Geger, Puluhan Ribu Pe...

Geger, Puluhan Ribu Perwira Iran Diklaim Dukung Reza Pahlavi

Ukuran Teks:

Teheran — Batara.News | Pernyataan terbuka Kolonel Angkatan Darat Iran (Artesh), Sajad Azadeh, yang menyatakan dukungan kepada Reza Pahlavi menandai momen langka dan sensitif dalam dinamika internal militer Iran. Sikap tersebut menjadi sorotan bukan hanya karena figur yang didukung, tetapi juga karena datang dari perwira militer reguler, bukan dari kalangan sipil oposisi di luar negeri.

Azadeh mengklaim dirinya bersama puluhan ribu perwira lain tergabung dalam “Kerja Sama Nasional untuk Menyelamatkan Iran”. Meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, pernyataan ini tetap dipandang signifikan karena disampaikan secara terbuka, tanpa penyamaran identitas, dan melalui akun media sosial resmi.

Secara struktural, Artesh berbeda dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Artesh merupakan militer konvensional yang berorientasi pada pertahanan negara dan relatif dijauhkan dari politik sejak Revolusi Islam 1979. Sementara IRGC berfungsi sebagai penjaga ideologi revolusi, memiliki pengaruh besar dalam keamanan internal, ekonomi, dan pengambilan keputusan strategis negara.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah analis mencatat adanya ketegangan laten antara Artesh dan IRGC, terutama terkait pembagian anggaran, peran di dalam negeri, serta keterlibatan IRGC dalam penindasan protes sipil. Pernyataan Azadeh dinilai memperkuat spekulasi bahwa ketidakpuasan juga berkembang di tubuh militer reguler, meskipun belum muncul dalam bentuk institusional.

Dukungan kepada Reza Pahlavi, simbol monarki pra-revolusi, memiliki makna politis yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian elemen oposisi tidak lagi hanya menuntut reformasi, tetapi mulai membuka kembali wacana perubahan sistem secara menyeluruh.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari komando Artesh maupun otoritas negara terkait klaim dan sikap Kolonel Azadeh. Namun, para pengamat menilai bahwa jika pernyataan serupa mulai bermunculan dari perwira lain, situasi tersebut dapat menjadi tantangan serius bagi stabilitas internal Iran, khususnya dalam konteks hubungan antara militer reguler dan aparat ideologis negara. (Aaf)

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan