Ada Dugaan Oknum Admin Desa Babagan Lasem Gelapkan Dana Bansos BLT BBM dan BPNT Warganya Yang Telah Meninggal

Berita Daerah63 Dilihat

Batara.news

Rembang, Batara.News| Salah seorang Oknum Admin Desa di Desa Babagan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Diduga telah melakukan tindak penggelapan Dana Bantuan BLT BBM dan BPNT milik KPM setempat yang telah meninggal dunia atas nama, Dremi (alm), Giantoro (alm) dan Suminah (alm).

Berdasarkan pengakuan si oknum Admin desa saat klarifikasi di balai desa bahwa krologi bermula saat ada pembagian Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) BBM dan BPNT oleh PT Pos Indonesia beberapa waktu lalu, dimana PT Pos indonesia membagi bantuan berdasarkan data dtks yang masih aktif serta terdaftar sebagai penerima bantuan tersebut.

Dalam hal ini karena tidak adanya laporan terkait ada beberapa kpm penerima bantuan yang ternyata telah meninggal dunia kepada pihak PT Pos cabang lasem oleh admin desa, akhirnya seluruh bantuan pun terealisasi semuanya.

Dari pernyataan Kepala Desa Babagan Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang Mardiyono mengatakan,” Bermula dari aduan masyarakat bahwa adanya kpm yang telah meninggal dunia ternyata cair dan di terima oleh ahli waris, namun di sisi lain ada beberapa lagi kpm dengan hal yang sama yaitu telah meninggal dunia yang ber kartu keluarga tunggal, namun ternyata tidak terealisasi,” terangnya.

Mardiyono juga menambahkan,” dari aduan masyarakat inilah ia pun berinisiatif mengklarifikasi ke pihak PT Pos cabang Lasem sendiri, dan mendapatkan keterangan bahwa semua data kpm telah menerima pencairan BLT BBM dan BPNT semua,” imbuhnya.

Dijelaskan bahwa dari indikasi ini jika kpm yang telah meninggal, pihak ahli waris menerima pencairannya, lalu bagaimana kpm yang hanya berkartu keluarga tunggal, kemana uangnya, sedangkan pihak PT Pos mengatakan bahwa semua bantuan terealisasi, lalu dari kejanggalan inilah indikasi mengarah pada oknum admin desa yang merangkap menjadi kasi pelayanan umum dengan inisial ( MS) sebagai penerima uang bantuan dari pengantar PT Pos untuk di bagikan kepada kpm.

Dalam pertemuan pada hari Selasa (27_09_2022) yang bertempat di bale desa Babagan oknum di cerca pertanyaan oleh kades si oknum pun mengakui bahwa uang bantuan memang benar masih di bawa olehnya,

Dari sinilah keteledoran pihak pengantar bantuan yaitu PT Pos Indonesia cabang Lasem yang menitipkan uang bantuan ke oknum admin desa ( MS) sepenuhnya tanpa ia dampingi untuk pembagian kepada kpm,” jelas Kades.

Ruli haryadi, selaku kepala kantor pos lasem mengakui akan kesalahannya karena pihak pengantar (Ari Faizin,) menyerahkan uang bantuan kepada oknum admin desa untuk pembagiannya, “memang dalam hal ini saya juga salah dan itu saya akui ada beberapa uang bantuan bbm yang di serahkan ke oknum admin desa dari pengantar PT Pos dan saat pembagianya tanpa kita dampingi,” tuturnya.

Ari Faizin selaku pihak pengantar dari PT Pos mengatakan bahwa ia sebelumnya menghubungi admin desa melalui Wa bahwa ia akan mengantar bantuan BLT BBM dan BPNT dan admin desa mengatakan Ari disuruh antar setelah beliau datang dari luar kota,” tandasnya.

(Moel/Syaefudin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *