BRAKO Nusantara Awali ...

BRAKO Nusantara Awali Tahun 2026 dengan Air Mata Haru, Santuni 32 Yatim Piatu di Sukosewu Bojonegoro

Ukuran Teks:

BOJONEGORO,– Batara.news|| Suasana haru menyelimuti Desa Kalicilik, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Minggu pagi (04/01/2026), saat Paguyuban BRAKO Nusantara mengawali tahun 2026 dengan menyantuni 32 anak yatim piatu. Bukan sekadar menyerahkan bantuan, kegiatan ini menjadi ruang pertemuan hati, empati, dan kepedulian yang tulus.

Acara diawali dengan doa bersama, memohon keselamatan, keberkahan, dan keteguhan bagi anak-anak yatim yang telah lebih dulu kehilangan figur orang tua dalam hidupnya. Di tengah lantunan doa, beberapa hadirin tampak menunduk, terdiam, bahkan menyeka air mata.

Koordinator kegiatan, Afis Slamet Riyadi, mengatakan bahwa kegiatan ini lahir dari kegelisahan batin sekaligus panggilan nurani untuk tidak berpaling dari mereka yang membutuhkan uluran tangan.

“Kami ingin membuka tahun 2026 dengan membersihkan hati melalui doa dan berbagi. Bukan karena kami berlebih, tapi karena kami tak ingin menutup mata dari tangis yang mungkin tak terdengar,” ucap Afis lirih.

Momen paling menyentuh terjadi saat Ketua BRAKO Nusantara, Luki Priyo Utomo, menghampiri anak-anak yatim satu per satu. Sambil mengusap kepala mereka dan menyerahkan amplop santunan, Luki menyampaikan pesan penuh cinta dan penguatan.

“Kalian tidak sendiri… Jangan pernah merasa sendiri. Di luar sana masih banyak hati yang peduli dan ingin menjadi sandaran. Semoga yang kecil ini membawa berkah besar dalam hidup kalian,” tutur Luki dengan suara bergetar.

Anak-anak tampak menggenggam amplop dengan erat. Sebagian tersenyum malu, sebagian menatap dengan mata berkaca-kaca, seolah baru saja merasakan bahwa dunia belum sepenuhnya meninggalkan mereka.

Santunan tersebut berasal dari swadaya dan gotong royong anggota BRAKO Nusantara. Menurut panitia, kegiatan ini bukan agenda seremonial, melainkan komitmen kemanusiaan yang akan terus dirawat dan dijaga.

Kegiatan berjalan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Lebih dari sekadar bantuan materi, pertemuan ini menghadirkan rasa diterima, disapa, dan dihargai — sesuatu yang sering kali lebih berharga daripada apa pun.

Melalui program “Berbagi Manfaat”, BRAKO Nusantara berharap dapat terus mengetuk nurani publik bahwa kepedulian tidak harus menunggu kaya, tidak harus menunggu mampu — cukup dimulai dari hati yang mau peduli.

 

Penulis:Alisugiono.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan