Sempat Diblokir, Jalan Dukuhan Tajen Pamotan Akhirnya Dibuka Kembali Setelah Capai Kesepakatan

Berita Daerah95 Dilihat

BATARA.NEWS

Rembang, Batara.News| Jalan yang sempat di blokir di ruas jalan Dukuhan Tajen, tepatnya di Kecamatan Pamotan Kabupaten Rembang akhirnya dibuka kembali oleh masyarakat setelah mencapai kesepakatan dengan pihak pemerintahan desa setempat pada Kamis 06/05/2022.

Musyawarah yang bertempat di Balai Desa Pamotan tersebut dihadiri oleh Forkopimcam dan masyarakat Dukuh Tajen demi membahas atas keluhan masyarakat atas rusaknya jalan serta polusi debu yang mengganggu aktivitas warga,

Masyarakat yang sebelumnya memasang Banner untuk memblokade jalan akibat Buntut dari kekesalan warga terhadap kerusakan jalan serta polusi debu yang disebabkan oleh lalu lalang kendaraan pengangkut hasil tambang setelah melalui musyawarah serta perdebatan yang alot, akhirnya capai kata sepakat untuk si buka

Ridho, salah satu warga setempat mengatakan,” pemblokiran jalan Dukuhan Tajen adalah sebagai protes masyarakat kepada pemerintah Desa agar jalan aspal yang sudah rusak parah puluhan tahun itu bisa diperbaiki secepatnya.

Dalam pertemuan antara warga dan pemerintah Desa, disepakati jalan kembali dibuka dengan syarat ruas jalan yang rusak segera diperbaiki, sementara itu jika belum ada kesepakatan dengan pihak penambang, armada truck dump pengangkut hasil tambang dilarang melintas untuk sementara waktu,” terangnya.

Sementara itu Kepala Desa Pamotan, Aang saat di konfirmasi awak media mengatakan,” Terkait masalah uang portal yang di permasalahkan oleh warga atas kegunaannya, sudah tercatat jelas dalam pembukuan, sedangkan penarikannya tertuang dalam perdes, namun perdes yang kita gunakan tahun 2017, sehingga jika kita gunakan untuk pembangunan jalan itupun tidak mungkin, karena pasti nanti malah akan ada yang namanya Doble anggaran, paling ya kita gunakan untuk tambal sulam saja,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk pembangunan jalan memang sudah diajukan bantuan keuangan Propinsi, sehingga untuk menanggapi keluhan para warga atas polusi debu, sementara kita gunakan truck tangki desa untuk penyiraman jalan, serta nantinya kita panggil seluruh pengusaha tambang untuk duduk bersama dalam forum dan kita bahas bagaimana nanti kontribusinya untuk Pemerintahan Desa,” jelasnya.

( Syaifudin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *