Bojonegoro,–Batara.news|| Minggu Maraknya praktik penipuan daring (scamming) yang kini menjadi isu nasional mendapat perhatian dari anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Wihadi. Ia menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan agar masyarakat tidak mudah tergiur iming-iming keuntungan besar dalam waktu singkat.Minggu(14/2/2026)
Dalam wawancara santai di Pondok Salak, Desa Mojoranu, Kecamatan Dander, usai makan siang dan ziarah ke makam leluhur, Wihadi menyampaikan bahwa edukasi investasi aman harus terus digencarkan hingga ke tingkat desa.
“Masyarakat perlu diberi pengetahuan terhadap investasi yang aman seperti reksadana memang harus didorong, yang sudah terbukti dan menguntungkan. Selain membantu pertumbuhan ekonomi negara, juga bermanfaat agar masyarakat tidak tergiur dengan bunga tinggi yang tidak masuk akal. Perlu sosialisasi literasi yang masif,” ujarnya.
Menurutnya, banyak korban investasi bodong terjadi karena minimnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme dan legalitas lembaga keuangan. Ia mengingatkan agar masyarakat selalu memeriksa apakah suatu platform atau produk investasi terdaftar dan diawasi oleh otoritas resmi sebelum menanamkan dana.
Wihadi juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial. Ia mengingatkan bahwa keuntungan yang sehat lahir dari proses yang jelas dan legal, bukan dari janji manis tanpa risiko.
“Kalau ada tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, kita harus waspada. Jangan sampai karena tergiur bunga tinggi, justru kehilangan modal dan ketenangan. Uang bisa dicari kembali, tapi kepercayaan dan rasa aman sulit dipulihkan,” tegasnya.
Ia berharap dengan peningkatan literasi dan sosialisasi yang berkelanjutan, masyarakat semakin cerdas dalam berinvestasi, sehingga angka korban penipuan daring dapat ditekan dan stabilitas ekonomi keluarga tetap terjaga.
Penulis:Alisugiono.












