Bupati Bojonegoro “Buka Kartu”: OPD Jangan Alergi Wartawan, Media Adalah Mitra Strategis Daerah

BOJONEGORO – Batara.news ||

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti Pendopo Malowopati, Jumat (27/2/2026), saat Setyo Wahono menggelar silaturahmi dan buka puasa bersama awak media.

Namun di balik suasana santai itu, terselip pesan tegas: seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus responsif, terbuka, dan tidak alergi terhadap konfirmasi pers.

Di hadapan perwakilan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Asosiasi Jurnalis Bojonegoro Independen (AJBI), Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), serta Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI), Bupati menegaskan bahwa media bukanlah lawan, melainkan mitra strategis pemerintah daerah.

“Media adalah mitra strategis pemerintah. Informasi, kritik, dan masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Pesan paling kuat malam itu memang tertuju kepada OPD. Bupati meminta seluruh jajaran birokrasi tidak bersikap defensif ketika dikonfirmasi wartawan. Keterbukaan, menurutnya, bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi fondasi pemerintahan yang sehat dan transparan.

Ia juga menekankan bahwa keberimbangan berita harus tetap berada dalam koridor etika dan norma jurnalistik.

Komunikasi yang konstruktif antara OPD dan insan pers diyakini mampu mencegah disinformasi serta memastikan masyarakat menerima informasi yang utuh dan kontekstual.

“Keberimbangan berita tetap pada koridor etika dan norma. Saya yakin kita semua cinta Bojonegoro untuk lebih baik. Karena jalur kita jalur bahagia, yaitu jalur cinta kasih sayang dan semangat,” ujarnya optimistis.

Dialog Hangat, Aspirasi Mengalir

Tak sekadar seremoni, acara tersebut juga menjadi ruang dialog terbuka. Aspirasi mengalir langsung dari awak media yang hadir.

Edi Kuncoro, salah satu peserta, mengusulkan agar pemerintah memperbanyak tempat sampah di sudut-sudut kota demi menjaga kebersihan dan estetika Bojonegoro.

Selain itu, muncul pula usulan agar pemerintah daerah memfasilitasi Uji Kompetensi Wartawan (UKW) bagi jurnalis lokal guna meningkatkan profesionalitas dan kualitas produk jurnalistik.

Pemerintah dinilai memiliki peran strategis dalam mendorong peningkatan kapasitas wartawan, sehingga informasi yang disajikan semakin kredibel, edukatif, dan berdampak positif bagi masyarakat.

Santai Tapi Sarat Makna

Suasana semakin cair dengan penampilan stand-up comedy dari Dani yang mengundang gelak tawa hadirin.

Menjelang berbuka, pembacaan sholawat dan doa yang dipimpin Sutopo menutup rangkaian kegiatan dengan nuansa religius dan kebersamaan.

Momentum ini bukan sekadar buka puasa bersama, melainkan simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam membangun sinergi kokoh dengan insan pers.

Keterbukaan informasi publik ditegaskan sebagai bagian integral dari tata kelola pemerintahan yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan komunikasi yang sehat dan profesional antara OPD dan media, diharapkan ruang publik Bojonegoro diisi oleh pemberitaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif, kritis, serta mampu menumbuhkan optimisme kolektif menuju daerah yang semakin maju.

Penulis: Alisugiono