BOJONEGORO – Batara.news
Semangat konsolidasi dan arah baru gerakan relawan kembali digaungkan. Kali ini, melalui Konferensi Daerah (Konferda) PROJO Jawa Timur 2026 yang digelar di Malang—sebuah momentum strategis untuk menata langkah menuju kontestasi demokrasi 2029.Sabtu (11/4/2026)
Mengusung tema “Konsolidasi Total Menuju Organisasi Solid”, forum ini tak sekadar menjadi ajang temu kader, melainkan panggung penguatan ideologi sekaligus penyamaan visi di tengah dinamika global yang kian kompleks.
Tak kurang dari delegasi 38 DPC PROJO se-Jawa Timur hadir, mempertegas soliditas gerakan dari akar rumput hingga pusat.
Di sisi lain, kehadiran tokoh-tokoh nasional turut memberi warna tersendiri.
Ketua Umum DPP PROJO, Budi Arie Setiadi, yang dikenal pernah menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika serta Menteri Koperasi, dikabarkan turut diundang.
Bersama itu, nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mencuat dalam rangkaian agenda, menandakan kuatnya sinergi antara relawan dan pemangku kebijakan.
Menariknya, suasana di luar arena konferensi pun tak kalah semarak. Karangan bunga dari berbagai kalangan berjajar rapi, menjadi simbol dukungan dan harapan.
Di antaranya datang dari Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, yang menitipkan pesan singkat namun penuh makna: “Solid Bergerak, Raih Kemenangan.”
Lebih lanjut, secara terpisah, Ketua DPC PROJO Bojonegoro Mustakim menegaskan pentingnya menjaga kejernihan informasi di tengah derasnya arus digital. Ia mengamini pesan yang disampaikan Budi Arie Setiadi, bahwa masyarakat tidak boleh mudah terpancing hoaks maupun upaya adu domba.
Tak hanya itu, Mustakim juga mengingatkan bahwa soliditas relawan bukanlah hal baru.
Ia telah teruji saat menghadapi badai pandemi COVID-19, dan kini diuji kembali oleh tantangan yang tak kalah berat—mulai dari ancaman resesi global hingga perang ekonomi dunia.
“Karena itu, kita tidak boleh lengah. Kita bagian dari NKRI, kita sudah terlatih menghadapi krisis besar. Sosok Joko Widodo telah membuktikan kepemimpinan saat badai, dan hari ini semangat itu kita lihat pada Gibran Rakabuming Raka. Sudah saatnya PROJO bertransformasi secara elegan menuju demokrasi 2029,” tegasnya.
Pada akhirnya, Konferda ini bukan sekadar seremoni. Lebih dari itu, ia adalah titik tolak—bahwa kekuatan relawan harus terus dirawat, diarahkan, dan disiapkan menghadapi masa depan.
Batara.news mengajak pembaca untuk lebih jeli, tidak mudah terprovokasi, dan terus mengawal demokrasi dengan pikiran jernih serta semangat persatuan.
Penulis:Alisugiono.












