BOJONEGORO — Batara.news||
Sore itu, di tepi jalan raya Sukosewu–Kapas, lalu lintas tetap mengalir seperti biasa. Namun ada sesuatu yang berbeda: barisan siswa dari MA Al Abror Sukosewu berdiri rapi di halaman madrasah yang langsung berbatasan dengan jalan raya.
Di tangan mereka, ratusan nasi kotak siap dibagikan kepada siapa saja yang melintas menjelang waktu berbuka.
Sebanyak 396 paket nasi kotak dibagikan pada Sabtu (14/3/2026).
Bukan sekadar makanan untuk mengganjal lapar saat berbuka, tetapi pesan sederhana tentang kepedulian, tentang bagaimana ilmu yang dipelajari di ruang kelas menemukan maknanya ketika bertemu dengan kehidupan nyata.
Senyum para pelajar itu menyambut pengendara motor, sopir truk, hingga warga desa yang kebetulan melintas. Banyak yang memperlambat kendaraan, menerima paket takjil dengan wajah penuh terima kasih.
Di tengah hiruk pikuk jalan raya, momen kecil itu seperti jeda hangat yang mengingatkan bahwa kebaikan selalu punya tempat di tengah perjalanan manusia.
Kepala sekolah Muhibbin Aziz Rohmatulloh menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial Ramadhan. Lebih dari itu, ini adalah bagian dari pendidikan karakter yang ingin ditanamkan kepada para siswa.
“Di madrasah ini kami tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan rasa. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk melatih empati, kepedulian, dan keimanan,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan sejati tidak berhenti pada nilai rapor. Ia hidup dalam tindakan—ketika siswa belajar memberi, belajar memahami orang lain, dan merasakan kebahagiaan saat membantu sesama.
Kegiatan berbagi takjil itu menjadi gambaran kecil tentang atmosfer pendidikan di madrasah tersebut. Tempat di mana pelajaran tidak hanya dibaca dari buku, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan.
Bagi banyak orang tua di sekitar Sukosewu dan Kapas, pemandangan sore itu seakan menjadi pesan tersirat: bahwa sekolah bukan sekadar tempat menimba ilmu, tetapi juga tempat membentuk hati.
Dan di tepi jalan raya Sukosewu–Kapas, dari tangan-tangan muda yang membagikan 396 nasi kotak itu, tersirat sebuah pelajaran sederhana—bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh kecerdasan, tetapi juga oleh kepedulian. Sebuah nilai yang setiap hari berusaha ditanamkan di MA Al Abror Sukosewu.
Penulis:Alisugiono.












