PATI, Batara.news| Salah satu tenaga non ASN di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati diduga mengundurkan diri dari Verifikasi dan Validasi Dokumen Tenaga Non ASN Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Formasi Tahun 2024 disinyalir adanya kurang masa kerja di instansi pemerintahan.
Diketahui salah satu tenaga kerja di DLH Pati sebut saja (Y), masuk dalam daftar dan dinyatakan lulus seleksi PPPK formasi tahun 2024 dengan Kode R4,
dibuktikan dengan salah satu surat sakti keputusan pengangkatan yang ditandatangani pimpinan unit kerja (kepala dinas).
Kode R4 sendiri memiliki arti, aktif bekerja di Instansi pemerintah paling sedikit 2 (dua) tahun terakhir secara terus menerus pada saat melamar dan mendapatkan honorarium dengan mekanisme pembayaran langsung dari
APBD/APBN yang dibuktikan dengan bukti pembayaran gaji (SPJ) mulai bulan
Januari 2023 sampai dengan bulan Desember.
Bayangkan, di tengah ribuan Non-ASN lain yang harus ngos-ngosan berebut jatah, (Y) yang sudah memegang kunci surga PPPK, tinggal melangkah elegan ke tahap pemberkasan, pelantik dan sebentar lagi menerima SK pengangkatan. Namun, di tengah gemerlapnya kemenangan, tiba-tiba muncul bisikan gaib untuk tidak mengikuti tahap Verifikasi dan Validasi Dokumen Tenaga Non ASN
Calon PPPK Formasi Tahun 2024 (Surat Edaran, No. T/261/800.1.2.2)
Pengunduran diri, yang disebut-sebut untuk “membersihkan nama baik” dari dugaan maladministrasi masa kerja, adalah sebuah tamparan keras bagi sistem verifikasi. Ini menunjukkan bahwa berkas yang lulus-lulus saja di awal, ternyata menyimpan misteri yang lebih gelap dari malam di TPA (Tempat Pembuangan Akhir).
Di sisi lain, satu kursi yang sudah pasti diduduki kini kembali ke pelukan kekosongan, berkat ‘kejujuran’ yang datang di menit-menit terakhir. Ini bukan hanya membuang kesempatan, tapi juga memperlambat proses birokrasi yang memang sudah terkenal secepat siput kesleo.
Akhirnya, kita harus berterima kasih kepada (Y), memberi kita pelajaran berharga. Bahwa di balik tumpukan berkas yang ‘dinyatakan lulus ada kemungkinan masa kerja yang ‘nggak nyampe’ dan bahwa dalam kompetisi paling ketat sekalipun, plot twist bisa terjadi bahkan di gerbang pelantikan.
Semoga formasi yang kosong itu segera diisi oleh pejuang Non-ASN yang masa kerjanya benar-benar genap dan semoga ke depannya, proses verifikasi kita bisa lebih peka, setidaknya lebih peka daripada kesadaran yang terlambat.
(Red)
