BOJONEGORO – Batara.news ||
Nah ini dia… suasana Bojonegoro di hari Jumat (10/4/2026) mendadak ramai dan hidup. Soalnya, yang datang bukan orang biasa—Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan, turun langsung ke lapangan.
Bukan sekadar lewat… tapi benar-benar blusukan. Dari Pondok Pesantren Al-Rosyid sampai Pondok Pesantren Attanwir, semuanya disambangi. Misinya jelas: perkuat ketahanan pangan, dan dorong percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dan beliau tidak sendiri…
Ada Nurul Azizah, lalu Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, hingga jajaran legislatif dari pusat sampai daerah. Lengkap. Dari atas sampai bawah, semua ikut turun.
Di Al-Rosyid, Zulhas langsung menyampaikan pesan tegas:
“Pesantren itu jangan hanya jadi tempat belajar agama… tapi harus bisa jadi kekuatan pangan.”
Kenapa? Karena pesantren punya potensi besar—santri banyak, jaringan kuat, bahkan lahan yang bisa dikelola. Kalau digerakkan, ini bisa jadi kekuatan ekonomi umat yang nyata.
Lanjut ke Attanwir di Talun, Sumberrejo…
Nah, di sini suasananya makin meriah!
Warga sudah menunggu sejak pagi. Jalan desa penuh. Dari anak-anak sampai orang tua, semua ingin melihat langsung. Begitu Zulhas datang… langsung disambut hangat, salaman satu per satu.
Gaya blusukannya terasa banget—tanpa jarak, tanpa formalitas berlebihan. Dekat dengan masyarakat.
“Pesantren ini kekuatan besar. Kalau digerakkan bersama, bisa jadi pusat kemandirian pangan dan ekonomi umat,” tegasnya.
Bukan cuma wacana… Zulhas juga menekankan pentingnya aksi nyata. Pendampingan harus jelas, hasilnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dari pihak pondok pesantren,KH. Fuad Sahal Sholeh, pengasuh Attanwir, menyambut dengan sangat positif.
“Ini bukan sekadar kunjungan biasa. Ini tanda bahwa pesantren diperhatikan dan diajak bergerak bersama,” ungkapnya.
Bahkan beliau menegaskan kesiapan penuh:
“Pesantren siap jadi bagian dari solusi. Siap berada di garis depan membangun kemandirian dan memperkuat ekonomi umat.”
Yang menarik…
Kehadiran pemerintah dan legislatif sekaligus menunjukkan ini bukan program sesaat. Tapi upaya serius, kolaborasi nyata lintas sektor.
Jadi pesannya jelas—
Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
Ini gerakan bersama. Gerakan umat.
Dari Al-Rosyid hingga Attanwir…
Dari wacana menuju aksi…
Sekarang tinggal satu pertanyaan: siap bergerak atau tidak?
Penulis: Alisugiono ✍️












