ke kantong-kantong kelompok tertentu di luar mekanisme resmi.

 

Lingkaran Masalah

Situasi ini menciptakan lingkaran masalah. BBS kehilangan potensi laba karena pasokan minyak mentah terbatas, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bojonegoro ikut tergerus, dan ekonomi gelap justru tumbuh subur di jalur ilegal tanpa kontribusi pajak maupun retribusi bagi daerah. Di sisi lain, risiko keselamatan semakin tinggi karena pengolahan minyak dilakukan tanpa standar keamanan, rawan kebakaran, dan berpotensi mencemari lingkungan.

 

Pelajaran

Pertemuan Presiden Prabowo di Hambalang hendaknya menjadi peringatan serius bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Jika pemerintah pusat mampu bergerak cepat menertibkan tambang ilegal di level nasional, maka Pemkab Bojonegoro tidak punya alasan untuk menutup mata terhadap dugaan aktivitas liar di sumur tua. Pertanyaan “apa kabar Wonocolo?” kini bukan sekadar retorika, melainkan ujian nyata bagi keberanian Pemkab Bojonegoro.

 

Ketegasan Presiden di tingkat nasional harus dijawab dengan keberanian politik di tingkat daerah. Pemkab Bojonegoro harus berani menutup dugaan jalur gelap minyak mentah demi menyelamatkan BBS dan memastikan hasil migas benar-benar memberi manfaat bagi rakyat. Jika tidak, Wonocolo akan terus menjadi ladang kebocoran, bukan berkah.

 

(Red)

Jelang Penutupan, Warga Soko dan Satgas TMMD 125 Bojonegoro Laksanakan Kerja Bakti

BOJONEGORO, – Menjelang berakhirnya kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke- 125 di Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro, puluhan warga masyarakat bersama anggota Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro adakan kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

 

Kerja bakti bersama ini dilakukan diseputaran lapangan dan balai desa, kiri-kanan jalan poros Desa Soko Kecamatan Temayang menuju Desa Pajeng Kecamatan Gondang Bojonegoro, serta memasang umbul-umbul. Kegiatan tersebut, untuk menyambut pelaksanaan Upacara Penutupan program TMMD ke- 125 tahun 2025.

 

Ungkapan rasa syukur, apresiasi dan terima kasih disampaikan Ahmad Rusmiadi (57) warga Desa Soko, kepada jajaran TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sudah memperhatikan Desa Soko sebagai sasaran program terpadu dan lintas sektoral TMMD tahun ini.

 

“Terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, dan TNI yang telah bekerja keras membangun desa kami seperti jalan cor beton melalui program TMMD. Alhamdulillah, kini kami warga Soko bisa beraktivitas lancar, melalui akses jalan dengan mudah,” tuturnya, Rabu (20/8/2025).

 

Menanggapi hal ini, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Inf Setyo Budi, peran serta unsur terkait baik dari TNI-Polri, Pemerintah Daerah dan warga masyarakat Desa Soko Kecamatan Temayang tanpa terkecuali sangat membantu suksesnya program yang mengusung tema ‘Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah’ tersebut.

 

Personel Satgas TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro, bersama masyarakat dan unsur terkait lainnya tak kenal menyerah, bahkan ditengah terik matahari maupun hujan, tetap saling bahu membahu, bekerja bersama sehingga semua sasaran TMMD dituntaskan, dan saat ini hasilnya bisa dinikmati oleh seluruh warga masyarakat.

 

“Kami berharap, hasil pembangunan pada program TMMD ini dapat menunjang aktivitas sehari-hari masyarakat baik itu untuk meningkatkan perekonomian, akses pendidikan dan kesehatan maupun bidang lainnya. Kita juga berharap, hasil dari pembangunan ini bisa dijaga dan dirawat sehingga bermanfaat dalam jangka waktu panjang,” pungkasnya.

 

(Alisugiono/Lis)

Pengadaan Chromebook 2024 Bojonegoro Capai Rp7,8 Miliar, Diduga Ada Harga Lampaui Batas Kontrak Payung

Bojonegoro,–Batara.news|| Program pengadaan laptop Chromebook untuk satuan pendidikan di Bojonegoro tahun anggaran 2024 kembali menuai sorotan. Dari data yang dihimpun, total pengadaan mencapai 1.560 unit untuk 100 satuan pendidikan, terdiri dari 90 Sekolah Dasar (SD) dan 10 Sekolah Menengah pertama, di mana masing-masing sekolah menerima 15 unit perangkat.

