Rel Grobogan Rawan Ban...

Rel Grobogan Rawan Banjir Berulang, Menhub & Sekda Tinjau Solusi Permanen

Ukuran Teks:

SEMARANG – Jalur kereta api di Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan serius pemerintah menyusul insiden banjir berulang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, pada Minggu (14/12/2025), mendampingi kunjungan kerja Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, untuk meninjau langsung lokasi rel yang rawan terendam air.

Kunjungan ini menegaskan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam mencari solusi komprehensif setelah rel tersebut berkali-kali lumpuh akibat luapan Sungai Tuntang yang memprihatinkan.

Kawasan rel kereta api di Gubug telah menjadi langganan banjir, terutama saat intensitas hujan tinggi, menyebabkan Sungai Tuntang meluap drastis.

Genangan air yang merendam jalur vital ini tidak hanya mengganggu jadwal perjalanan kereta api penumpang dan barang, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi yang signifikan serta mengancam keselamatan perjalanan.

Insiden-insiden sebelumnya telah memaksa penutupan sementara jalur, memicu protes dari masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada transportasi kereta api.

Dalam tinjauan tersebut, Sekda Sumarno menyoroti urgensi penanganan jangka panjang.

“Kunjungan Bapak Menteri ini sangat penting untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Kita tidak bisa lagi hanya melakukan perbaikan sementara yang bersifat tambal sulam. Diperlukan penanganan yang bersifat permanen dan komprehensif, mulai dari normalisasi sungai hingga penguatan infrastruktur rel,” tegas Sumarno.

Ia menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menjadi kunci untuk mewujudkan solusi berkelanjutan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dalam kesempatan terpisah, juga menyatakan keprihatinannya dan berkomitmen untuk mengalokasikan sumber daya yang diperlukan.

“Kami akan segera membentuk tim khusus untuk mengkaji secara mendalam opsi-opsi penanganan terbaik, termasuk potensi pembangunan tanggul pengaman, peningkatan elevasi jalur rel, atau sistem drainase yang lebih efektif dan terintegrasi,” ujar Menteri Dudy.

Pihaknya berharap, dengan langkah-langkah strategis ini, operasional kereta api di jalur Grobogan dapat berjalan normal dan aman.

Penanganan yang direncanakan ini tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga melibatkan manajemen air terpadu di hulu dan hilir sungai, serta edukasi masyarakat.

Diharapkan, upaya kolaboratif ini tidak hanya mengamankan jalur kereta api dari ancaman banjir yang selama ini menghantui, tetapi juga memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat sekitar dalam mitigasi bencana banjir di masa mendatang, demi kelancaran konektivitas dan pertumbuhan ekonomi regional.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan