Bojonegoro — Batara.news
Semangat bulan suci Ramadhan menjadi energi baru bagi dunia pendidikan. Di tengah suasana penuh berkah, MAN 3 Bojonegoro dan MAN 5 Bojonegoro mengambil langkah strategis dengan menggelar Pelatihan Jurnalistik Kehumasan, Rabu (11/3/2026) di Aula MAN 5 Bojonegoro.
Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa. Lebih dari itu, program ini menjadi gerakan penguatan kapasitas menulis guru dan tim humas, sekaligus strategi membangun citra madrasah yang lebih kuat dan dikenal luas oleh masyarakat.
Pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Khoirussalim, yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala MAN 5 Bojonegoro. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Ramadhan adalah momentum terbaik untuk meningkatkan kualitas diri, termasuk dalam kemampuan literasi dan publikasi.
“Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan peningkatan kualitas diri. Melalui pelatihan ini kami berharap humas dan para guru mampu mengemas setiap kegiatan madrasah menjadi berita yang menarik, sehingga prestasi dan program madrasah semakin dikenal masyarakat,” ujarnya penuh optimisme.
Suasana pelatihan semakin hidup ketika Kustaji, jurnalis sekaligus Pemimpin Redaksi kabarpasti.com, memaparkan berbagai teknik penulisan berita jurnalistik.
Ia membongkar berbagai strategi penting dalam dunia jurnalistik sekolah, mulai dari menemukan nilai berita, menentukan goal branding, memilih kata kunci yang kuat, hingga merangkai struktur berita yang efektif dan menggugah pembaca.
Menurutnya, guru dan humas memiliki posisi strategis sebagai “corong informasi” yang mampu memperkenalkan berbagai inovasi pendidikan kepada publik.
“Setiap kegiatan di madrasah sesungguhnya adalah cerita besar.
Jika dikemas dengan teknik jurnalistik yang baik, maka informasi itu bisa menjadi kekuatan branding yang luar biasa bagi lembaga pendidikan,” jelasnya.
Pelatihan ini juga mendapat penguatan dari Said Edi Wibowo, yang menegaskan bahwa produk jurnalistik madrasah tidak sekadar media informasi, tetapi juga media dakwah dan edukasi bagi masyarakat.
Ia mengingatkan agar setiap karya jurnalistik tetap menjunjung tinggi akurasi informasi, etika penulisan, serta kepatuhan terhadap regulasi pendidikan.
“Jurnalistik madrasah harus menjadi penyampai pesan kebaikan. Informasinya harus menarik, tetapi tetap akurat dan berada dalam koridor aturan pendidikan,” tegasnya.
Dengan digelarnya pelatihan ini, diharapkan guru dan tim humas di MAN 3 dan MAN 5 Bojonegoro semakin tajam dalam menulis, cerdas dalam mengemas informasi, dan mampu menjadikan setiap kegiatan madrasah sebagai cerita inspiratif bagi masyarakat.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga mampu membangun komunikasi publik yang kuat di era informasi digital.
(Al/lis)












