Bojonegoro, Batara.news — Suasana Gedung DPRD Kabupaten Bojonegoro pada Sabtu (29/11/2025) dipenuhi semangat kebersamaan ketika ratusan jamaah Majelis Taklim dari berbagai kecamatan menghadiri Pengukuhan Pengurus Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kabupaten Bojonegoro masa khidmat 2025–2030. Acara berlangsung tertib dan khidmat, menjadi penanda penting bagi penguatan peran dakwah perempuan di Bojonegoro.
Prosesi pengukuhan dimulai pukul 09.00 WIB dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari perwakilan BKMT Jawa Timur. Puncak acara ditandai dengan penandatanganan SK Kepengurusan serta penyerahan bendera pataka kepada ketua terpilih sebagai simbol estafet amanah kepemimpinan.
Dalam susunan pengurus yang dikukuhkan, hadir dua tokoh perempuan dari unsur pimpinan daerah:
Siti Juariyah, S.HI, istri Wakil Ketua DPRD Bojonegoro, sebagai Ketua III Pengurus Harian, dan
Nur Faizah, Amd.Keb, istri Ketua DPRD Bojonegoro, sebagai Ketua IV Pengurus Harian.
Acara ini juga dihadiri tokoh penting Bojonegoro, di antaranya Ibu Cantika Wahono, serta Hj. Mitro’atin, yang sekaligus menjadi figur sentral dalam dukungan terhadap kiprah BKMT. Kehadiran unsur legislatif, tokoh perempuan, dan pengurus dari berbagai kecamatan mempertegas bahwa gerakan dakwah perempuan kini menjadi bagian strategis dalam pembangunan sosial dan keagamaan daerah.
Sebagai ketua yang baru dikukuhkan, Hj. Mitroatin, S.Pd, menyampaikan arah gerak BKMT ke depan. Ia menegaskan bahwa organisasi siap memperkuat sinergi lintas sektor.
“Insyaallah BKMT siap bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemkab, Kementerian Agama, serta seluruh ormas di Bojonegoro. Kami ingin memperkuat dakwah sekaligus mendukung program-program pemerintah daerah,” ujarnya.
BKMT Bojonegoro juga menetapkan sejumlah fokus program yang akan dijalankan dalam periode ini, meliputi:
Penguatan majelis taklim tingkat desa dan kecamatan
Pelatihan keterampilan ekonomi bagi perempuan
Pengembangan pendidikan keagamaan berkelanjutan
Kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat
Para jamaah yang hadir tampak seragam mengenakan busana muslim dengan aksen batik Bojonegoro, menambah kesan harmonis dan penuh identitas lokal. Suasana hangat terbangun dalam sesi foto bersama dan jabat tangan yang menandai semangat persaudaraan di antara para srikandi dakwah.
Usai pengukuhan, kegiatan berlanjut dengan workshop dan konsolidasi program kerja, menjadi langkah awal bagi pengurus baru untuk menyusun strategi dakwah dan pemberdayaan perempuan secara lebih terarah.
Acara ditutup pada pukul 12.15 WIB dengan doa bersama. Namun bagi BKMT Bojonegoro, hari itu bukan penutup, melainkan pembuka perjalanan panjang untuk menguatkan dakwah, meningkatkan pendidikan keagamaan, dan memperluas peran perempuan dalam pembangunan masyarakat di seluruh wilayah Bojonegoro.
/Ali S