 

Sekretaris Dinas Pendidikan Bojonegoro, Anang, membenarkan adanya program tersebut. tahun 2024 pengadaan diperuntukkan bagi 100 sekolah, masing-masing mendapatkan 15 unit Chromebook,” ujarnya.

 

Dari hasil penelusuran data, terdapat lima paket pengadaan dengan rincian Merdeka Chromebook C120: 510 unit × Rp4.990.000 = Rp2,544 miliar, Merdeka Chromebook C120: 480 unit × Rp4.990.000 = Rp2,395 miliar, Chromebook M432-1: 360 unit × Rp4.975.000 = Rp1,791 miliar, Chromebook M432-1: 150 unit × Rp4.975.000 = Rp746 juta, Chromebook M432-1 (1Y): 60 unit × Rp5.638.333 = Rp338 juta Total anggaran pengadaan mencapai Rp7,815 miliar.

 

Namun, yang menjadi sorotan adalah pengadaan Chromebook M432-1 (1Y) dengan harga satuan Rp5.638.333, atau lebih tinggi sekitar Rp638.333 dibandingkan harga batas kontrak payung LKPP. Dengan jumlah 60 unit, potensi kelebihan anggaran mencapai Rp38,3 juta.

 

Padahal, sesuai Surat Edaran LKPP Nomor 4 Tahun 2023, harga kontrak payung untuk laptop TIK produk dalam negeri telah ditetapkan sebesar Rp5.000.000 per unit. Harga tersebut sudah mencakup biaya produksi, keuntungan distributor, pengemasan, overhead, serta pajak, dan berlaku sebagai batas tertinggi dalam mekanisme e-purchasing katalog.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pendidikan Bojonegoro belum memberikan penjelasan lebih rinci terkait alasan perbedaan harga, khususnya pada paket Chromebook M432-1 (1Y) yang melampaui ketentuan kontrak payung.

 

(Penulis Alisugiono)

Husain Nyatakan Mundur Di Gelombang Demo Jilid 2 Pati

Pati, Batara.news – Aksi unjuk rasa jilid 2 melengserkan bupati Sudewo yang akan digelar pada 25 Agustus mendatang dipastikan batal.

 

Hal itu disampaikan Ketua Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Ahmad Husen melalui live aplikasi tik tok. Selasa (19/8/25)

 

Husen meminta maaf kepada semua warga masyarakat kabupaten Pati lantaran tidak bisa melanjutkan aksi unjuk rasa melengserkan bupati Sudewo.

 

“Mohon maaf semuaya, saya bukan pahlawan, bukanya gimana-gaimana, saya disini juga tidak dapat apa-apa dan mohon maaf tanggal 25 saya tidak bisa jalan dan saya tetap mengundurkan diri.”kata Husen

 

Ia mengaku, pengunduran dirinya bukan tanpa alasan, karena dirinya merasa dimanfaatkan dan dihianati teman – teman seperjuangan.

 

“Mungkin anda semua tidak tau rasanya hati dihianati temen, padahal niat saya tulus dan mendukung. ”sesalnya.

 

/Suf

Tokoh Masyarakat Tlogowungu Anang Afiyana Firdaus Tegaskan Fokus Kerja, Ajak Warga Jaga Kondusivitas Pati

Pati, Batara.news – Tokoh masyarakat sekaligus koordinator lapangan (korlap) aksi demonstrasi Kecamatan Tlogowungu, Anang Afiyana Firdaus, akhirnya angkat bicara terkait isu demo jilid II di Kabupaten Pati. Ia menegaskan tidak akan lagi terlibat langsung dalam aksi lanjutan, dan memilih untuk fokus pada pekerjaannya.

 

“Saya sudah pamit kepada rekan-rekan, termasuk Mas Botok. Saya menarik diri karena ingin fokus kerja saja. Apa lagi yang harus saya kejar? Proses sudah berjalan, termasuk hak angket di DPRD. Jadi, biarlah itu dilanjutkan oleh yang berwenang,” ungkap Anang, Selasa (…/8/2025).

 

Menurut Anang, aksi demo yang sebelumnya digelar diikuti ribuan massa dari berbagai wilayah, termasuk sekitar 1.000 lebih dari Tlogowungu. Sebagai korlap, ia mengaku lebih memprioritaskan keselamatan peserta aksi ketimbang tampil berorasi.

