Pati Batara.news | Sangat Naas Nasib kedua anak ini tenggelam si Kolam Renang “Dua Naga Boom” Jalan raya Pati-tayu KM 7, tutut Desa Sukoharjo Dukuh Ngula’an RT 1 RW 3 Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kapolresta Pati AKBP Christian Tobing melalui Kapolsek Wedarijaksa Iptu Suntoro melalui keterangan tertulisnya membenarkan itu, jika memang di tempat itu telah ada anak tenggelam.

“Waktu kejadian diketahui pada Minggu 08 Januari 2023 sore, sekitar pukul 17.00 WIB, untuk korban innesial THI (P,7) Siswi kelas 1 SD, dan TA (L,6) Siswa TK, warga Desa Jetak, Kecamatan Wedarijaksa,” tulisnya.

Adapun Kronologis kejadian, diketahui sejak Karyawan sedang bersih-bersih kolam menjelang tutup, kemudian keliling mengecek kolam paling barat dan melihat ada 2 (dua) anak tenggelam.

“Setelah ditunggu beberapa saat kedua anak tersebut tidak muncul kepermukaan, setelah itu Saksi 1 (satu) masuk ke dalam kolam dan menarik kedua Korban yang berada didasar kolam,” lanjutnya.

Sembari bertanya ke pengunjung lain “Kok ora mbok tulung ono bocah kelep-jawa (kok tidak kamu tolong ada anak tenggelam) dan dijawab “Gak reti mas bocah iku ket mau nyelem” (Tidak tahu dari tadi anak tersebut menyelam).

“Karyawan mengangkat kedua anak tersebut kepermukaan, dan berusaha memberi nafas buatan kedua Korban dengan menekan-nekan dada korban atas kejadian tersebut,” terangnya.

Atas kejadian tersebut pemilik kolam renang/ Wahana tersebut membawa kedua Korban ke RS. Fastabiq Pati, dengan Kendaraan Bermotor (KBM) dengan maksud menolong kedua korban.

“Selanjutnya, melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polsek Wedarijaksa guna penyelidikan lebih lanjut. Dengan kesimpulan hasil pemeriksaan tim medis Fastabiq, korban dinyatakan meninggal dunia karena tenggelam/ gagal nafas sehingga terjadi Asfiksi (kekurangan oksigen) dan tidak ditemukam adanya tanda-tanda penganiayaan,” jelasnya.

Kolam renang tersebut berciri-ciri Leter L, Panjang utara selatan 16 meter, Lebar timur barat 12 meter, Kedalaman disisi Timur 80 cm, dengan kedalaman sisi Barat mencapai 130 cm. Pemilik kolam renang itu, Ngatimah merupakan Warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Wedarijaksa.

“Saat penanganan hingga 21.30 WIB yang dipimpin langsung oleh Kapolsek, dan Wakapolsek Iptu Bambang Pujiono beserta jajaran, untuk keluarga (orang tua) korban menerimakan untuk tidak dilakukan Autopsi oleh team medis rumah sakit,” pungkasnya.

/Dn

KUDUS, Batara.news | Lantaran kesal permintaannya tidak dipenuhi oleh sang ibu, AB (32) tega membunuh ibu kandungnya UK (54), pada Minggu, 25 Desember 2022, sekitar pukul 19.00 WIB.

Warga asli Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus itu sebelumnya dikabarkan meninggal lantaran bunuh diri. Akan tetapi, Menurut Kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama, ditemukan adanya kejanggalan saat korban di periksa oleh bidan desa dan tim inafis dari Polres Kudus.

Ia menjelaskan, pembunuhan terungkap lantaran korban meninggal dunia tergeletak di kamar tidurnya, dengan luka sayatan di bagian tangan kirinya.

“Ketika dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara, tim inafis dan tim medis menemukan beberapa kejanggalan terhadap penyebab meninggalnya korban, karena selain luka sayatan di pergelangan tangan kiri, juga terdapat luka memar di bagian belakang kepala korban,” ujar kapolres Kudus AKBP Wiraga Dimas Tama saat ditemui oleh awak media usai pembukaan expo UMKM dalam rangka memperingati haul Habib Ja’far alKaff, Senin 26 Desember 2022.

Dengan ditemukan adanya beberapa kejanggalan, tim inafis langsung menggali informasi dari beberapa saksi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut, semula dari pihak keluarga awalnya mengikhlaskan dan tidak menginginkan untuk dilakukannya otopsi terhadap korban .

Kemudian ia menjelaskan, dugaan itu semakin diperkuat dengan tidak datangnya AB di rumah duka saat akan dilakukan prosesi pemakaman.

Kemudian ia mengatakan jika AB ditangkap saat berada di kontrakan adiknya yang berada di desa singocandi kecamatan kota Kudus .

“Dengan adanya beberapa kejanggalan itu kami semakin curiga adanya penyebab kematian korban, tidak selang lama, tim resmob sat reskrim menangkap tersangka AB yang merupakan anak kandung korban” pungkasnya.

/Red

Tidak Ada Postingan Lagi.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.