Alot, Warga Bandungrejo Masih Bertahan Duduki Balai Desa hingga Malam, Tagih Janji PAW

Bojonegoro, Batara.news | 12 Februari 2026 — Sejak pagi hingga malam hari, ratusan warga Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, masih bertahan menduduki balai desa.

Aksi tersebut dilakukan karena tuntutan warga dinilai belum terpenuhi setelah diskusi yang berlangsung alot sejak siang.

Audiensi di balai desa dihadiri Kabid Bina Desa Dinas PMD Bojonegoro Ira Mada Zulaikah, Camat Ngasem Budi Sukisna, Kapolsek Ngasem Pujiianto beserta jajaran, Danramil Ngasem bersama anggota, serta Pj Kepala Desa Bandungrejo Budi Utomo, perangkat desa dan Linmas.

Namun hingga berita ini diturunkan, belum tercapai kesepakatan antara warga dan pihak desa.

Permasalahan utama yang disorot warga adalah sikap Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Warga menilai BPD tidak menepati kesepakatan tertulis yang ditandatangani pada 27 Januari 2026 lalu.

Dalam dokumen kesepakatan tersebut, yang ditandatangani perwakilan warga, Camat Ngasem saat itu, pihak kepolisian, serta Ketua BPD, disebutkan bahwa pada 12 Februari 2026 akan dibentuk panitia Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW).

Namun pada hari yang telah disepakati, Ketua BPD beserta anggota tidak hadir dan belum merealisasikan pembentukan panitia sebagaimana tertuang dalam kesepakatan.

“Kami hanya menuntut janji yang sudah ditandatangani bersama. Kalau sudah sepakat tanggalnya, kenapa tidak ditepati?” ujar Andre, salah satu perwakilan warga dalam forum.

Upaya Penjemputan Tak Berhasil

Sekitar pukul 14.00 WIB, warga mendatangi rumah Ketua BPD dan sejumlah anggota BPD untuk meminta mereka hadir dalam musyawarah di balai desa. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena yang bersangkutan tidak berhasil ditemui.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang sejak awal menuntut kepastian pelaksanaan PAW sesuai jadwal yang telah disepakati.

Hingga malam hari, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah hadir langsung di tengah warga bersama Kepala Dinas PMD Joko Lukito untuk meredam situasi dan mencari solusi.

Meski berlangsung tegang dan penuh perdebatan, situasi tetap kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian dan TNI. Dialog terus diupayakan agar tercapai titik temu antara warga dan pemerintah desa.

Warga menyatakan akan tetap bertahan di balai desa hingga ada pernyataan resmi dan kejelasan konkret terkait pembentukan panitia PAW sebagaimana kesepakatan sebelumnya.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu hasil akhir pertemuan dan sikap resmi pemerintah daerah terkait polemik tersebut.

Penulis: Alisugiono