Refleksi Setahun, Bupati Tegaskan Fondasi Perubahan Dimulai dari Komunikasi dan Mindset

BOJONEGORO — Batara.news ||

Suasana khidmat namun penuh energi terasa di Pendopo Malowopati saat refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Setyo Wahono bersama Wakil Bupati Nurul Azizah digelar di Bojonegoro.Jumat(20/2/2026)

Di hadapan jajaran OPD, camat, kepala desa, tokoh masyarakat, ulama, unsur kepolisian, karang taruna, LSM, serta awak media, Bupati menyampaikan pesan yang langsung mencuri perhatian: tahun pertama kepemimpinannya bukan tentang mengejar angka capaian, melainkan membangun pondasi perubahan.

Dengan nada tegas namun reflektif, ia menegaskan bahwa langkah awal pemerintahannya adalah melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merancang arah baru birokrasi daerah.

“Menurut kami, tahun pertama ini lebih banyak pada evaluasi. Pertama sekali kami berusaha membangun komunikasi dan mindset, untuk selalu berkomunikasi, berjejaring, bekerja sama, dan saling menghormati.”Terangnya

Pernyataan itu bukan sekadar retorika. Bupati mengungkapkan bahwa aparatur pemerintah sebenarnya memiliki kapasitas dan kecerdasan yang mumpuni.

Namun selama ini, tantangan utama bukan pada kualitas SDM, melainkan budaya kerja lama yang terlalu terpaku pada pola komando.

“Di dinas banyak yang pintar, tetapi doktrin yang terbangun selama ini adalah doktrin komando. Hari ini kami dan Bu Wabup mencoba melakukan inovasi agar pola itu berubah.”ujarnya.

Sebagai bukti keseriusan, ia langsung menetapkan standar baru yang memantik perhatian peserta forum: setiap organisasi perangkat daerah tidak lagi cukup menghadirkan satu inovasi, melainkan minimal tiga inovasi.

“Kalau dulu satu OPD satu inovasi, sekarang harus satu OPD minimal tiga inovasi.”Tandasnya.

Target tersebut dipandang sebagai sinyal kuat perubahan paradigma pemerintahan — dari birokrasi administratif menuju birokrasi inovatif.

Kebijakan ini sekaligus menandai dimulainya fase kedua kepemimpinan daerah yang akan menitikberatkan percepatan kinerja melalui kreativitas, kolaborasi lintas sektor, dan keberanian bertransformasi.

Refleksi setahun itu akhirnya menegaskan satu pesan utama: pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh program yang dijalankan, tetapi oleh cara berpikir yang mendasarinya. Dari perubahan mindset itulah arah baru pembangunan mulai disusun — pelan namun pasti, sistematis namun progresif.

Dan di pendopo bersejarah itu, sebuah narasi kepemimpinan sedang ditulis: perubahan besar selalu dimulai dari cara pandang yang berani berbeda.

Penulis:Alisugiono.