BOJONEGORO — Batara.news ||
Partai Golkar Kabupaten Bojonegoro resmi menutup rangkaian Safari Ramadan sekaligus Musyawarah Kecamatan (Muscam) ke-11 dalam suasana kebersamaan melalui agenda buka puasa bersama di halaman Kantor DPD, Rabu (18/3/2026).
Ketua DPD Partai Golkar Bojonegoro, Ahmad Supriyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari strategi konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat akar rumput.
“Alhamdulillah, hari ini kita menutup rangkaian Safari Ramadan sekaligus Muscam ke-11. Ini langkah nyata untuk memperkuat struktur dan soliditas partai,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, dari total 28 kecamatan di Bojonegoro, sebanyak 25 kecamatan telah melaksanakan Muscam. Sementara tiga kecamatan—Gayam, Trucuk, dan Sekar—masih berstatus pelaksana tugas (PLT) dan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.
“Targetnya seluruh kecamatan harus segera tuntas agar struktur partai benar-benar siap menghadapi agenda politik ke depan,” tegasnya.
Tak hanya soal struktur, Ahmad juga menyampaikan optimisme peningkatan kekuatan politik Golkar.
Berdasarkan evaluasi internal, partainya menargetkan tambahan kursi pada kontestasi mendatang, bahkan membidik capaian lebih besar menuju Pemilu 2029.
“Minimal kita bisa menambah satu kursi. Memang target dua kursi belum merata, khususnya di Dapil 2. Ini menjadi PR bersama,” ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar, Eko Wahyudi, menekankan bahwa keberhasilan partai tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh kualitas komunikasi dan kebersamaan internal.
“Indikator kepemimpinan itu salah satunya adalah komunikasi. Dan hari ini kita melihat—penyelenggara, pengawas, dan partai politik hadir dalam satu ruang. Ini bukti kebersamaan yang nyata,” ujarnya.
Ia memberikan apresiasi atas capaian kepengurusan DPD Golkar Bojonegoro yang dinilai progresif.
“Dari 28 kecamatan, 25 sudah melaksanakan Muscam. Ini bukan hal kecil, ini menunjukkan kerja nyata,” tegasnya.
Menurutnya, ke depan ada dua hal krusial yang harus diperkuat, yakni konsolidasi struktur hingga ke bawah dan kesiapan strategi menghadapi kontestasi politik.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara generasi senior dan generasi muda dalam tubuh partai.
“Pengalaman senior harus menjadi pijakan, sementara generasi muda harus berani mengambil peran untuk mengeksekusi perjuangan partai,” tambahnya.
Di sisi lain, Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Bojonegoro, Tamam Syaifuddin, membawa narasi reflektif dengan menekankan pentingnya moralitas dalam kepemimpinan.
Ia menyebut empat pilar utama yang menjadi fondasi kejayaan, yakni ilmu para ulama, keadilan pemimpin, kedermawanan orang kaya, serta doa kaum fakir miskin.
“Dengan keempat hal ini, kepemimpinan akan mencapai puncak kejayaan,” tuturnya.
Tamam juga mengingatkan agar dinamika politik tidak terjebak pada polemik simbolik semata, melainkan fokus pada substansi.
“Daripada mempertengkarkan hal-hal yang tidak produktif, lebih baik kita memikirkan dinamika politik yang terus berkembang,” pesannya.
Sejumlah Tokoh dan Elemen Hadir
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua KPU Kabupaten Bojonegoro, Robi Adi Perwira, serta Ketua Bawaslu Kabupaten Bojonegoro, Handoko Sastro Purwodadi.
Selain itu, hadir pula jajaran pengurus DPD, pimpinan dan anggota Fraksi Golkar DPRD Bojonegoro, para ketua PK se-Kabupaten Bojonegoro, organisasi sayap partai, serta kader Golkar dari berbagai tingkatan.
Dari unsur masyarakat, tampak perwakilan organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, serta tokoh lintas agama Ormek organisasi mahsiswa ekstra kampus dan pengurus dan Kader serta masyarakat yang ikut meramaikan suasana buka bersama.
Kehadiran berbagai elemen ini menjadi gambaran sinergi antara partai politik, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dalam menjaga iklim demokrasi yang kondusif di daerah.
/red












