Sekda Jateng Ungkap Ku...

Sekda Jateng Ungkap Kunci Lestarikan Budaya: Partisipasi Aktif Warga!

Ukuran Teks:

SEMARANG – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, baru-baru ini menyoroti krusialnya peran serta masyarakat dalam upaya pelestarian kebudayaan di wilayahnya.

Apresiasi tinggi disampaikan Sumarno kepada sejumlah tokoh dan individu yang secara konsisten menunjukkan dedikasi luar biasa dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai kebudayaan lokal.

Menurutnya, warisan budaya Jawa Tengah yang kaya dan luhur hanya akan lestari jika masyarakat turut aktif terlibat, menjadi garda terdepan pelestarian.

Penekanan pada partisipasi masyarakat ini bukan tanpa alasan kuat. Sumarno menegaskan bahwa kebudayaan Jawa Tengah memiliki nilai-nilai adiluhung yang berakar kuat dari kehidupan masyarakatnya sendiri.

Oleh karena itu, tanggung jawab untuk merawat dan melestarikannya tidak bisa semata-mata dibebankan kepada pemerintah atau segelintir pakar budaya.

“Budaya kita itu mempunyai nilai-nilai yang luhur, dan itu berakar dari masyarakat Jawa Tengah. Tentu harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Sumarno, menggarisbawahi esensi dari keterlibatan kolektif dalam menjaga identitas daerah.

Dedikasi para tokoh yang diapresiasi Sekda Sumarno menjadi cerminan nyata bahwa semangat pelestarian budaya masih membara di tengah masyarakat.

Mereka, dengan berbagai latar belakang dan bidang keahlian, telah berkontribusi signifikan, baik melalui pendidikan, seni pertunjukan, penulisan, maupun praktik-praktik adat yang terus dihidupkan.

Kontribusi personal dan kolektif ini menciptakan ekosistem budaya yang dinamis, memastikan transmisi nilai-nilai luhur dari satu generasi ke generasi berikutnya tidak terputus, dan tetap relevan dalam perkembangan zaman.

Dengan demikian, ajakan Sekda Sumarno menjadi seruan bagi seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah untuk tidak tinggal diam. Pelestarian budaya adalah investasi jangka panjang untuk identitas bangsa dan kebanggaan daerah.

Melalui partisipasi aktif, mulai dari pengenalan seni tradisional kepada anak-anak, penggunaan bahasa Jawa dalam kehidupan sehari-hari, hingga dukungan terhadap acara-acara kebudayaan, masyarakat diharapkan dapat terus berkontribusi menjaga agar warisan adiluhung ini tetap hidup, lestari, dan menjadi inspirasi bagi generasi mendatang.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan