Wabup Nurul Azizah Temui Ojol Bojonegoro, Fasilitasi Legalitas dan Edaran ASN Gunakan Jasa Ojol

Berita Daerah97 Dilihat

Bojonegoro, Batara.news – Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menemui ratusan driver ojek online (ojol) yang tergabung dalam komunitas Ojol Bojonegoro Bersatu di basecamp mereka. Pertemuan tersebut berlangsung usai para driver ojol menggelar aksi damai dengan doa bersama di depan kantor DPRD Bojonegoro. Sabtu (30/8/2025.)

 

Awalnya, kedatangan rombongan yang turut membawa anggota DPRD sempat membuat beberapa driver berbisik-bisik dengan raut kurang setuju. Namun, ketegangan itu tak berlangsung lama. Ketua komunitas, Suwito, segera menenangkan rekan-rekannya. Dan benar saja, begitu

 

“Srikandi Bojonegoro” itu memasuki area dengan sapaan lembutnya, suasana berubah hangat.

 

“Silahkan disampaikan, apa yang menjadi keluh kesah panjenengan semua,” ucap Nurul Azizah membuka dialog.

 

Suwito pun mewakili rekan-rekannya menyampaikan dua hal penting. Pertama, ia berharap ASN di Bojonegoro bisa diarahkan menggunakan jasa ojol.

 

“Kalau ASN ikut pakai ojol, itu sangat membantu kami, Bu Wabup,” ujarnya.

 

Kedua, Suwito mengungkapkan bahwa komunitas ojol yang dipimpinnya belum memiliki legalitas. Padahal, menurutnya, legalitas sangat penting agar mereka bisa mendapatkan dukungan program dari Kesbangpol untuk menunjang kegiatan positif.

 

Mendengar itu, Nurul Azizah tidak hanya mendengarkan, tapi langsung merespons. Dengan tegas ia berkata,

 

“Insyaallah besok kita buat surat edaran agar ASN menggunakan jasa ojek online.”

 

Bahkan, tanpa menunda, Wabup langsung menghubungi Kepala Kesbangpol Bojonegoro, Mahmuddin. Tak lama kemudian Mahmuddin datang ke lokasi dan meminta Suwito menyiapkan dokumen agar legalitas komunitas bisa segera diproses.

 

Dialog malam itu makin hidup ketika seorang driver menyampaikan keluhan soal parkir di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo. Mereka merasa keberatan jika setiap kali mengantar pesanan harus membayar parkir.

 

Tanpa pikir panjang, Nurul Azizah langsung menelepon Direktur RSUD, Ani Pujiningrum. Dari seberang telepon, Ani menyetujui usulan tersebut: driver ojol dibebaskan biaya parkir selama 15 menit pertama. Lebih dari itu tetap dikenakan tarif karena pengelolaan parkir berada di tangan pihak swasta.

 

Pertemuan yang semula kaku pun berakhir dengan tawa kecil, rasa lega, dan secercah harapan baru. Malam itu, di tengah kerumunan jaket hijau dan biru, tampak jelas bagaimana komunikasi yang hangat bisa menjembatani keresahan warga dengan solusi nyata dari pemerintah.

 

/red