Kustaji Nahkodai SMSI Bojonegoro 2026–2029, Sasmito Anggoro Legowo Mundur: Gaspol Benahi Legalitas & UKW

https://batara.news/wp-content/uploads/2026/03/

BOJONEGORO – Batara.news||

Rapat kerja Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Bojonegoro, Sabtu (11/4/2026), berlangsung cair namun tetap berbobot. Di forum inilah estafet kepemimpinan resmi berpindah.

Kustaji, S.E., M.M. ditetapkan secara aklamasi sebagai ketua baru periode 2026–2029, menggantikan Sasmito Anggoro, S.H. yang memilih mundur secara elegan.

Langkah Sasmito terbilang adem tapi tegas. Ia memilih fokus mengemban amanah sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, sekaligus menghindari rangkap jabatan agar roda organisasi tetap berjalan maksimal.

“Secara aturan boleh, tapi saya tidak ingin egois. Lebih baik kita perkuat kolaborasi. PWI dan SMSI harus saling mendukung demi ekosistem media yang sehat,” ujar Sasmito.

Meski mundur dari kursi ketua, ia tetap berada di barisan depan sebagai Pembina SMSI Bojonegoro, mengawal arah organisasi agar tetap solid dan terarah.

Gerak Cepat, Tak Sekadar Wacana

Masuknya Kustaji sebagai nahkoda baru langsung memberi sinyal:

SMSI harus bergerak lebih konkret, bukan sekadar ramai di forum.

“Program kerja ke depan harus lebih mengerucut. Setiap divisi wajib punya rencana jelas dan bisa dievaluasi. Semua pengurus harus terlibat, tidak hanya pengurus inti,” tegas Kustaji.

Fokus utamanya jelas dan membumi: pembenahan legalitas perusahaan media serta peningkatan kualitas SDM melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Ia mengungkapkan, komunikasi dengan sejumlah mitra sudah dilakukan, bahkan dukungan untuk pelaksanaan UKW mulai mengerucut.

“Harapan kami, seluruh wartawan anggota memiliki sertifikat UKW yang diakui Dewan Pers. Ini penting untuk meningkatkan kredibilitas media kita,” imbuhnya.

Senada, Wakil Ketua Bambang Setyawan mengingatkan bahwa ke depan media tidak bisa lagi berjalan tanpa dasar administrasi yang jelas.

“Sekarang ini kalau mau kerja sama, yang pertama ditanyakan pasti legalitas. Melalui SMSI, kita akan bantu arahkan agar semua media tertib dan terdata,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut juga disinggung soal website SMSI daerah yang saat ini belum sepenuhnya terakomodir oleh pusat. Namun ke depan, diharapkan sistem tersebut bisa kembali terintegrasi sebagai wadah bersama yang aktif dan produktif.

Dengan kepemimpinan baru, SMSI Bojonegoro memasang target realistis namun tegas: memperkuat barisan media siber yang profesional, kredibel, dan siap menghadapi tantangan digital, termasuk maraknya hoaks.

“SMSI harus jadi rumah besar yang kuat, bukan hanya eksis tapi juga punya kontribusi nyata untuk daerah,” pungkas Kustaji.

Rapat kerja ditutup dengan pembagian tugas divisi serta pelibatan anggota baru dan kader muda. Sinyalnya jelas: SMSI Bojonegoro siap tancap gas, bergerak lebih rapi, dan naik kelas.

 

(Al/lis)