Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Ketua FKUB Bojonegoro Ajak Masyarakat Rawat Toleransi dan Saling Menghormati

BOJONEGORO — Batara.news ||

Momentum dua hari besar keagamaan yang datang hampir bersamaan tahun ini menjadi pengingat kuat akan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan antarumat beragama.

Perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret, kemudian disusul Hari Raya Idul Fitri pada 20 Maret, disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Bojonegoro.

Di tengah suasana menjelang dua hari suci tersebut, semangat saling menghormati antarumat beragama tampak semakin terasa. Masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan berupaya menjaga keharmonisan, sehingga setiap umat dapat menjalankan ibadah dengan tenang dan khidmat.minggu(15/3/2026)

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bojonegoro, Hanafi, menyampaikan pesan moral kepada masyarakat agar terus merawat toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman yang ada.

Saat diwawancarai awak media Batara.news, Hanafi mengaku merasa bersyukur melihat kebahagiaan yang dirasakan umat beragama dalam menyambut hari raya masing-masing.

“Secara pribadi dan sebagai Ketua FKUB, saya merasa senang melihat saudara-saudara kita sama-sama bahagia merayakan hari raya masing-masing, yakni Idul Fitri bagi umat Muslim dan Nyepi bagi saudara kita umat Hindu. Kita tentu saling memberikan ucapan selamat dan saling menghargai,” ujarnya.

Ia berharap momentum istimewa ini dapat semakin mempererat tali persaudaraan serta memperkuat terciptanya kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Menurut Hanafi, masyarakat Bojonegoro selama ini dikenal memiliki tradisi kehidupan yang rukun dan damai. Nilai gotong royong serta kebersamaan telah lama menjadi modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat semangat toleransi, terlebih pada momentum hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan seperti saat ini.

“Kita berharap masyarakat tetap menjaga suasana yang kondusif, saling menghormati, serta tidak mudah terprovokasi oleh hal-hal yang dapat memecah persaudaraan. Kerukunan adalah tanggung jawab kita bersama,Semoga momentum yang istimewa ini bisa memperkuat tali persudaraan kita, mempekokoh rasa toleransi dan terwujudnya sosial harmoni.,” tambahnya.

Hanafi menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan secara damai, melainkan kekuatan yang justru memperkaya kehidupan sosial masyarakat.

Dengan semangat saling menghormati, ia berharap perayaan Nyepi maupun Idul Fitri tahun ini dapat berjalan aman, damai, serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.

 

(Alisugiono/Batara.news)