Badung Bali —Batara.news||
Di tengah riuh pariwisata Bali, satu pemandangan sempat mencederai: tumpukan sampah liar di Jalan Nusantara, ujung barat Tuban, kawasan D F/U Pangkalan Kuta.
Namun Rabu (8/4/2026), situasi itu berubah drastis saat I Wayan Puspa Negara turun langsung memimpin aksi “sapu jagat” bersama TRC DLHK.
Bukan sekadar pejabat di balik meja, Wayan dikenal sebagai figur lapangan—tenang, tegas, dan responsif. Dalam berbagai isu lingkungan, ia kerap memilih hadir langsung di titik persoalan. Baginya, kebijakan tanpa aksi hanyalah wacana.
Di Kuta, ia membuktikan itu.
Tanpa ragu, ia berdiri di tengah tim kebersihan, memastikan sampah yang selama ini mengganggu estetika kawasan wisata dibersihkan total.
Tak ada seremoni, tak ada pencitraan berlebihan—yang ada hanya kerja nyata dan pesan kuat: Bali harus tetap indah, bukan hanya untuk wisatawan, tapi untuk warganya sendiri.
Kuta bukan sekadar destinasi. Ia adalah wajah dari Bali—pulau yang selama ini dikenal dunia karena keindahan alam, budaya, dan harmoni lingkungannya.
Namun keindahan itu tidak datang dengan sendirinya. Ia dijaga, dirawat, dan dipertahankan.
Usai aksi, Wayan menyampaikan ajakan yang lembut namun menyentuh:
“Bali ini rumah kita bersama. Akan terasa lebih nyaman dan indah jika kita menjaganya dengan hal-hal sederhana, seperti tidak meninggalkan sampah di mana pun kita berada.
Sedikit kepedulian dari masing-masing dari kita, akan sangat berarti untuk wajah Bali ke depan.”
Aksi Wayan menjadi simbol bahwa menjaga Bali bukan hanya tugas pemerintah.
Ini panggilan moral bagi setiap orang yang hidup, bekerja, dan menikmati pulau ini.
Bayangkan Bali tanpa sampah liar. Jalanan bersih, udara segar, laut biru tanpa limbah. Bukan hal mustahil—asal kesadaran dimulai dari hal kecil: tidak membuang sampah sembarangan.
Hari ini, sampah bisa diangkut oleh petugas. Tapi besok, keputusan ada di tangan kita: tetap peduli, atau kembali abai.
Karena sejatinya, menjaga kebersihan bukan soal aturan—melainkan tentang rasa memiliki terhadap keindahan Pulau Dewata.
Penulis:Alisugiono.