 

“Bagi saya, yang utama adalah menjaga massa yang saya bawa tetap kondusif. Mereka adalah tanggung jawab saya. Makanya kemarin saya tidak sempat orasi, karena fokus mengamankan dan bahkan mengevakuasi korban yang jatuh,” jelasnya.

 

Anang juga menegaskan bahwa massa dari Tlogowungu tidak ada yang terlibat aksi anarkis. Ia bahkan memastikan setelah pukul 14.30 WIB, rombongannya sudah meninggalkan lokasi aksi dengan tertib.

 

Terkait polemik adanya akun media sosial yang mengatasnamakan dirinya, Anang dengan tegas membantah. Ia menyatakan hanya memiliki satu akun resmi, dan jika ada pernyataan darinya, pasti akan disampaikan melalui video, bukan tulisan semata.

 

“Banyak akun palsu yang mengatasnamakan saya. Dugaan saya ada pihak-pihak yang ingin menunggangi gerakan ini. Bagi yang tidak bisa ditunggangi, justru dipelintir atau diframing. Itu juga yang saya alami,” tegasnya.

 

Lebih lanjut, Anang berpesan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam isu-isu yang justru memecah konsentrasi. Ia mengajak warga Pati untuk kembali fokus bekerja, menjaga kondusivitas, dan mengutamakan kepentingan keluarga.

 

“Pesan saya, mari kita ciptakan suasana Pati yang damai dan kondusif. Tidak perlu membuang energi menanggapi isu-isu yang belum jelas. Fokuslah bekerja, karena kita semua punya keluarga yang harus dinafkahi,” pungkasnya.

 

/Red

Musda XI Golkar Bojonegoro: Mitro’atin Titip Pesan Soliditas, Bupati Wahono Tekankan Kedewasaan Politik

Bojonegoro – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro resmi digelar di Hotel Eastern, Senin (18/8/2025). Forum lima tahunan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus pemilihan Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro periode 2025–2030.

 

Menariknya, hanya satu nama yang maju sebagai calon ketua, yakni Ahmad Supriyanto. Praktis, ia menjadi calon tunggal yang siap melanjutkan kepemimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

 

Lebih dari 500 kader hadir, mulai dari pengurus kecamatan (PK), ranting desa, hingga jajaran DPD kabupaten dan provinsi. Musda dipimpin oleh Anis Mustofa, anggota DPRD Bojonegoro dari Fraksi Golkar.

 

Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Ketua DPD Golkar periode 2020–2025 Mitro’atin, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, Ketua DPRD Bojonegoro Abdullah Umar, Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, serta pimpinan partai lain seperti Demokrat, PPP, dan PKS. Perwakilan KPU dan Bawaslu Bojonegoro juga hadir menyaksikan jalannya Musda.

 

Dalam sambutannya, Mitro’atin menyampaikan rasa syukur dan pamit sekaligus berpesan agar Golkar tetap solid.

 

“Selama saya memimpin tentu ada kekurangan. Namun demi Allah, saya tidak pernah berniat merugikan Partai Golkar. Saya ingin Golkar tetap solid, bangkit, dan semakin kuat menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

 

Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menambahkan, Golkar adalah partai besar yang sudah matang dan berpengalaman.

 

“Golkar bukan partai baru. Sejak saya kecil, Golkar sudah ada dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Kedewasaan politiknya terlihat dari konsolidasi yang solid dan demokratis. Saya percaya, Golkar akan terus memberi kontribusi besar, tidak hanya untuk Bojonegoro, tetapi juga Jawa Timur dan Indonesia,” ujarnya.

 

Musda XI ini pun menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan. Dengan tampilnya Ahmad Supriyanto sebagai calon tunggal, forum ini diharapkan meneguhkan soliditas Golkar Bojonegoro sekaligus memantapkan langkah menghadapi agenda politik mendatang.

 

 

/Al

 

Dukungan Mulai Bermunculan, Warga Pati Nyatakan Dukungan untuk Bupati Sudewo

Pati Batara.news – Mulai bermunculan masyarakat di Kabupaten Pati menyuarakan dukungan agar Bupati Sudewo melanjutkan kepemimpinannya. Dalam enam bulan menjabat, Sudewo dinilai telah menghadirkan sejumlah capaian pembangunan yang langsung dirasakan warga.

