PATI – Pemerintah Kabupaten Pati kembali menegaskan komitmen kuatnya dalam memerangi penyebaran HIV dan AIDS, menuju target ambisius Ending AIDS 2030.
Pernyataan ini disampaikan dalam Peringatan Hari AIDS Sedunia 2025 di Ruang Pragola Setda Pati, yang dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra.
Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri Bersama Cegah Penularan HIV dan Penanggulangan AIDS di Kabupaten Pati”, peringatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan lokal.
Wakil Bupati Chandra menekankan krusialnya kebangkitan dan perubahan menyeluruh, serta transformasi layanan HIV agar lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, demi mengatasi hambatan menuju target nasional Ending AIDS 2030.
Data terbaru dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pati menunjukkan urgensi penanganan kasus HIV/AIDS di daerah tersebut. Sejak tahun 1996 hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 3.257 kasus HIV dan AIDS, dengan 553 di antaranya meninggal dunia.
Khusus periode Januari hingga Oktober 2025 saja, telah ditemukan 272 kasus baru dengan 33 penderita meninggal dunia. Kasus-kasus ini tersebar luas di 21 kecamatan dan lebih dari 300 desa di Kabupaten Pati, menjangkau segala usia mulai dari balita, remaja, usia produktif, hingga lanjut usia.
Wakil Bupati Pati menegaskan bahwa penanggulangan HIV dan AIDS tidak bisa dilakukan secara parsial.
Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk mencegah penularan serta memberikan dukungan komprehensif kepada penderita.
Ini adalah pekerjaan rumah bersama untuk mewujudkan Kabupaten Pati yang lebih sehat dan bebas dari HIV/AIDS.
