BOJONEGORO – Batara.news||Bakat besar tak mengenal usia. Hal itu tergambar jelas dari sosok karateka cilik asal Desa Margomulyo, Kecamatan Balen, Achmad Evano Zidan Wahyudin Putra, yang terus menapaki jalur prestasi dengan konsisten.
Setelah sebelumnya mencuri perhatian dengan meraih medali emas di ajang bergengsi JINKAC Cup 1 Bojonegoro, perjalanan Evano belum berhenti. Pada Minggu (19/04/2026), siswa kelas 2 MINU ini kembali menorehkan capaian penting: lulus Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) dan resmi menyandang sabuk Hijau.
Kenaikan tingkat ini bukan sekadar perubahan warna sabuk. Di baliknya ada disiplin latihan, ketekunan, dan mental baja yang mulai ditempa sejak usia dini.
Putra dari Achmad Wahyudin, anggota Polsek Sumberrejo sekaligus mantan Humas Polres Bojonegoro, ini memang dikenal memiliki semangat latihan yang tinggi.
Dukungan keluarga menjadi fondasi kuat di balik setiap pencapaiannya.
“Ini bukan sekadar soal medali atau sabuk. Yang utama adalah membentuk karakter disiplin, mental kuat, dan sportivitas sejak kecil,” ujar sang ayah.
Hal senada disampaikan sang nenek, Ibu Ayun, yang menyaksikan langsung keseharian Evano.
“Setiap ada jadwal latihan, dia selalu semangat. Alhamdulillah, dari dapat emas sampai sekarang naik sabuk kuning, semuanya dijalani dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Prestasi emas yang diraih pada September tahun lalu menjadi sinyal kuat bahwa Bojonegoro tak kekurangan bibit atlet potensial. Kini, dengan status sabuk kuning, langkah Evano memasuki fase baru—lebih menantang, sekaligus penuh peluang.
Harapan pun mulai diarahkan lebih jauh: dari level daerah menuju panggung provinsi, bahkan nasional.
Kisah Evano bukan sekadar cerita kemenangan, tetapi juga pesan kuat bagi anak-anak seusianya—bahwa kerja keras, disiplin, dan konsistensi mampu membuka jalan menuju prestasi.
Selamat, Evano! Perjalananmu baru saja dimulai.
Penulis:Alisugiono












