Bukit Clongop Kembali Berguncang, Kapolres dan Bupati Turun Langsung: Pengendara Diminta Waspada

GUNUNGKIDUL — Batara.news

Hembusan angin pegunungan yang tenang di kawasan Bukit Clongop, Gedangsari, mendadak berubah menjadi perhatian serius setelah longsor kembali terjadi di jalur yang dikenal rawan tersebut.

Material tanah dan bebatuan yang turun dari lereng bukit memaksa aparat dan pemerintah daerah bergerak cepat demi memastikan keselamatan masyarakat.

Pada Selasa (3/3/2026), Endah Subekti Kuntariningsih, Bupati Gunungkidul, bersama AKBP Damus Asa, Kapolres Gunungkidul, turun langsung meninjau lokasi longsor di Bukit Clongop, wilayah Gedangsari.

Kehadiran mereka di lapangan menjadi sinyal kuat bahwa keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.

Rombongan yang juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Gunungkidul melakukan pemantauan di titik longsor yang diketahui memiliki volume material cukup besar. Bahkan, longsor kali ini disebut lebih berat dibanding kejadian serupa pada tahun sebelumnya.

Di hadapan awak media, Bupati Gunungkidul menjelaskan bahwa sejak malam hari sebelumnya aparat kepolisian telah melakukan pemantauan intensif di lokasi guna memastikan kondisi jalur tetap aman dilalui masyarakat.

“Sejak tadi malam Pak Kapolres bersama jajaran sudah memonitor langsung kondisi di jalur Clongop setelah terjadi longsor. Lokasinya berbeda dengan kejadian menjelang Lebaran tahun lalu dan volume materialnya lebih besar,” ujar Bupati.

Upaya penanganan awal pun langsung dilakukan. Personel kepolisian bersama BPBD, unsur kapanewon, relawan, serta masyarakat setempat bahu-membahu membersihkan material longsor yang menutup sebagian badan jalan.

Di saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah DIY untuk menurunkan alat berat guna mempercepat proses pembersihan. Alat berat tersebut dilaporkan sedang dalam perjalanan menuju lokasi.

Namun di balik proses penanganan yang terus berjalan, ada pesan penting yang disampaikan pemerintah kepada masyarakat: kewaspadaan harus menjadi prioritas.

Jalur Bukit Clongop dikenal memiliki kontur perbukitan dengan lereng yang cukup curam. Saat hujan turun atau tanah mulai jenuh oleh air, potensi longsor dapat terjadi secara tiba-tiba.

Karena itu, masyarakat yang melintas di jalur tersebut diminta meningkatkan kehati-hatian, terutama ketika cuaca tidak menentu.

“Untuk sementara masyarakat kami imbau berhati-hati saat melintas. Pada siang hari masih dimungkinkan diberlakukan sistem buka-tutup jalan yang akan diatur oleh petugas dari Polsek, Babinsa, serta TNI,” tambahnya.

Langkah pengaturan lalu lintas ini dilakukan untuk memastikan dua hal berjalan bersamaan: keselamatan pengguna jalan tetap terjaga dan proses pembersihan material longsor dapat berlangsung tanpa hambatan.

Bukit Clongop kini menjadi pengingat bahwa alam memiliki kekuatan yang tak bisa diabaikan. Di tengah keindahan perbukitan Gunungkidul, kewaspadaan tetap menjadi kunci agar setiap perjalanan berakhir dengan selamat.

 

Penulis: Alisugiono