BOJONEGORO – 02/04/2026. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro angkat bicara terkait dugaan penggunaan ijazah yang tidak terintegrasi dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) oleh salah satu peserta lolos seleksi PPPK, Ika Selvia Desy Lestari.
Saat dikonfirmasi awak media, Daniar dari BKPP Bojonegoro menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan langkah-langkah administratif dan koordinasi intensif dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
”Kami masih memintakan pertimbangan teknis (Pertek) ke BKN sebagai dasar langkah kepegawaian selanjutnya,” ujar Daniar.
Terkait status ijazah dari Universitas Darul Ulum yang diakui digunakan oleh Ika Selvia namun tidak ditemukan record-nya di PDDikti, BKPP menegaskan telah melakukan langkah verifikasi awal. Bahkan, dalam waktu dekat, tim akan melakukan kroscek langsung ke lapangan.
”Kami sudah menjadwalkan konfirmasi langsung ke pihak universitas (Darul Ulum) pada minggu depan. Hal ini berjalan beriringan dengan permintaan pertimbangan teknis ke BKN mengenai status legalitas produk ijazah yang tidak terintegrasi PDDikti,” tambahnya.
Dugaan adanya kelalaian dalam proses verifikasi administrasi saat pendaftaran juga menjadi poin krusial. Pasalnya, Ika Selvia bisa lolos hingga tahap pemberkasan meski terdapat ketidaksinkronan data ijazah. Menanggapi hal tersebut, pihak BKPP menjelaskan bahwa proses verifikasi dilakukan secara berjenjang.
”Proses verifikasi pada saat pendaftaran sampai dengan pemberkasan melalui BKPP dan BKN. Terkait apakah integrasi PDDikti menjadi syarat wajib yang mutlak, kami menunggu hasil Pertek BKN untuk menentukan bagian mana yang harus bertanggung jawab dan bagaimana tindak lanjutnya,” jelasnya.
Masyarakat kini menunggu hasil verifikasi lapangan dan keputusan dari BKN. Jika ditemukan adanya unsur pemalsuan atau dokumen tidak sah, status kepegawaian yang bersangkutan terancam dibatalkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, BKPP Bojonegoro menegaskan bahwa proses audit terhadap data atas nama Ika Selvia Desy Lestari masih terus berjalan dan menjadi prioritas untuk segera diselesaikan.
/red