 

Sejumlah terobosan yang diapresiasi antara lain pembangunan infrastruktur jalan di berbagai kecamatan, pemberian beasiswa kepada 194 mahasiswa asal Pati, perhatian serius pada sektor pertanian, hingga pengerukan sungai guna meminimalisasi risiko banjir.

 

“Baru beberapa bulan menjabat, hasil kerjanya sudah nyata. Jalan diperbaiki, mahasiswa diberi beasiswa, dan sektor pertanian mendapat perhatian. Maka dari itu, kami mendukung penuh beliau tetap menjabat,” ungkap warga secara kompak.

 

Sudewo juga mendapat julukan “Bupati Pembangunan” karena dinilai konsisten menempatkan pembangunan sebagai prioritas utama. Warga berharap program-program strategis yang telah digulirkan bisa dituntaskan demi kemajuan daerah.

 

Dukungan masyarakat ini sekaligus meredam isu pelengseran yang sempat bergulir. Sebagian besar warga menegaskan keinginan agar Sudewo tetap memimpin hingga akhir masa jabatan.

 

/Red

Satgas TMMD 125 Bojonegoro Tuntaskan Renovasi Rutilahu

BOJONEGORO, – Peningkatan kualitas Atap, Lantai dan Dinding (Aladin) 6 unit Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) milik warga kurang mampu d Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro pada kegiatan program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke- 125 tahun 2025, progres pengerjaannya telah mencapai 100% selesai.

 

Semangat kebersamaan antara prajurit TNI dari Tiga Matra Angkatan yakni Matra Angkatan Darat, Laut dan Udara yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro dengan warga masyarakat menjadi kunci keberhasilan program terpadu dan lintas sektoral TMMD yang diberlangsung di Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

 

Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Inf Setyo Budi, mengungkapkan bahwa renovasi peningkatan kualitas Aladin Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu) pada pelaksanaan TMMD ke- 125 di Desa Soko ini sebagai bagian dari program kemanusiaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

 

Program tersebut, menurut dia, dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, dengan menyediakan tempat tinggal yang layak dan sehat, membantu masyarakat yang tinggal di rumah dengan kondisi tidak memenuhi standar kesehatan dan keselamatan.

 

Selain itu, semangat gotong royong dan dukungan penuh dari warga masyarakat juga menjadi modal utama keberhasilan dalam kegiatan ini, sehingga pengerjaan sasaran program TMMD ke- 125 di Desa Soko Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dapat terlaksana dengan baik.

 

“Kami berharap, hasil pekerjaan program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang. Warga penerima manfaat bantuan bisa menempati rumah tinggalnya dengan lebih aman, nyaman dan sehat,” kata Lettu Inf Setyo Budi, Senin (18/8/2025).

 

Salah satu penerima manfaat bantuan, Subakir (71), warga Dusun Soko RT.001/RW.001 Desa Soko, merasa bersyukur dan bahagia. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan juga jajaran TNI Kodim 0813 Bojonegoro yang telah membantu membangun rumahnya melalui program TMMD ke- 125 tahun ini.

 

“Syukur Alhamdulillah, saya sangat senang sekali sudah dibangunkan rumah yang lebih bagus. Terima kasih kepada Pemkab Bojonegoro, dan juga bapak-bapak TNI Kodim 0813 Bojonegoro, semoga kami bisa menempati rumah ini lebih aman dan nyaman,” tuturnya.

 

Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro Lettu Kav Sujirman, mengungkapkan, program TMMD ke- 125 tahun 2025 di Desa Soko memfokuskan pembangunan infrastruktur yakni pembangunan jalan cor beton sepanjang 1.372 meter, peningkatan kualitas Aladin Rutilahu, pembuatan 1 titik sumur bor di Dusun Sumberpoh dan pembangunan pagar SDN Soko IV, 100% pengerjaannya sudah terselesaikan.

 

Sedangkan sasaran fisik lainya yaitu pembangunan Musholla SDN Soko IV, pengerjaan sudah mencapai 97,91% dan pekerjaan rehabilitasi check dam Dusun Sekonang progres pengerjaannya sudah mencapai 85,35%, serta sasaran tambahan pembangunan 4 titik sumur bor mencapai 85%.

 

“Dengan hampir rampungnya seluruh sasaran fisik program TMMD ke- 125 Kodim 0813 Bojonegoro ini diharapkan bisa memberikan dampak nyata bagi percepatan pembangunan diwilayah pedesaan, sekaligus dapat mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat,” pungkasnya.

 

/Al

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.