Bantuan Domba APBD 202...

Bantuan Domba APBD 2025 Disorot, Warga Sukosewu Resah Luka Bekas Tindik Telinga Tak Kunjung Sembuh

Ukuran Teks:

BOJONEGOROBatara.news||

Program bantuan domba APBD Kabupaten Bojonegoro Tahun Anggaran 2025 kembali menjadi sorotan. Warga penerima bantuan di Kecamatan Sukosewu mengeluhkan kondisi domba yang mengalami luka menganga pada bagian telinga akibat bekas tindik penanda yang tak kunjung sembuh.

Keluhan itu mengemuka pada Minggu (11/1/2026). Luka pada telinga domba dinilai tidak wajar dan berisiko memicu infeksi serius hingga kematian ternak.

Menurut salah satu warga penerima bantuan, posisi tindik diduga menjadi penyebab utama luka sulit sembuh.

“Tindiknya terlalu ke atas, jadi kemungkinan kena otot besar. Lukanya lama sembuh, apalagi sering digaruk pakai kakinya, jadi tambah menganga,” ucap warga tersebut.

Kondisi itu membuat warga cemas. Luka terbuka yang terus tergaruk dikhawatirkan memicu infeksi, pembusukan jaringan, hingga penurunan kondisi fisik domba secara drastis.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Disnakan Kabupaten Bojonegoro, Drh. Luthfi, memastikan pihaknya telah melakukan penanganan.

“Kita sudah memberikan obat kepada KPM penerima dan kita cek langsung untuk melakukan pengobatan,” terang Drh. Luthfi Nurrahman saat dihubungi awak media.

Meski demikian, warga berharap ada langkah lanjutan berupa pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh domba bantuan serta evaluasi teknis prosedur penandaan ternak.

Mereka menilai, tanpa perbaikan standar teknis, program bantuan domba APBD 2025 berpotensi kembali menimbulkan persoalan di lapangan.

Program yang sejatinya dirancang untuk memperkuat ekonomi warga desa ini kini dituntut lebih berhati-hati dalam pelaksanaan, agar bantuan tidak berubah menjadi sumber keresahan bagi penerimanya.

 

Penulis:Alisugiono.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan